Sabtu, 14 Desember 2019 WIB

Bupati Mandailing Natal Terbitkan Surat Edaran Terkait Penertiban Tambang Liar

MS PutraSenin, 18 November 2019 23:42 WIB
Istimewa
Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution.

Indomedia.co - Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution menerbitkan Surat Edaran Nomor: 540/3521/TUPIM/2019 tentang Pertambangan Liar di Kabupaten Mandailing Natal.


Surat edaran tertanggal 18 November 2019 tersebut untuk menyikapi maraknya aktifitas tambang liar sehingga adanya enam bayi yang lahir dengan memiliki anggota tubuh yang tidak wajar di Mandailing Natal.


Dalam surat edaran yang tersebut diinstruksikan kepada seluruh pejabat di lingkungan Pemkab Madina, dalam setiap tingkatan agar menyampaikan larangan pertambangan liar di wilayah hukum Mandailing Natal.


Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution kepada wartawan mengatakan, dalam kurun waktu dua tahun ini ada enam orang anak yang lahir dengan anggota tubuh yang tidak wajar. Yang terakhir lahir di Desa Lancat, Kecamatan Lingga Bayu, yang lahir dengan kelainan otak di luar tempurung kepala (Anenchepali).


Dijelaskan Bupati berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa ibu para bayi tersebut diperoleh penjelasan bahwa keseharian mereka bekerja pada mesin/galundung atau alat pemisah bebatuan menjadi emas dengan memakai zat kimia.


“Terkait itu saya sudah membuat surat edaran agar dihentikan dulu semua aktifitas tambang liar ini, karena menurut akal pikiran saya bisa saja kejadian ini akibat tambang-tambang tersebut," ucapnya.


Pada saat rapat di Jakarta membahas keberadaan tambang liar, Bupati menyampaikan permohonan agar diberikan jalan keluar kepada masyarakat yakni dengan membuat titik-titik tambang rakyat dengan catatan pengolaannya tidak lagi menggunakan bahan kimia.


“Tiga hari yang lewat saya sudah melaksanakan rapat dengan pemerintah pusat membahas keberadaan tambang liar ini. Di situ saya memohon agar diberikan jalan keluar kepada masyarakat yakni dengan membuat titik-titik tambang rakyat dengan catatan pengolahannya tidak lagi menggunakan bahan kimia," jelasnya.


Keberadaan tambang liar tersebut sudah menjadi perhatian banyak pihak. Pemerintah daerah berharap agar pemerintah pusat dan provinsi untuk turun. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook