Jumat, 03 April 2020 WIB

Bea Cukai Kualanamu Ungkap 133 Kasus, 'Sex Toys' Mendominasi

Suwardi SinagaSenin, 17 Februari 2020 20:58 WIB
Istimewa
Kepala KPPBC TMP B Kualanamu Elfi Haris memperlihatkan kotak hitam bertuliskan S Gold Coffee, dalam konferensi pers, di Aula KPPBC TMP B Kualanamu, Senin (17/2/2020) siang.

Indomedia.co - Selama periode Januari 2020, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) B Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, mengungkap 133 kasus.


"Selama periode Januari, Bea dan Cukai Kualanamu melakukan penindakan sebanyak 133 kasus, terdiri dari alat bantu seks atau sex toys, alat kesehatan, hingga olahan bahan makanan yang mengandung sibutramin," kata Kepala KPPBC TMP B Kualanamu Elfi Haris, dalam konferensi pers, di Aula KPPBC TMP B Kualanamu, Senin (17/2/2020) siang.


Dijelaskan, dari barang-barang tersebut, yang paling dicegah masuk adalah sebuah barang yang dikemas dalam kotak hitam bertuliskan S Gold Coffee yang berfungsi sebagai pelangsing.


"Yang dicegah sebenarnya ini yang agak sensitif juga di kita, pelangsing sebenarnya. Tapi oleh Balai POM sudah ada peraturan yang melarangnya masuk. Ini impor. Ada (kandungan) sibutramin itu kalau dikonsumsi itu efeknya ke jantung," katanya.



Halaman :
Editor: Suwardi Sinaga

Berita Terkait
    Komentar
    0 Komentar
    Silakan Login untuk memberikan komentar.
    Komentar Facebook