Sabtu, 21 September 2019 WIB

Garam NTT Lebih Bagus Dibanding Garam Australia, Lebih Putih

Rabu, 21 Agustus 2019 22:24 WIB
Humas Setkab RI/Agung
Presiden Jokowi didampingi Menperin Airlangga Hartarto, dan Gubernur NTT Viktor Laiskodat meninjau tambak garam, di Desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, NTT, Rabu (21/8/2019).

Indomedia.co - Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo meninjau tambak garam eks tanah Hak Guna Usaha (HGU), di Desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (21/8/2019) siang.


"Saya ke sini hanya ingin memastikan bahwa program untuk urusan garam ini sudah dimulai, karena kita tahu impor garam kita 3,7 juta ton, yang bisa diproduksi dalam negeri baru 1,1 juta ton. Masih jauh sekali," kata Presiden Jokowi kepada wartawan usai peninjauan.


Dilansir dari situs resmi Setkab RI, menurut Presiden, NTT memiliki potensi tambak garam yang bisa dikerjakan seluas kurang lebih 21 ribu hektar. Kepala Negara menambahkan bahwa di Kupang ada kurang lebih 7 ribu hektare, tetapi yang dimulai sekitar 600 hektar dulu, dan juga baru diselesaikan 10 hektare.


"Masih 10 hektare dari 21 ribu hektare, masih jauh sekali. 10 hektare ini, di lingkungan ini baru 600 hektare. Jadi memang ini baru dimulai," ujar Jokowi.


Dalam peninjauan itu, Presiden mengaku ditunjukkan berapa perbandingan garam yang diambil dari luar untuk dibawa ke NTT, yang dari Madura, yang dari Surabaya, dan juga dari Australia. Presiden menilai, garam yang ada di NTT memang hasilnya di sini lebih bagus, lebih putih, bisa masuk ke industri, dan kalau diolah lagi bisa juga menjadi garam konsumsi.


"Artinya ini ada potensi, tapi memerlukan investasi yang tidak sedikit. Oleh sebab itu, ini adalah investasi pertama yang akan dikerjakan," jelas Kepala Negara seraya meyakini, tahun depan akan selesai 600 hektare, petani tambak diikutkan juga, pekerja sekaligus ikut dalam, Kayak saham, ikut, sehingga nanti penghasilan masyarakat di sini akan lebih baik.


"Tapi sekali lagi, ini yang dalam proses baru 600 hektare, itu pun yang selesai baru 10 hektare. Tahun depan akan diselesaikan," ujar Kepala Negara.


Mendampingi Presiden Jokowi dalam kunjungan tersebut antara lain Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi K Sumadi, dan Gubernur NTT Viktor Laiskodat. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook