Rabu, 15 Juli 2020 WIB

Dua Kelompok Pendemo Bentrok di Kantor Bupati Tapsel

Saut Togi RitongaSenin, 16 September 2019 22:30 WIB
Saut Togi Ritonga
Dua kelompok pendemo terlibat bentrok di Kantor Bupati Tapsel, Senin (16/9/2019).



Indomedia.co - Aksi unjuk rasa massa Aliansi Mahasiswa
Pejuang Rakyat (Ampera) di depan Kantor Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel)
berujung bentrok dengan massa Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Tapanuli
Selatan-Kota Padangsidimpuan, Senin (16/9/2019).




Bentrok kedua kelompok
berawal ketika kedua kubu mahasiswa sama-sama melakukan aksi unjuk rasa di Kantor
Bupati Tapsel. Aksi saling ejek tidak terelakkan.




Sempat terjadi aksi
saling dorong bahkan saling serang hingga saling pukul. Tak pelak suara
tembakan peringatan dari aparat sempat terdengar untuk menenangkan kedua
kelompok yang terlihat sama-sama sudah terbawa emosi.




Massa Ampera berunjuk
rasa di depan Kantor Bupati Tapsel mendesak Bupati mencopot Dirut RSUD Sipirok
Firdaus Batubara serta mendesak Kasatpol PP untuk bertanggung jawab atas
perilaku sewenang-wenang petugas Satppol PP yang telah menganiaya anggota
Ampera dalam aksi massa pekan lalu di gerbang perkantoran Pemkab Tapsel.




Dalam waktu bersamaan
sekira pukul 12.00 WIB, massa HMI datang memberikan dukungan kepada Pemkab
Tapsel, khususnya Sekda Tapsel Parulian Nasution yang juga sebagai Ketua KAHMI
Tapsel untuk melanjutkan program pembangunan Tapsel.




Selain itu massa HMI
mengecam oknum yang telah melecehakan HMI dan KAHMI, karena tidak ada alumni
HMI yang sebagai penjahat.




Menanggapi bentrok
massa HMI dan Ampera tersebut, Sekretaris Umum HMI Cabang Tapsel-PSP Perwira
Siregar kepada wartawan mengatakan turut perihatin atas aksi unjuk rasa yang
berujung tidak kondusif tersebut, apalagi sampai ada jatuh korban luka luka.




Diungkapkan Perwira,
terkait unjuk rasa yang dilakukan oleh HMI Cabang Tapsel-PSP diakuinya tidak
banyak pengurus yang mengetahui aksi tersebut, jadi aksi unjuk rasa yang
diinisiasi oleh HMI Cabang Tapsel- PSP dapat disimpulkan tidak melalui Rapat
Harian (Rahar) Pengurus Cabang.




"Banyak di antara
kita pengurus tidak mengetahui aksi unjuk rasa tersebut. Jadi saya dan rekan
lainnya menyimpulkan aksi itu tanpa Rahar Pengurus Cabang," ujar Perwira.




Disamping itu selaku
Sekretaris Perwira Siregar mengajak HMI dan KAHMI untuk tetap solid dan tidak
terpecah bela apalagi sampai terprovokasi oleh orang-orang yang tidak
bertanggung jawab. Karena sesungguhnya tidak ada pelecehan ataupun tindakan
tidak menyenangkan kepada HMI dan KAHMI secara kelembagaan. (***)



Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook