Rabu, 16 Oktober 2019 WIB

Pria Cepak Halangi Penggusuran PKL Pasar Petisah Medan

Suwardi SinagaKamis, 02 November 2017 21:04 WIB
Istimewa
Seorang pria berambut cepat mengenakan sweater hitam berlogo polisi militer di lengan kiri menghalangi penggusuran PKL Pasar Petisah, Medan, Sumatera Utara, Kamis (2/11/2017).
Indomedia.co - Satpol  PP Pemko Medan menggusur pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini menggelar lapak di seputaran Pasar Petisah, Medan, Sumatera Utara, Kamis (2/11/2017).

Di saat petugas Satpol dibantu petugas Polsek Medan Baru, Koramil 01 Medan Barat, PD Pasar serta kepala lingkungan yang berjumlah sekitar 303 personel mengangkati lapak milik pedagang seperti meja, tenda, payung serta besi-besi tempat gantungan baju, tiba-tiba seorang pria berambut cepat mengenakan sweater hitam berlogo polisi militer di lengan kiri datang marah-marah.

Selain menghalangi petugas Satpol PP mengangkat lapak milik PKL, pria itu juga meminta petugas Satpol PP yang ada di atas truk agar menurunkan seluruh perlengkapan pedagang berjualan agar diturunkan dari dalam truk.

"Cepat, kau turunkan semua itu sekarang," teriak pria itu sambil menunjuk ke arah seorang ptugas Satpol PP yang ada di atas truk.

Lantaran permintaannya tidak ditanggapi, pria cepak itu semakin emosional. Dia kemudian menarik besi-besi yang digunakan para PKL untuk menjajakan dagangan mereka. Seorang petugas koramil  kemudian datang mengampiri dan menegur aksinya namun pria  cepat itu tak bergeming serta semakin menjadi.

Petugas Satpol PP pun mulai tersulut emosi. Melihat kondisi yang mulai tidak kondusif, Camat Medan Petisah Parlindungan Nasution pun selanjutnya mendatangi pria tersebut dan langsung menanyakan kartu anggota (KTA) karena menduganya sebagai aparat TNI. Pria itu mengatakan tidak ada.

"Kalau tidak memiliki KTA, mengapa anda mengenakan swater yang ada logo polisi militer," tanya Parlindungan.

"Ini bukan baju saya tapi punya abang saya," jawab pria cepak itu.

Mendengar jawaban tersebut, sejumlah petugas Satpol PP yang sudah tersulut emosi langsung mengerumuni pria cepak itu dan ingin menghajarnya. Melihat itu, Kasatpol PP langsung menghalanginya.
"Mundur, jangan bertindak anarkis," tegas Sofyan.

Selanjutnya Sofyan dan Parlindungan menyuruh pria cepat itu segera meninggalkan lokasi. Pria cepak itu pun manut dan langsung menghilang dari lokasi penertiban. Sepeninggalan pria cepak tersebut, penertiban pun terus berlangsung. Hingga menjelang tengah hari, seputaran Pasar Petisah, baik pelataran maupun bahu jalan bersih dari lapak milik PKL. [***]
Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook