Selasa, 10 Desember 2019 WIB

TP PKK Sundutan Tigo Kembangkan Produk Makanan dan Minuman Dari Jeruju dan Mangrove

MS PutraSenin, 07 Januari 2019 23:54 WIB
Istimewa
Camat dan TPID Natal bersama TP PKK Desa Sundutan Tigo dengan produknya.

Indomedia.co - Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kecamatan Natal didampingi Camat Natal Riflan melakukan kunjungan ke Desa Sundutan Tigo, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara.


Kunjungan tersebut untuk melihat produk makanan dari jeruju dan minuman dari mangrove yang dikembangkan oleh TP PKK Sundutan Tigo.


"Masyarakat fokus terhadap gerakan kewirausahaan melalui pemanfaatan sumber daya perairan," ujar Hamid, Anggota TPID Natal kepada wartawan, Senin (7/1/2019).


Wirausaha yang dikembangkan TP PKK terdiri atas dua jenis yakni produk makanan dan minuman.


"Makanan yang dikembangkan berupa kerupuk jeruju yang merupakan tanaman vegetasi mangrove yang tumbuh secara alami di daerah pesisir," ujarnya.


Dalam bahasa Yunani jeruju disebut acanthus ilicifolius.


"Acanthus ilicifolius merupakan tumbuhan perdu yang banyak tumbuh di wilayah pasang surut air laut dan tumbuh secara alami di muara sungai yang tercemar akibat aktivitas manusia seperti penebangan kayu mangrove juga pertambakan," katanya.


Tanaman jeruju mempunyai manfaat bagi kesehatan seperti mencegah kanker, mengatasi peradangan dan sariawan.


Sementara itu jenis minuman yang dikembangkan TP PKK adalah Sirup Barambang yang terbuat dari buah mangrove atau buah pidada (sonneratia caseolaris).


"Dalam pembuatan sirup bahan yang digunakan salah satunya dari buah pidada dan pembuatanya harus dipilih buah yang matang karena kaya akan kandungan serat dan mineral," katanya.


Buah pidada memiliki antioksidan tinggi yang didalamnya terkandung beberapa senyawa bioaktif yang disinyalir berpotensi sebagai antioksidan dan hipertensi.


Camat Natal Riflan sangat mendukung kegiatan pengembangan inovasi ini dan berharap agar TPID Natal bisa memberikan ide-ide yang inovatif sehingga warga desa mampu mengembangkan ekonomi kreatif dan bisa dipasarkan secara global. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook