Jumat, 03 April 2020 WIB

Bantu Pemerintah Lawan Covid, RynboutiqueMedan Bagikan 1.000 Hand Sanitizer Gratis

Budi WRabu, 25 Maret 2020 23:10 WIB
Istimewa
RynboutiqueMedan bagikan 1.000 hand sanitizer gratis.

Indomedia.co - Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang begitu cepat membuat masyarakat harus senantiasa waspada. Pemerintah menganjurkan warga untuk rutin membersihkan tangan baik dengan sabun maupun hand sanitizer hingga menerapkan physical distancing atau menjaga jarak aman.


Covid-19 terdeteksi menginfeksi warga Indonesia pada awal Maret 2020. Sejak saat itu, banyak pihak yang turun tangan membantu pemerintah. Baik dengan membuka donasi untuk tenaga medis, buruh harian hingga membagikan hand sanitizer secara gratis ke masyarakat.


Rahmad Yasir Nasution termasuk warga yang ikut serta membantu pemerintah memerangi Covid-19. Warga Medan ini membagikan 1.000 botol hand sanitizer secara gratis ke masyarakat yang tetap beraktivitas di luar rumah.


"Tadi sudah kami bagikan ada 1.000 botol. Sasarannya abang ojol, penjaga parkir, sopir, penyedia tiket, hingga pedagang kaki lima. Mereka ini termasuk yang rentan (terpapar Covid-19)," ujar Yasir di Medan, Rabu (25/3/2020).


Hand sanitizer yang dibagikan merupakan racikan apoteker yang menjadi relawan. Peracikan berlangsung di toko pakaian miliknya, RYN Boutique di Jalan Dr Mansur, Medan.


Yasir menambahkan, dana membuat hand sanitizer itu 20 persennya bersumber dari donasi masyarakat. Dia berharap, semakin banyak masyarakat yang terlibat membantu pemerintah melawan virus yang sudah menginfeksi lebih dari 350 ribu orang di seluruh dunia.


"Melawan Covid-19 ini memang tidak bisa pemerintah sendirian. Kita, masyarakat kalau mampu, ya harus terlibat juga. Berdonasikah, turut serta mengedukasi masyarakat untuk rajin membersihkan tangan, atau berdiam diri di rumah agar penyebaran virus bisa ditekan," tegas Yasir.


Yasir juga berharap masyarakat tidak menyepelekan dampak paparan Covid-19. Dia masih melihat adanya masyarakat kumpul-kumpul yang terkesan mengabaikan anjuran pemerintah.


"Ayolah, ini dampaknya gak sepele. Gak cuma bikin sakit dan merenggut nyawa, tapi pengaruh juga ke perekonomian kita. Kalau ini cepat selesai, tidak ada lagi korban nyawa melawang, kita bisa kerja normal lagi, ekonomi muter lagi," pungkasnya.


Sementara itu, kasus positif Covid-19 di Indonesia hingga sore tadi mencapai 790 kasus dengan 58 di antaranya meninggal dunia dan 31 lainnya dinyatakan sembuh. Sejumlah daerah di Indonesia juga sudah menetapkan Status Darurat Covid-19. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook