Selasa, 07 Juli 2020 WIB

Bayi Lahir Dengan Otak di Luar Tempurung Kepala di Mandailing Natal

MS PutraSenin, 18 November 2019 23:29 WIB
MS Putra
Kondisi bayi yang lahir dengan otak di luar tempurung kepala (Anenchepali), Senin (18/11/2019).

Indomedia.co - Warga Mandailing Natal (Madina) kembali dihebohkan dengan
kelahiran bayi dengan kelainan otak di luar tempurung kepala (Anenchepali).




Bayi
berjenis kelamin perempuan yang merupakan anak dari pasangan Desmawita
(35) dan Soki Btr (43) warga Desa Aek Garingging, Kecamatan Lingga Bayu,
Kabupaten Madina, Provinsi Sumatera Utara, lahir pada Senin (18/11/2019).




Anak tersebut lahir
dengan berat badan 3.200 gram dan panjang 50 cm mempunyai kelainan dengan otak
di luar tempurung kepala.




Sebelumnya, seorang
bayi asal Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Madin, lahir dengan kelainan usus di
luar (Gastroschisis), dan sempat rujuk ke rumah sakit di Padang, Sumatera Barat.




Kepala Bidang
Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Madina dr Nondang Eflita, kepada
wartawan menyampaikan, saat lahir bayi tersebut difasilitasi oleh petugas
kesehatan di salah satu bidan mandiri secara spontan yang ada di daerah
tersebut.




Anak malang tersebut
saat ini sudah dirujuk ke RSUD Panyabungan dan ditangani oleh dokter spesialis
anak, dan dokter bedah, dan direncanakan kembali dirujuk ke salah satu rumah
sakit di Padang.




Saat ditanya apakah pekerjaan
orang tua bayi sehari-hari terkait dengan aktifitas tambang, dr Nondang Eflita menyebutkan
orang tua bayi bekerja sebagai pelukis dan tambal ban.




"Namun kalau
terkait air minum yang dikonsumi terkontaminasi dengan air pertambangan, saya
belum tau pastinya," ujarnya.




Dari data yang didapat
dalam kurun dua tahun belakangan ini sudah ada enam bayi baru lahir yang
menurut hasil diagnosa mengalami cacat bawaan Omphalocele, Anencephali,
Cyclopia, Gastroschicis dan Anencephaly.




Cacat bawaan bayi
lahir ini kuat dugaan akibat penggunaan bahan kimia secara liar pada aktifitas
pertambangan yang ada di kawasan itu.




Saat ini banyak kebun,
sawah di beberapa wilayah pada kabupaten itu yang dijadikan tempat pengambilan
emas sehingga telah merusak lingkungan.




Selain itu pada
beberapa titik di wilayah itu banyak juga berdiri bebas alat pemisah biji emas
(galundung) dengan menggunakan bahan kimia merkuri.




Menyikapi tersebut hal
tersebut Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution telah mengeluarkan Surat
Edaran Nomor: 540/3521/TUPIM/2019 tentang Pertambangan Liar.




Dahlan menyampaikan,
dua tahun belakangan ini telah ada enam bayi yang lahir dengan anggota tubuh
yang tidak wajar.




“Tiga ibu dari enam orang
tersebut sempat saya wawancarai, bahwa pengakuan mereka memang mereka bekerja
di mesin atau galundung pemisah bebatuan dengan emas yang menggunakan zat
kimia," ungkapnya.




Terkait hal itu, Bupati
Madina mengimbau masyarakat yang beraktifitas dengan tambang yang menggunakan
zat kimia, supaya dikurangi. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook