Sabtu, 22 Februari 2020 WIB

Polisi Tangkap 5 Orang Diduga Pelaku Pembunuhan 2 Warga Labuhanbatu

M JawiJumat, 08 November 2019 23:12 WIB
Istimewa
Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto memperlihatkan lima orang tersangka pembunuhan kepada awak media, di Mapolda Sumut, Jalan Sisingamangaraja XII Km 10,5, Medan, Jumat (8/11/2019).

Indomedia.co - Tim gabungan Direktorat Reskrimum Polda Sumatera
Sumatera Utara dan Satreskrim Polres Labuhanbatu mengamankan lima orang diduga pelaku
pembunuhan dua warga Labuhanbatu, Maraden Sianipar, dan Maratua P Siregar, di eks
areal PT Sei Alih Berombang (SAB)/KSU Amalia, Dusun VI, Desa Wonosari,
Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara, Rabu
(30/10/2019) lalu.




Penangkapan para
tersangka itu dilakukan petugas pada Selasa-Kamis (5-7/11/2019) lalu. Tim
Reskrim Polres Labuhanbatu dan Reskrim Polsek Panai Hilir mengamankan dua
tersangka VS alias Revi (49) yang diamankan di kediamannya sekitar pukul 01.00
WIB. Sedangkan tersangka SH alias Tati (50) diamankan 30 menit kemudian sekitar
pukul 01.30 WIB di rumahnya di Sei Berombang, Panai Hilir.




Kemudian di hari yang
sama juga sekitar pukul 19.30 WIB, tim yang dipimpin Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum
Polda Sumut AKBP Maringan Simanjuntak mengamankan tersangka DS alias Niel (40)
di rumah saudaranya di Desa Janji, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang
Hasundutan.




Pada Rabu (6/11/2019)
sekitar pukul 22.30 WIB, Subdit III Jatanras Polda Sumut bersama Tim Reskrim
Polres Tanah Karo mengamankan tersangka JKH, di kos-kosan, Jalan Ginting,
Kabanjahe. Kemudian pada Kamis (7/11/2019) sekitar pukul 14.00 WIB, tim
gabungan kembali mengamankan tersangka yang kelima yaitu WP alias Harry (40) di
Perumahan CBD, Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan.




"Total pelaku ada
delapan tersangka. Tiga ditangkap oleh Ditreskrimum Polda Sumut. Dua oleh
Polres Labuhanbatu. Sedangkan tiga lagi masih DPO. Jadi, total pelaku yang
berhasil diamankan hingga saat ini ada lima orang," kata Kapolda Sumatera
Utara Irjen Pol Agus Andrianto, di Mapolda Sumut, Jalan Sisingamangaraja XII Km
10,5, Medan, Jumat (8/11/2019).




Kapolda mengungkapkan peristiwa
pembunuhan tersebut dipicu sengketa lahan perkebunan sawit KSU Amelia yang
dikelola oleh WP. Berdasarkan bukti-bukti dan pemeriksaan terhadap pelaku yang
sudah ditangkap, diduga WP menginstruksikan kepada seseorang untuk mengusir dan
kalau perlu menghabisi kedua korban.




"Jadi, lahan ini
sebenarnya kawasan hutan yang dikelola oleh Harry melalui perkebunan sawit KSU
Amelia. Namun, dalam perjalanannya memang ada beberapa kelompok penggarap yang
berusaha untuk menduduki lahan tersebut," ungkapnya.




"Sehingga inilah
yang melatarbelakangi kedua korban dianiaya sampai meninggal dunia oleh enam
orang pelaku dan satu yang mendapat instruksi dan satu pengelola diduga keras
sebagai orang yang membiayai eksekusi yang dilakukan oleh para pelaku,"
terang Kapolda.




Diberitakan sebelumnya,
dua sosok mayat ditemukan warga di bekas kawasan PT SAB/KSU Amelia. Korban
Maraden Sianipar (55) warga Jalan Gajah Mada, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten
Labuhanbatu ditemukan di parit. Sedangkan temannya, Maratua Parasian Siregar
alias Sanjai Siregar ditemukan, berjarak 200 meter dari lokasi penemuan jasad
Maraden Sianipar.




Kedua mayat tersebut
korban pembunuhan sadis. Sebab, di sekujur tubuh korban ditemukan tanda-tanda
kekerasaan. Tubuh korban penuh luka bacok senjata tajam. Diantaranya, bagian
mulut, kepala, dan punggung. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook