Senin, 22 April 2019 WIB

Pengemudi GrabCar Merasa Dizalimi, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Bantu Beri Solusi

Suwardi SinagaSenin, 11 Februari 2019 22:52 WIB
Istimewa
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi berdialog dengan perwakilan pengemudi di Pressroom Lantai I Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro, Medan, Senin (11/2/2019).

Indomedia.co - Ratusan pengemudi taksi online GrabCar melakukan demonstrasi di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, Senin (11/2/2019). Mereka mendesak Pemerintah Provinsi Sumut untuk menutup PT Teknologi Pengangkutan Indonesia (TPI) yang dianggap telah menzalimi mereka.


Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengajak beberapa perwakilan pengemudi untuk berdialog dan berdiskusi di Pressroom Lantai I Kantor Gubernur. Memulai dialog, Gubernur menyayangkan tindakan pengemudi GrabCar yang datang melakukan unjuk rasa beramai-ramai mengganggu aktivitas baik lalu lintas dan akses masuk Kantor Gubernur.


"Kenapa lah kalian harus demo. Datanglah baik-baik kalau mau ngobrol, bicarakan dengan saya baik-baik. Kantor saya ini selalu terbuka untuk masyarakat Sumut. Selama kalian datang dengan sopan dan maksud baik, saya bantu kalian. Kecuali kalau saya memang tidak pernah mau bertemu, baru kalian demo saya," ujar Edy.


Tindakan unjuk rasa seperti ini, kata Edy, memberi dampak buruk untuk Sumut sendiri. Investor tentu mempertimbangakan kondusifitas sebuah daerah saat hendak melakukan investasi dan kerja sama.


"Kalau kalian demo terus, investor takut datang. Sumut pun susah berkembang kalau begini, kalian tidak cinta dengan sumut ini," katanya.


Daniel, salah satu pengemudi Grabcar, menyampaikan bahwa mereka tidak berniat melakukan aksi yang mengganggu kondusifitas.


"Tapi karena kami sudah tidak tahan dan merasa terlalu dizalimi, Pak, kami merasa hanya kepada Bapak kami bisa mengadu untuk menyelesaikan permasalahan ini," jelas Daniel.


Daniel beserta kordinator aksi Musa Tarigan mengungkapkan, bahwa mereka merasa diperlakukan tidak adil oleh pihak TPI dan PT Grab Indonesia. Sehingga para pengemudi online di luar PT TPI kesulitan mendapatkan order dari konsumen. Hal ini tentunya membuat mereka tidak memperoleh penghasilan yang layak.


Menjawab persoalan ini, Gubernur mengintruksikan untuk segera diadakan dan difasilitasi pertemuan antara pengemudi Grabcar, Grab, PT TPI, kepolisian, serta Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).


"Secepatnya, adakan hari Rabu ini di sini. Hadir kalian semua. Nanti laporkan pada saya hasilnya," kata Edy mengakhiri pertemuan.


Tampak ekspresi puas dari para pengemudi.


"Terima kasih, Pak, ini yang kami harapkan. Biar Ayah (Edy) tahu, sebelum Ayah jadi Gubernur, kami pengemudi online ini sudah duluan pajang foto Ayah di kendaraan kami," ujar salah seorang pengemudi.


Turut hadir dalam pertemuan tersebut Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Keuangan Pembangunan Aset SDA Elisa Marbun, Plt Asisten Perekonomian Pembangunan dan Kesejahteraan Nouval Makhyar, dan Rosmawaty mewakili kepolisian. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook