Selasa, 07 Juli 2020 WIB

Bupati Mandailing Natal Terbitkan Surat Edaran Terkait Penertiban Tambang Liar

MS PutraSenin, 18 November 2019 23:42 WIB
Istimewa
Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution.

Indomedia.co - Bupati
Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution menerbitkan Surat Edaran Nomor: 540/3521/TUPIM/2019
tentang Pertambangan Liar di Kabupaten Mandailing Natal.




Surat edaran
tertanggal 18 November 2019 tersebut untuk menyikapi maraknya aktifitas tambang
liar sehingga adanya enam bayi yang lahir dengan memiliki anggota tubuh yang
tidak wajar di Mandailing Natal.




Dalam surat edaran
yang tersebut diinstruksikan kepada seluruh pejabat di lingkungan Pemkab
Madina, dalam setiap tingkatan agar menyampaikan larangan pertambangan liar di
wilayah hukum Mandailing Natal.




Bupati Madina Dahlan
Hasan Nasution kepada wartawan mengatakan, dalam kurun waktu dua tahun ini ada enam
orang anak yang lahir dengan anggota tubuh yang tidak wajar. Yang terakhir lahir
di Desa Lancat, Kecamatan Lingga Bayu, yang lahir dengan kelainan otak di luar
tempurung kepala (Anenchepali).




Dijelaskan Bupati berdasarkan
hasil wawancara dengan beberapa ibu para bayi tersebut diperoleh penjelasan
bahwa keseharian mereka bekerja pada mesin/galundung atau alat pemisah bebatuan
menjadi emas dengan memakai zat kimia.




“Terkait itu saya
sudah membuat surat edaran agar dihentikan dulu semua aktifitas tambang liar
ini, karena menurut akal pikiran saya bisa saja kejadian ini akibat
tambang-tambang tersebut," ucapnya.




Pada saat rapat di Jakarta
membahas keberadaan tambang liar, Bupati menyampaikan permohonan agar diberikan
jalan keluar kepada masyarakat yakni dengan membuat titik-titik tambang rakyat
dengan catatan pengolaannya tidak lagi menggunakan bahan kimia.




“Tiga hari yang lewat
saya sudah melaksanakan rapat dengan pemerintah pusat membahas keberadaan
tambang liar ini. Di situ saya memohon agar diberikan jalan keluar kepada
masyarakat yakni dengan membuat titik-titik tambang rakyat dengan catatan
pengolahannya tidak lagi menggunakan bahan kimia," jelasnya.




Keberadaan tambang
liar tersebut sudah menjadi perhatian banyak pihak. Pemerintah daerah berharap
agar pemerintah pusat dan provinsi untuk turun. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook