Kamis, 14 November 2019 WIB

Balai Veteriner Medan: Kematian Babi Terindikasi African Swine Fever

Suwardi SinagaRabu, 06 November 2019 23:41 WIB
Istimewa
Surat Kepala Balai Veritener Medan kepada Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Medan.

Indomedia.co - Berdasarkan hasil investigasi dan uji laboratorium yang dilakukan oleh Balai Veteriner Medan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, penyebab kematian ternak babi di Kota Medan terindikasi akibat penyakit African Swine Fever (ASF), dan Hog Cholera (HC).


Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Balai Veteriner Medan Drh Agustia MP dalam suratnya kepada Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Medan, Tanggal 6 November 2019.


Dalam surat tersebut disebutkan, menindaklanjuti laporan kasus kematian ternak babi di Kota Medan, Balai Veteriner Medan telah melakukan investigasi lapangan dan pengujian laboratorium terhadap sampel yang diambil dari kasus lapangan. Setelah dilakukan konfirmasi ulang terhadap sampel-sampel tersebut, maka disampaikan beberapa hal sebagai berikut.


1. Hasil pengujian sampel menunjukkan indikasi ke arah adanya penyakit African Swine Fever (ASF) sebagai salah satu penyebab kasus kematian babi;


2. Adanya hasil uji yang juga positif terhadap Hog Cholera (HC) menunjukkan bahwa sebagian kasus kematian babi di Sumatera Utara juga disebabkan oleh Hog Cholera (HC);


3. Sebagaimana telah disampaikan sebelumnya, dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit ke wilayah yang masih bebas perlu segera dilakukan tindakan pengamanan di lapangan dengan menerapkan prinsip biosekuriti;


4. Kepala Daerah (Walikota) dibantu oleh Pejabat Otoritas Veteriner setempat segera mengajukan penetapan status adanya wabah penyakit pada babi kepada Gubernur.


Surat tersebut ditembuskan kepada Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan di Jakarta, Direktur Kesehatan Hewan di Jakarta, dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara di Medan.


Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Medan Ir Ikhsar Risyad Marbun MSi menjelaskan, Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Medan telah mengeluarkan surat edaran agar pemilik ternak babi yang babinya mati harus ditanam, bukan dibuang ke sungai. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook