Rabu, 08 April 2020 WIB

17 Bulan Buron, Pelaku Pembunuhan Muhammad Yusuf Tewas Ditembak di Riau

M JawiSelasa, 25 Februari 2020 16:58 WIB
M Jawi
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Johnny Eddizon Isir memberikan keterangan kepada awak media, di RS Bhayangkara Medan, Jalan KH Wahid Hasyim, Medan, Selasa (25/2/2020).

Indomedia.co - Berakhir sudah pelarian GW alias Gandrung, yang melarikan diri selama lebih kurang 17 bulan sebagai tersangka pembunuhan terhadap Muhammad Yusuf (33) yang ditemukan tewas di perladangan warga yang berada di Jalan Jamin Ginting, Dusun I, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang pada 14 September 2018 lalu.


Aksi pembunuhan ini dilakukan Winata bersama istri korban, CKD alias Dewi (25). Dewi sendiri telah ditangkap terlebih dahulu dan telah divonis 12 tahun penjara. Sementara Gandrung tewas karena melakukan perlawanan saat akan diamankan.


Kapolrestabes Medan Kombes Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan bahwa pelaku Gandrung merupakan eksekutor dari pembunuhan Muhammad Yusuf. Pembunuhan Yusuf sendiri diotaki oleh istri korban yakni Dewi yang sebelumnya sudah berhasil ditangkap polisi tak lama setelah penemuan jasad Yusuf.


"Tersangka Gandrung ditangkap petugas di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau pada, Minggu (23/2/2020) lalu. Namun saat akan ditangkap, pelaku yang melakukan perlawanan dengan menggunakan pisau hingga diberikan tindakan tegas dan terukur oleh petugas dari Satreskrim Polrestabes Medan," kata Isir saat paparan di RS Bhayangkara Medan, Jalan KH Wahid Hasyim, Medan, Selasa (25/2/2020) sore.


Isir juga menerangkan otak pelaku pembunuhan yang juga merupakan istri korban, Dewi sudah divonis oleh pengadilan dengan hukuman 12 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Medan.


"Jadi, selama ini tim Reskrim tidak diam. Tetap dilakukan pengejaran terhadap pelaku yang berperan sebagai perencana dan eksekutor terhadap korban Yusuf. Kurang lebih tiga bulan terakhir menemui titik terang. Sekitar satu minggu tim bergerak untuk memastikan," terangnya.


Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Medan AKBP Maringan Simanjuntak menerangkan bahwa rencana pembunuhan ini dilakukan Dewi karena merasa kesal terhadap suaminya. Tersangka merasa kesal karena korban dinilai pelit.


"Jadi si bapak pelit dan kikir terhadap uang belanja kepada tersangka Dewi. Tak hanya itu, korban juga dinilai mempunyai rencana menggugat cerai korban hingga memunculkan niat pelaku membunuh suaminya," ungkap Maringan.


Penangkapan Gandrung dalam keadaan mati ini pun mengakhiri kasus pembunuhan ini. Ungkapan terima kasih pun disampaikan pihak keluarga.


"Terima kasih telah menangkap pelaku dan mengungkap kasus ini," ucap Nisa, keluarga korban.


Diketahui, Muhammad Yusuf ditemukan tewas di ladang buah asam, Jalan jamin Ginting, Dusun I, Desa Sibolangit pada 14 September 2018 lalu. Pria yang semasa hidup berprofesi sebagai guru ini ditemukan tewas dengan kondisi babak belur.


Dari hasil penyelidikan petugas, Yusuf diotaki istrinya sendiri yakni Dewi. Dewi selanjutnya meminta selingkuhannya yakni Gandrung untuk mengeksekusi korban dan membuangnya ke perladangan buah asam, di Dusun 1, Desa Sibolangit. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook