Kamis, 14 November 2019 WIB

Polisi Tangkap 5 Orang Diduga Pelaku Pembunuhan 2 Warga Labuhanbatu

M JawiJumat, 08 November 2019 23:12 WIB
Istimewa
Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto memperlihatkan lima orang tersangka pembunuhan kepada awak media, di Mapolda Sumut, Jalan Sisingamangaraja XII Km 10,5, Medan, Jumat (8/11/2019).

Indomedia.co - Tim gabungan Direktorat Reskrimum Polda Sumatera Sumatera Utara dan Satreskrim Polres Labuhanbatu mengamankan lima orang diduga pelaku pembunuhan dua warga Labuhanbatu, Maraden Sianipar, dan Maratua P Siregar, di eks areal PT Sei Alih Berombang (SAB)/KSU Amalia, Dusun VI, Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara, Rabu (30/10/2019) lalu.


Penangkapan para tersangka itu dilakukan petugas pada Selasa-Kamis (5-7/11/2019) lalu. Tim Reskrim Polres Labuhanbatu dan Reskrim Polsek Panai Hilir mengamankan dua tersangka VS alias Revi (49) yang diamankan di kediamannya sekitar pukul 01.00 WIB. Sedangkan tersangka SH alias Tati (50) diamankan 30 menit kemudian sekitar pukul 01.30 WIB di rumahnya di Sei Berombang, Panai Hilir.


Kemudian di hari yang sama juga sekitar pukul 19.30 WIB, tim yang dipimpin Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut AKBP Maringan Simanjuntak mengamankan tersangka DS alias Niel (40) di rumah saudaranya di Desa Janji, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan.


Pada Rabu (6/11/2019) sekitar pukul 22.30 WIB, Subdit III Jatanras Polda Sumut bersama Tim Reskrim Polres Tanah Karo mengamankan tersangka JKH, di kos-kosan, Jalan Ginting, Kabanjahe. Kemudian pada Kamis (7/11/2019) sekitar pukul 14.00 WIB, tim gabungan kembali mengamankan tersangka yang kelima yaitu WP alias Harry (40) di Perumahan CBD, Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan.


"Total pelaku ada delapan tersangka. Tiga ditangkap oleh Ditreskrimum Polda Sumut. Dua oleh Polres Labuhanbatu. Sedangkan tiga lagi masih DPO. Jadi, total pelaku yang berhasil diamankan hingga saat ini ada lima orang," kata Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto, di Mapolda Sumut, Jalan Sisingamangaraja XII Km 10,5, Medan, Jumat (8/11/2019).


Kapolda mengungkapkan peristiwa pembunuhan tersebut dipicu sengketa lahan perkebunan sawit KSU Amelia yang dikelola oleh WP. Berdasarkan bukti-bukti dan pemeriksaan terhadap pelaku yang sudah ditangkap, diduga WP menginstruksikan kepada seseorang untuk mengusir dan kalau perlu menghabisi kedua korban.


"Jadi, lahan ini sebenarnya kawasan hutan yang dikelola oleh Harry melalui perkebunan sawit KSU Amelia. Namun, dalam perjalanannya memang ada beberapa kelompok penggarap yang berusaha untuk menduduki lahan tersebut," ungkapnya.


"Sehingga inilah yang melatarbelakangi kedua korban dianiaya sampai meninggal dunia oleh enam orang pelaku dan satu yang mendapat instruksi dan satu pengelola diduga keras sebagai orang yang membiayai eksekusi yang dilakukan oleh para pelaku," terang Kapolda.


Diberitakan sebelumnya, dua sosok mayat ditemukan warga di bekas kawasan PT SAB/KSU Amelia. Korban Maraden Sianipar (55) warga Jalan Gajah Mada, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu ditemukan di parit. Sedangkan temannya, Maratua Parasian Siregar alias Sanjai Siregar ditemukan, berjarak 200 meter dari lokasi penemuan jasad Maraden Sianipar.


Kedua mayat tersebut korban pembunuhan sadis. Sebab, di sekujur tubuh korban ditemukan tanda-tanda kekerasaan. Tubuh korban penuh luka bacok senjata tajam. Diantaranya, bagian mulut, kepala, dan punggung. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook