Kamis, 17 Januari 2019 WIB

Impor 1,8 Juta Ton Beras Untuk Menjaga Keseimbangan

Kamis, 10 Januari 2019 15:55 WIB
setkab.go.id
Presiden Jokowi didampingi sejumlah pejabat menjawab wartawan usai meninjau Gudang Bulog, Perum Bulog Divre DKI Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (10/1/2019) pagi.

Indomedia.co - Impor 1,8 juta ton beras Tahun 2018 lalu terkait masalah produksi. Kalau produksi tidak cukup, harus ditutup dengan kegiatan impor, karena kalau tidak harganya pasti akan naik.


"Inilah fungsi Bulog," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai melihat secara langsung stok bahan pokok, terutama beras, di Gudang Bulog Perum Bulog Divre DKI Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (10/1/2019) pagi.


Ditegaskan Presiden, pemerintah harus menjaga keseimbangan. Jangan sampai, petani senang, masyarakat enggak senang. Jangan sampai, masyarakat senang, petaninya enggak senang.


"Kita menjaga keseimbangan, stok ini menjaga keseimbangan agar harga-harga itu betul-betul terkendalikan dengan baik," terang Presiden.


Dilansir dari situs resmi Setkab RI, mengenai rendahnya serapan Bulog, Jokowi menjelaskan, karena ini belum panen raya. Ia menyebutkan, dilakukannya operasi pasar juga dimaksudkan agar stok di Bulog semakin berkurang, sehingga pada saat panen raya nanti serapan Bulog terhadap beras dari gabah dari petani itu bisa dilakukan secara besar-besaran.


Mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu antara lain Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perdagangan Engartiasto Lukita, Mensesneg Pratikno, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, dan Kepala Bulog Budi Waseso. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Sumber: setkab.go.id

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook