Ahad, 12 Juli 2020 WIB

Forum Lintas Agama Sepakat Keributan di Deli Serdang Selesai Secara Damai

Suwardi SinagaJumat, 01 Mei 2020 23:36 WIB
Istimewa
Tokoh berbagai agama berdiskusi bersama Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin, di Aula Rapat Mapolda Sumut, Jalan Sisingamangaraja XII Km 10,5, Medan, Jumat (1/5/2020).
Indomedia.co - Forum Lintas Agama Sumatera Utara (Sumut) sepakat masalah keributan di Batangkuis, Kabupaten Deli Serdang, diselesaikan secara damai.

Kesepakatan damai itu disampaikan saat masing-masing tokoh berbagai agama berdiskusi bersama Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin, di Aula Rapat Mapolda Sumut, Jalan Sisingamangaraja XII Km 10,5, Medan, Jumat (1/5/2020).

Seperti diungkapkan Ustaz Akhmad Khambali, tujuan diskusi bersama Kapolda Sumut untuk menciptakan suasana kamtibmas serta kerukunan umat beragama di Sumut tetap harmonis dan kondusif.

"Selain itu, kedatangan kami para tokoh agama untuk menjelaskan bahwa keributan yang terjadi di daerah Batangkuis, Kabupaten Deli Serdang, diselesaikan secara damai," ungkapnya.

Menurutnya, keributan yang terjadi karena kesalahpahaman antara pedagang tuak saat bulan puasa, dan aksi main hakim sendiri oleh ormas.

"Saya yakin Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin, dapat menyelesaikan masalah kesalahpahaman itu dengan damai," tuturnya.

Hal senada disampaikan oleh Tokoh Masyarakat Batak Raja Oloan Sinambela. Ia meminta masyarakat untuk tidak terpancing isu yang dapat memecah bela suasana kedamaian yang terjalin baik di Sumut.

"Kita percayakan penyelesaiannya kepada Polda Sumut. Oleh karena itu, saya meminta seluruh warga Batak untuk tidak terprovokasi terhadap isu-isu yang dapat menggangu ketentraman umat beragama," tegasnya.

Sementara itu, Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin mengucapkan terima kasih kepada tokoh agama yang turut membantu menyelesai masalah kesalahpahaman tersebut.

"Dengan hadirnya para tokoh lintas agama berdiskusi saya yakin Polda Sumut tidak sendiri untuk menyelesaikan permasalahan menjaga suasana kerukunan umat beragama tetap kondusif," akunya.

Keributan di Batangkuis, menurutnya, kedua belah pihak sama-sama salah. Artinya, pemilik warung tetap menjual tuak pada bulan puasa, lalu pihak ormas bertindak di luar kewenangannya dengan melakukan sweeping.

"Kita akan menyelesikan kasus kesalahpahaman ini dengan baik. Kedua belah pihak diminta untuk mengakui kesalahannya," pungkasnya. (***)
Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook