Jumat, 10 Juli 2020 WIB

Alasan Covid-19, Polisi Belum Limpahkan Tersangka ke Kejaksaan

Suwardi SinagaSenin, 29 Juni 2020 23:58 WIB
Istimewa
Kuasa hukum korban, Dian Rizky dan Rahman Gafiqi, didampingi belasan anggota Pemuda Maluku Indonesia Bersatu (PMIB) mendatangi Polrestabes Medan untuk menanyakan proses pelimpahan tahap dua ke Kejari Medan, Senin, 29 Juni 2020.

Indomedia.co - Polrestabes Medan belum juga melimpahkan para tersangka kasus salah obat yang mengakibatkan korban mengalami kelumpuhan ke Kejaksaan Negeri Medan. Kasus tersebut sudah dilaporkan sejak Desember 2018 lalu.

Karena kecewa dengan proses hukum yang terkesan lamban, kuasa hukum korban, Dian Rizky dan Rahman Gafiqi, didampingi belasan anggota Pemuda Maluku Indonesia Bersatu (PMIB) mendatangi Polrestabes Medan untuk menanyakan proses pelimpahan tahap dua ke Kejari Medan, Senin, 29 Juni 2020.

"Hari ini penyidik Aiptu SP Tampubolon belum juga melakukan pelimpahan ke Kejaksaan Negeri Medan dengan alasan Covid-19," ujar Dian.

Penyidik justru mengarahkan pihak pelapor agar menanyakan ke Kejari Medan kapan berkas perkara dan tersangka dilimpahkan.

"Apakah ini (menanyakan pelimpahan) tugas korban sebagai pencari keadilan? Lalu apa fungsi polisi sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. Padahal beberapa hari lalu penyidik berjanji kepada Dirkrimsus Polda Sumut akan melimpahkan tersangka hari ini," ungkapnya.

Selain itu Dian juga mempertanyakan sikap penyidik yang tidak melakukan penahanan terhadap kedua tersangka padahal ancaman hukumannya di atas lima tahun.

"Padahal sudah jelas di dalam Pasal 196 jo Pasal 98 ayat 2 dan 3 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan diancaman hukuman pidana penjara 10 tahun," sebut Dian yang berasal dari Law Office IMR.

"Kami menduga penyidik Unit Tipiter Satreskrim Polrestabes Medan tidak profesional dalam melaksanakan proses penyidikan. Bahkan mereka mengabaikan instruksi atasannya untuk kesekian kalinya yang memerintahkan untuk menambah tersangka dan segera melimpahkan kasus ini ke kejaksaan. Sebab kasus ini sudah jadi atensi Kapolrestabes Medan, bahkan Kapolda Sumut," tegasnya.

Lebih jauh Rahman mengungkapkan bahwa saat ini para tersangka masih tetap bekerja di apotek tersebut. Hal ini tentu menimbulkan kerawanan akan jatuhnya korban berikutnya.

"Tindakan penyidik telah mencederai pencari keadilan. Menilik proses hukum perkara yang simpel namun dibuat seolah-olah sulit. Penetapan tersangka saja butuh waktu lebih dari satu tahun. Bahkan untuk P21 perkara ini memakan waktu enam bulan. Padahal seluruh alat bukti kuat telah dimiliki," sebut Rahman. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

T#g:
Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook