Ahad, 20 Oktober 2019 WIB

PKL Kanal Medan Ditertibkan

Suwardi SinagaSelasa, 12 September 2017 18:31 WIB
Istimewa
PKL di jembatan kanal, Jalan Bajak 2, Kelurahan Harjo Sari II, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan, Sumatera Utara, ditertibkan, Selasa (12/9/2017).
Indomedia.co - Jajaran Kecamatan Medan Amplas menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Bajak 2, Kelurahan Harjo Sari II, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan, Sumatera Utara terutama  yang menggelar lapak di seputaran jembatan kanal, Selasa (12/9/2017). Kehadiran PKL memicu terjadinya kemacetan karena menggunakan sebagian badan jalan untuk lokasi berjualan.

Selain meja dan tenda, para PKL yang umumnya berjualan buah-buahan tersebut juga menggunakan pikap untuk lapak mereka berjualan. Tak pelak kondisi itu sangat mengganggu kelancaran arus lalu lintas karena lapak mereka telah mengambil  sebagian badan jalan, terutama pagi maupun petang  hari.

 Ditambah lagi para pembeli yang sebagaian besar mengendarai kendaraan bermotor baik roda dua dan empat juga memarkirkan berhenti seenaknya pada saat transaksi jual beli berlangsung, sehingga kemacetan pun acapkali terjadi sehingga sangat mengganggu kenyamanan masyarakat pengguna jalan.

Untuk menertibkan para PKL, Camat Medan Amplas Khoiruddin Rangkuti menurunkan seluruh jajarannya, termasuk lurah dan kepala lingkungan (Kepling). Penertiban dimulai sekira pukul  09:00 WIB. Sebelum melakukan penertiban, para PKL diminta untuk tidak berjualan dan segera meninggalkan tempat tersebut.

"Kawasan ini bukan tempat berjualan. Untuk itu kita minta kepada seluruh pedagang agar segera mengosongkan tempat ini. Jika itu tidak dilakukan, kita siap melakukan penertiban," tegas Khoiruddin.

Ultimatum ini membuat para pedagang ciut, sebab mereka sadar tindakan yang mereka lakukan salah. Selanjutnya mereka satu persatu mengemasi barang dagangannya yang telah sempat dipajang. Setelah itu para PKL pun beranjak meninggalkan lokasi, sebab mereka khawatir barang dangannya disita.

"Berhubung para pedagang bersikap kooperatif dan mengikuti apa yang diperintahkan, maka kita tidak jadi melakukan penertiban, termasuk penyitaan barang dagangan mereka. Kita harapkan dengan pendekatan persuasif yang kita lakukan ini, para pedagang tidak berjualan lagi di tempat ini," tegasnya.

Setelah seluruh PKL pergi, Khoiruddin selanjutnya memerintahkan Lurah Harjosari II  beserta seluruh jajaran kepling agar siaga dengan melakukan piket setiap harinya.

"Saya yakin jika kawasan ini terus dijaga, para PKL tidak akan datang untuk berjualan kembali. Dengan demikian selain kelancaran lalu lintas tidak terganggu, kebersihannya pun terjaga," ungkapnya.

Selain di seputaran jembatan kanal, Khoiruddin mengungkapkan, pihaknya juga telah mendata lokasi-lokasi lainnya di Kecamatan Medan Amplas yang rentan dengan kemacetan menyusul kehadiran PKL. Setelah dilakukan pendataan dan pemetaan, Khoiruddin menegaskan, pihaknya segera turun melakukan penertiban.

Hanya saja mantan Camat Medan Johor ini tidak menyebutkan lokasi mana yang akan menjadi target penertiban selanjutnya.

"Yang pasti setelah kita beri surat peringatan untuk tidak berjualan di lokasi terlarang tak juga dilakukan, maka kita datang kembali untuk melakukan penertiban," tegasnya.

Jika dalam melakukan penertiban, tim membutuhkan bantuan tambahan personel maupun peralatan, Khoiruddin mangatakan, pihaknya segera berkoordinasi dengan SKPD terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU) maupun Satpol PP Kota Medan.
"Intinya penertiban yang dilakukan harus memberikan hasil maksimal," pungkasnya. [***]
Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook