Ahad, 20 Oktober 2019 WIB

Densus Tangkap 2 Tersangka Yang Bantu Merakit Bom Kartasura

Selasa, 11 Juni 2019 21:36 WIB
tribratanews.polri.go.id
Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra memperlihatkan foto kedua tersangka yang ditangkap, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (10/6/2019).

Indomedia.co - Densus 88 Antiteror Polri menangkap dua tersangka yang membantu merakit bom yang meledak di posko pengamanan lebaran di wilayah Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.


Penangkapan dua terduga teroris di Lampung dan Sukoharjo ini merupakan hasil penyidikan tim Densus 88 Antiteror terhadap pelaku ledakan bom bunuh diri yang terjadi di pospam Kartasura tersebut. Keduanya melarikan diri setelah melihat aksi RA gagal. Hingga kini, kedua terduga yang ditangkap masih menjalani pemeriksaan intensif tim Densus 88.


"Pertama, dilaksanakan di Lampung, yang diamankan adalah tersangka AA alias Umar (30). Kemudian sebelumnya juga ditangkap di Sukoharjo tersangka S (31). Kedua tersangka ini merupakan bagian dari pelaksanaan aksi bom bunuh diri di Kartasura tersebut," kata Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (10/6/2019).


Dilansir dari situs resmi Polri, Kabagpenum mengatakan tersangka AA ditangkap di Lampung pada Ahad (9/6/2019). Sedangkan S dibekuk di daerah Sukoharjo. Keduanya mengetahui dan membantu rencana aksi bom bunuh diri yang dilakukan RA pada 3 Juni lalu.


"Peran dari kedua tersangka ini, pertama adalah dia mengetahui rencana aksi yang dilakukan oleh RA untuk melakukan aksi upaya bom bunuh diri di depan pos pantau Sukoharjo pada 3 Juni lalu. Kedua tersangka ini juga merupakan bagian orang-orang yang turut secara bersama-sama merakit bom yang akan diledakkan pada 3 Juni itu," jelas Kabag Penum.


Kabagpenum mengatakan, awalnya, RA tidak menjelaskan secara terbuka perihal pelaksanaan aksinya tersebut. Namun, setelah diperiksa secara intensif, aksi bom bunuh diri tersebut terjadi dari hasil kerja ketiga orang tersebut.


"Jadi secara keseluruhan Densus 88 telah mengungkap kasus ini yang di mana awalnya kita menyimpulkan ini adalah sebuah upaya lone wolf. Tapi ternyata setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif, dapat diungkapkan bahwa kasus ini terjadi karena adanya sebuah kerja sama dari tiga tersangka tersebut," terang Kabagpenum. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook