Ahad, 12 Juli 2020 WIB

Aswan Jaya: Tidak Bijak Naikkan Iuran BPJS di Masa Pandemi

Suwardi SinagaKamis, 14 Mei 2020 08:00 WIB
Istimewa
Wakil Ketua Bidang Komunikasi Politik DPD PDI Perjuangan Sumut Dr Aswan Jaya.

Indomedia.co - Penetapan kembali kenaikan iuran BPJS melalui Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 Tentang Jaminan Kesehatan, merupakan keputusan yang dinilai tidak bijaksana dan tidak memiliki kepekaan terhadap kesulitan masyarakat di masa pandemi Covid-19.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Bidang Komunikasi Politik DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara (Sumut) Dr Aswan Jaya dalam keterangan tertulis yang diterima awak media, Kamis (14/5/2020).

"Kendatipun baru akan diberlakukan per 1 Juli 2020, namun situasi ekonomi dan psikologi masyarakat masih akan sama pada saat ini. Apalagi perpers tersebut tidak sesuai dengan semangat putusan MA yang telah membatalkan keputusan pemerintah tentang kenaikan iuran BPJS beberapa waktu lalu," ungkap Aswan.

Walaupun pemerintah mensubsidi peserta BPJS kelas III sebesar Rp16.500 tetapi hal tersebut tidak juga memberikan solusi bagi masyarakat. Sebab dampak Covid-19 tidak hanya dirasakan oleh masyarakat menengah ke bawah, tetapi juga dirasakan sangat signifikan oleh masyarakat menengah atas.

"Sehingga keputusan pemerintah menaikan kembali iuran BPJS pertanggal 1 Juli nanti bukan langkah bijak" imbuh mantan Aktifist 98 tersebut.

Meski beban pelaksana BPJS begitu berat bukan berarti solusinya adalah menaikkan iuran BPJS.

"Kenapa tidak berpikir mencari solusi yang lain selain memberatkan masyarakat," tegas Aswan.

Situasi saat ini, apabila sudah keluar dari pandemi Covid-19, masyarakat akan memasuki masa pemulihan ekonomi dan membutuhkan setidaknya satu tahun kedepannya untuk kembali normal. Itu pun bagi mereka yang cepat menyesuaikan diri.

"Kita berharap pemerintah mampu mencari berbagai alternatif untuk meringankan beban masyarakat yang tengah dipaksa dirumahkan tanpa kerja-kerja produktif," pungkasnya. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook