Kamis, 04 Juni 2020 WIB

Data Penumpang Bocor, Kementerian Kominfo Minta Lion Air Group Lakukan Pengamanan

Jumat, 20 September 2019 11:57 WIB
Facebook Lion Air Group
Pesawat Lion Air.

Indomedia.co - Kementerian Komunikasi dan Informatika
(Kominfo) meminta perusahaan penerbangan Lion Air Group untuk mengambil langkah
pengamanan data pribadi penumpang. Pihak Kominfo juga menegaskan kesiapan
membantu penyelesaian masalah kebocoran data penumpang yang dialami Lion Air
Group.




“Kami sudah bertemu
dan berkoordinasi untuk mendapatkan klarifikasi dari Lion Grup,” ujar Dirjen
Aplikasi Informatika (Aptika) Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan
usai bertemu dengan perwakilan Lion Air, di Kantor Kementerian Kominfo,
Jakarta, Kamis (19/9/2019).




Dilansir dari sius
resmi Setkab RI, Jumat (20/9/2019), menurut Dirjen Aptika pihak Lion Air Grup telah membenarkan
adanya kejadian kebocoran data penumpang dari dua maskapai, yakni Malindo Air
dan Thai Lion Air yang beroperasi dari Malaysia. Saat ini, Lion Air telah
melaporkan ke otoritas di Malaysia atas kejadian hacking dan tengah melakukan
penyidikan.




Kementerian Kominfo,
kata Semuel, juga belum mengetahui secara pasti berapa jumlah kebocoran data
penumpang tersebut. Pihaknya masih menunggu hasil investigasi. Namun, data
penumpang tersebut saat ini sudah diamankan.




“Berapa jumlahnya kita
belum tahu, lagi diinvestigasi. Tapi saat ini posisi daripada data-data
konsumer dari Lion sudah diamankan. Hal ini juga sudah dilaporkan kepada
otoritas di Malaysia untuk dilakukan investigasi, karena lokus kejadiannya di
sana. Jadi kita harus menunggu dari hasil investigasi,” ujar Semuel.




Semuel menduga ada
oknum yang melakukan hacking dalam
kasus kebocoran data penumpang Lion Air Group. Ia mengingatkan kasus kebocoran
data penumpang ini termasuk bagian dari illegal
akses, sehingga oknum terkait bisa mendapatkan sangsi pidana sesuai dengan
beleid yang berlaku.




“Siapapun yang
melakukan illegal access itu juga ada
sanksi pidananya, dan itu bagian dari perlindungan data pribadi. Bagi
pengendali harus juga memastikan sistemnya aman, tapi juga siapapun yang
melakukan illegal akses apalagi
membocorkan data, kita sedang selidiki siapa yang bertanggung jawab,” tambah
Semuel.




Secara khusus Dirjen
Aptika menegaskan penerapan perlindungan data pribadi dilakukan dengan prinsip
keseimbangan.




“Kita membuat
keseimbangan, di satu sisi semua penyelenggara memastikan sistemnya andal, dan
siapa yang punya keinginan jahat akan berhadapan dengan hukum. Yang perlu
dilakukan oleh pengelola data semua harus diperkuat, SOP-nya dan pengamanan
datanya,” ungkapnya.




Sementara itu, Managing
Director Lion Air Group Daniel Putut Kuncoro Adi mengatakan, pihak Lion Air
Group dalam hal ini juga menjadi korban atas kebocoran data pribadi penumpang.




“Memang kami dalam hal
ini menjadi korban, dan begitu informasi ini menjadi viral dalam bentuk screenshot, kami langsung
menindaklanjuti dengan semua administrator kami, dan juga langsung mengamankan
pada hari itu juga seluruh data,” kata Putut.




Saat ini, langkah yang
diambil oleh Lion Air adalah mengambil aksi pelaporan dan tuntutan hukum bagi
pelaku pencurian dan pembocoran data penumpang.




“Kami bisa pastikan
sampai dengan saat ini data penumpang itu sudah tidak bocor lagi pada yang
lain-lainnya. Dan begitu berita ini viral langsung kami melakukan legal action kepada pihak berwenang di
Malaysia dan sedang dalam proses investigasi,” tambah Putut.




Berkaitan dengan
data-data warga negara Indonesia atas kejadian tersebut, Putut mengatakan bahwa
pihak Lion Air juga belum mengetahui berapa jumlah data yang bocor. Kalaupun
data yang beredar Lion Air juga memastikan data-data tersebut aman.




“Jadi data-data orang
Indonesia pun kita belum tahu jumlahnya berapa, karena seperti yang kita semua
ketahui bahwa nama-nama itu masih ditutup jadi kita sedang menginvestigasi. Ke
depan kami pastikan data penumpang itu aman,” pungkas Putut. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook