Ahad, 23 Februari 2020 WIB

Balai Veteriner Medan: Kematian Babi Terindikasi African Swine Fever

Suwardi SinagaRabu, 06 November 2019 23:41 WIB
Istimewa
Surat Kepala Balai Veritener Medan kepada Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Medan.

Indomedia.co - Berdasarkan hasil investigasi dan uji laboratorium
yang
dilakukan oleh Balai Veteriner Medan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan
Hewan Kementerian Pertanian RI,
penyebab kematian
ternak babi di Kota Medan terindikasi akibat penyakit
African
Swine Fever

(ASF), dan Hog Cholera (HC).




Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Balai
Veteriner Medan
Drh Agustia MP dalam suratnya kepada Kepala
Dinas Pertanian dan
Perikanan Kota
Medan
, Tanggal 6 November 2019.




Dalam surat tersebut disebutkan, menindaklanjuti
laporan kasus kematian
ternak babi di Kota Medan,
Balai Veteriner Medan
telah melakukan investigasi lapangan dan pengujian laboratorium
terhadap sampel yang
diambil dari kasus
lapangan. Setelah
dilakukan konfirmasi
ulang terhadap sampel-sampel
tersebut, maka
disampaikan beberapa hal sebagai berikut.




1. Hasil
pengujian sampel menunjukkan
indikasi ke arah
adanya penyakit African Swine Fever (ASF) sebagai salah satu
penyebab kasus kematian
babi;






2. Adanya
hasil uji yang
juga positif terhadap
Hog
Cholera
(HC) menunjukkan
bahwa
sebagian
kasus kematian babi
di Sumatera Utara
juga disebabkan oleh
Hog Cholera (HC);






3. Sebagaimana
telah disampaikan sebelumnya,
dalam upaya pencegahan
penyebaran penyakit
ke wilayah yang
masih bebas perlu
segera dilakukan tindakan
pengamanan di
lapangan dengan menerapkan
prinsip biosekuriti;






4. Kepala
Daerah (Walikota) dibantu
oleh Pejabat Otoritas
Veteriner setempat segera mengajukan
penetapan status adanya
wabah penyakit pada
babi kepada Gubernur.






Surat tersebut ditembuskan kepada Direktur
Jenderal Peternakan dan
Kesehatan Hewan di
Jakarta, Direktur Kesehatan
Hewan di Jakarta, dan Kepala Dinas
Ketahanan Pangan dan
Peternakan Provinsi Sumatera Utara di
Medan.






Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan
Perikanan Kota Medan Ir Ikhsar Risyad Marbun MSi menjelaskan, Dinas Pertanian
dan Perikanan Kota Medan telah mengeluarkan surat edaran agar pemilik ternak babi
yang babinya mati harus ditanam, bukan dibuang ke sungai. (***)



Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook