Rabu, 15 Juli 2020 WIB

Bupati Tapteng Launching Penyaluran BST Kemensos di Luar Penerima PKH

Suwardi SinagaSelasa, 12 Mei 2020 23:58 WIB
Istimewa
Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani didampingi Ketua DPRD Tapteng Khairul Kiyedi Pasaribu launching penyaluran BST, di Kantor Bupati Tapanuli Tengah, Pandan, Senin (11/5/2020).

Indomedia.co - Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Bakhtiar Ahmad Sibarani didampingi Ketua DPRD Tapteng Khairul Kiyedi Pasaribu launching penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST), di Kantor Bupati Tapanuli Tengah, Pandan, Senin (11/5/2020). BST ini bersumber dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI).

Pada kesempatan itu, Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani menyampaikan BST dari Kemensos disalurkan melalui kantor pos.

"Kepada masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah, kami sampaikan bahwa hari ini kami melepas pihak kantor pos yang akan menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) terkait Covid-19, masing-masing memperoleh Rp600 ribu selama tiga bulan. Alhamdulillah, Kabupaten Tapanuli Tengah mendapatkan 14.356 KK di luar PKH, yang uangnya langsung diserahkan Kementerian Sosial ke melalui kantor pos langsung kepada yang bersangkutan. Karena pos yang menerima uangnya dan poslah yang mengantarkan undangannya langsung ke alamat yang sudah diberikan namanya oleh Kementerian Sosial dan uangnya tersebut akan diambil di kantor pos. Jadi tidak ada dari pihak Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, mulai dari bupati hingga kepling yang memegang dananya, jadi jangan ada fitnah. Uang yang telah sampai ke kantor pos sampai hari ini masih untuk 7.608 KK, sisanya akan dikirim secara bertahap oleh Kementerian Sosial. Kalau ada nanti namanya tercantum tapi memiliki ekonomi yang baik, karena datanya ini dari Kementerian Sosial, kami harapkan ini tidak diterima, agar bisa nanti kita usulkan untuk disalurkan ke masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Kami periksa datanya, ini ada yang memiliki mobil dan ada juga yang memiliki rumah sendiri dan kaya. Jadi ini tak layak dibantu dan saya jamin dia ini tidak mau menerima itu," kata Bupati.

"Ini sama dengan PKH, karena PKH itu yang mendata Pendamping PKH, bukanlah kepala desa, lurah dan bukan juga Kadis Sosial. Kita hanya memberi saran, itu pun kalau diterima mereka. Saudara-saudara, kami selalu punya statement, siapapun yang lapar akibat terkait Covid 19, kami yakin Tapanuli Tengah tidak ada ini yang lapar, tapi kalau yang pilih-pilih bantuan itu banyak. Ada beberapa orang yang pilih-pilih bantuan, jadi apabila Bapak mendapat bantuan Rp600 ribu ini tapi merasa tidak layak harap bantuannya dikembalikan," tutur Bupati.

"Saya, Sekda, dan Kadis Sosial Tapteng sudah berbicara dengan Kadis Sosial Provinsi yang dijembatani oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara Rahmansyah Sibarani, kita mendapat 36.506 KK bantuan sembako dari Provinsi Sumatera Utara. Kami Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah sudah melakukan segala cara dan yang sudah di-cover oleh Pemerintah Tapteng serta yang dibayarkan oleh Pemkab Tapteng itu sebanyak 40.000 paket. Tapi pihak rekanan memberikan 41.500 paket dengan kata lain ada 1.500 paket sembako yang diberikan rekanan penyedia barang secara gratis, kita tidak melakukan swakelola dan kami tidak mau membuat swakelola karena untuk menghindari fitnah dan datanya bisa dicek. Apabila ada masyarakat yang membutuhkan bantuan, mungkin dia belum mendapat bantuan bisa disampaikan karena kami memiliki akun Facebook, ada akun Bakhtiar Ahmad Sibarani, akun Humas Tapteng, dan akun Dinas Komunikasi dan Informatika Tapteng. Akun Bakhtiar Ahmad Sibarani itu dikelola oleh adik-adik saya, ada lima adminnya yang akan mengecek setiap hari. Jadi sampaikan saja, dengan syarat harus menggunakan akun asli dan harus orangnya langsung jangan akun palsu agar kami tau kemana akan kami salurkan kalau itu akun asli. Jadi jangan mengadu ke grup Facebook yang didanai oleh bandar narkoba yang akun disitu pun 70% akun palsu, yang mana palsu ini adalah perbuatan setan. Karena apabila ada akun palsu, yang kasihan itu orang tuanya, karena dia itu tidak mengakui orang tuanya dan malu membuat nama yang diberikan orang tuanya dan masyarakatpun jangan mengomentari itu, masa kita percaya dengan akun setan. Karena akun-akun sudah kita laporkan dan kita cek, ternyata orangnya itu itu juga," ungkap Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani.

"Jadi kami sampaikan lagi bahwa bantuan yang Rp600 ribu itu disalurkan melalui kantor pos. Jangan ada lagi yang menfitnah, bagi yang suka menfitnah segera minta maaf sebelum pintu maaf ditutup. Dari awal saya tidak mau itu disalurkan oleh kepala desa untuk menghindari fitnah makanya lewat kantor pos. Terkait bantuan dari Dana Desa di luar dari PKH dan penerima bantuan dari Kementerian Sosial itu mendapat bantuan Dana Desa dan itupun ada kategorinya. Kalau dibaca semua kategorinya itu, sulit dicari di Tapteng ini yang sesuai dengan kategori itu, kalau ada, hanya beberapa orang saja. Jadi sudah saya Intruksikan agar kategori itu dipelajari, kalau memang bisa dibantu, agar segera dibantu, dan juga sudah saya sampaikan kalau boleh 5.000 KK atau 10.000 KK dapat dibantu dari Dana Desa agar semua ter-cover. Terkait ada yang mengatakan terjadi penipuan karena perbedaan karungnya, dari awal sudah kami sampaikan kami ingin ini bergerak cepat agar bantuan ini sampai ke masyarakat. Jadi jangan dilihat karungnya tapi lihat isinya, yang penting berasnya sesuai dengan harga jadi tidak ada yang kita tipu, cuma bungkusnya saja yang beda, bahkan ada lagi itu bungkus plastik agar bantuan ini cepat sampai ke masyarakat," lanjut Bupati Tapanuli Tengah.

"Yang dianggarkan pemerintah itu yang 40.000 KK, kalau yang 17.000 KK itu berasal dari uang pribadi Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Staf Ahli, Asisten, Pimpinan OPD, Camat hingga Lurah dan Kepala Desa. Kalau ada yang mengatakan kenapa ini pakai tempat, biar masyarakat tau ini bantuan Bupati dan Wakil Bupati yang mereka itu adalah Pemerintah. Beda dengan bantuan pribadi Bupati. Hari ini kita bukan pesta tapi sedang menghadapi Covid. Jadi kalau ada yang mengatakan Beras itu busuk, dari awal kami sudah sampaikan kalau ada yang busuk itu agar segera dilaporkan agar segera diganti, karena minggu kemarin juga juga ada di Kecamatan Sarudik 600 sak berasnya rusak dan 120 sak beras rusak di Siantar CA, yang semuanya ini sudah diganti oleh penyedia barang. Jadi waktu penyaluran ini ada yang kena hujan. Yang menyalurkan itu Dinas Sosial bukan Penyedia Barang. Jadi jangan banyak yang komentar yang dibutuhkan sekarang yang memberikan bantuan, karena komentar ini tidak bisa digoreng dan tidak bisa dimakan," tutur Bupati.

"Kalau ada mantan Pimpinan DPRD Tapteng yang berkomentar, itu sah-sah saja karena diakan tidak berada di Kabupaten Tapanuli Tengah, dia tidak tau apa yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah. Mungkin dia membaca dari akun palsu. Karena sekarang saya lihat caranya dibuat dulu di akun palsu baru di-share. Jadi mereka mengatakan berita berasal dari akun palsu, jadi tidak sehat. Kita curiga, jangan-jangan adminnya ini yang membuat akun palsu, kenapa kok akun palsu ini dibiarkan. Tapi kenapa ya ada akun palsu ini merasa dikatakan didanai bandar narkoba, jadi jangan merasa kalau tidak ya. Jadi untuk mantan Pimpinan DPRD Tapteng, terima kasih atas kritikannya tapi kalau boleh berilah bantuan kepada masyarakat. Jadi ada juga baru-baru ini kejadian di Barus, itu Boru Habeahan dia berkomentar kalau dia baru ini mendapatkan bantuan, padahal orang tuanya selalu mendapat bantuan tahun lalu ibunya mendapatkan Rp600 ribu bantuan zakat, kenapa tahun lalu dia belum mendapat karena pada saat itu dia masih anak gadis sampai orang tuanya meminta maaf," beber Bupati Tapanuli Tengah.

Pelaksanaan launching penyaluran BST turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Tapteng Hendri Susanto Lumbantobing, Asisten Administrasi dan Umum Herman Suwito, Kepala Pelaksana BPBD Sarifuddin Ananda Nasution, Kadis Sosial Parulian Sojuangon Panggabean, Kadis Kominfo Dedy Sudarman Pasaribu, Kabag Protokoler dan Komunikasi Pimpinan Darwin Pasaribu, dan Kepala Kantor Pos Cabang Sibolga dan Unit Pandan serta jajaran. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook