Ahad, 12 Juli 2020 WIB

BBKSDA Sumut Musnahkan Ribuan Ekor Belangkas

M JawiKamis, 07 Februari 2019 13:28 WIB
Istimewa
BBKSDA Sumut memusnahkan 7 ribu ekor belangkas di Kantor Balai Gakkum LHK Sumut hasil tangkapan TNI AL.

Indomedia.co - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara memusnahkan 7 ribu ekor belangkas di Kantor Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Sumut hasil tangkapan TNI Angkatan Laut (AL) di perairan Aceh Tamiang pada Selasa (29/1/2019) lalu.


"Setelah pihak Angkatan Laut Lantamal I Belawan menyerahkan hasil tangkapan tersebut, kemudian barang bukti tersebut kita musnahkan dengan cara menguburkannya di halaman Kantor Gakkum Wilayah Sumut," kata Kasi Perencanaan Perlindungan dan Pengawasan BBKSDA Sumut Amenson Girsang di Medan, Kamis (7/2/2019).


Amenson menjelaskan bahwa rencananya ribuan ekor belangkas tersebut akan diselundupkan ke Thailand melalui perairan Aceh. Namun, sebelum diselundupkan petugas dari Koarmada 1 Angkatan Laut berhasil mengamankannya.


"Ribuan belangkas itu akan dikirim ke Thailand," jelasnya.


Karena ini hasil penyidikan bersama, maka nantinya akan ada dua undang-undang yang akan dipakai. Angkatan Laut akan melakukan penyidikan dengan UU Perikanan, dan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan menggunakan UU Nomor 5 Tahun 90  sesuai dengan kewenangan masing-masing penyidik.


"Sejauh ini 3 orang tersangka telah ditahan oleh petugas AL Lantamal I Belawan dan masih dalam proses penyidikan lebih lanjut," ungkap Amenson.


Amenson menambahkan bahwa perburuan terhadap belangkas yang termasuk satwa dilindungi ini kian marak dilakukan. Karena mengingat pasar terhadap satwa belangkas ini cukup tinggi di Thailand.


"Saat ini harga satu ekor belangkas dijual dengan harga Rp500 ribu kepada negara yang memesannya. Oleh karena itulah alasan para pelaku melakukan aksi perdagangan ini," tambahnya.


Untuk diketahui bahwa penangkapan tersebut dilakukan saat petugas Koarmada 1 Angkatan Laut melakukan patroli pada Selasa (29/1/2019) sore. Petugas yang saat itu patroli menggunakan KRI Patimura mencurigai keberadaan KM Lumba-lumba dengan nomor lambung GT 20 No 221/QQD berada di perairan Aceh Tamiang.


Petugas kemudian memeriksa kapal tersebut dan menemukan di dalam palka kapal sedikitnya 7 ribu ekor belangkas dalam kondisi mati. Selain itu, kapal itu juga tidak dilengkapi dokumen. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook