Senin, 01 Juni 2020 WIB

Gempa M 6,8 Guncang Maluku, Tiga Orang Meninggal

Suwardi SinagaKamis, 26 September 2019 22:18 WIB
Istimewa
Salah satu bangunan yang rusak akibat gempa Magnitudo 6,8 yang mengguncang wilayah Maluku, Kamis (26/9/2019) pukul 06.46 WIB.

Indomedia.co
-
Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Nasional
Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan tiga warga meninggal dunia dan tiga
lainnya mengalami luka-luka. Korban tersebut diidentifikasi pascagempa dengan
Magnitudo 6,8 yang terjadi di wilayah Maluku, pada hari ini, Kamis (26/9/2019)
pukul 06.46 WIB.

 

Demikian disampaikan oleh Plt Kepala Pusat
Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo dalam keterangan tertulisnya kepada
awak media.

 

Dijelaskan, korban meninggal akibat tertimpa
reruntuhan bangunan tiga orang yakni Narti Rumain, Mateis Frans, dan Lai Nai.

Sedangkan korban luka tiga orang yakni Djamila
Lasaiba, dan Gamar Assagaf. Korban masih diidentifikasi (warga Desa Waai,
Kabupaten Maluku Tengah).

 

Korban luka Djamila telah mendapatkan perawatan
di Rumah Sakit Al Aqhsa dan lainnya di Puskesmas Air Besar. Sementara itu warga
Kota Ambon ada yang mengungsi ke rumah kerabat terdekat. BPBD setempat masih
melakukan pendataan paska kejadian tadi pagi, jelas Agus.

 

Hingga kini BNPB terus melakukan pemutakhiran
dampak pascagempa. Data yang dihimpun Pusdalops BNPB sebagai berikut.

 

1. Retaknya sambungan Jembatan Merah Putih

2. Kerusakan pada Gedung Rektorat Universitas
Pattimura

3. Kerusakan pada Auditorium Universitas
Pattimura

4. Kerusakan pada Gedung Kampus Universitas
Pattimura Jurusan Kehutanan

5. Dua unit rumah milik warga Desa Toisapu,
Kecamatan Leitimur Selatan, mengalami rusak berat

6. Satu unit Pasar Apung di Negeri Pelau,
Kabupaten Maluku Tengah

7. Retaknya Jalan utama menuju dermaga feri
Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah

8. Kerusakan pada Kampus IAIN dan
mengakibatkan satu orang luka-luka, dan sudah dilarikan ke rumah sakit terdekat

9. Kerusakan pada satu buah masjid di Gunung
Malintang, Kota Ambon

10. Kerusakan pada satu unit rumah masyarakat
di Hative Kecil, Kota Ambon

11. Kerusakan bagian Plafon Gedung BLK

12. Kerusakan pada Gedung Kantor Badan
Ketahanan Pangan Provinsi Maluku

13. Kerusakan pada gedung Gereja Rehoboth

14. Kerusakan pada Gedung Kantor Dinas Sosial
Provinsi Maluku

15. Kerusakan pada bangunan Mal Citi Mal.

 

Pascagempa, BPBD setempat telah melakukan
upaya untuk mensosialisasikan kepada warga untuk tetap tenang. BPBD bersama
mitra di daerah melakukan upaya penanganan darurat kepada para korban
terdampak, papar Agus.

 

Sebelumnya diinformasikan gempa bermagnitudo
6,8 mengguncang wilayah Maluku pada Kamis (26/9/2019) pukul 06.46 WIB. Badan
Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis parameter gempa terjadi
pada 40 km timur laut Ambon-Maluku dengan kedalaman 10 km. BMKG merilis tidak
adanya potensi tsunami.

 

Berdasarkan informasi BMKG, gempa bumi
dirasakan di wilayah Ambon dan Kairatu pada skala intensitas V MMI, di Paso
II-III MMI dan Banda II MMI. BMKG merilis bahwa berdasarkan hasil pemodelan
menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami.

 

Selanjutnya BMKG juga merilis terjadinya gempa
susulan dengan parameter M 5,6. Gempa susulan tersebut terjadi pada pukul 07.39
WIB dengan parameter 18 km timur laut Ambon-Maluku dengan kedalaman 10 km.

 

BNPB mengimbau warga selalu waspada terhadap
gempa-gempa susulan dan tidak terpancing dengan informasi palsu yang dapat
menimbulkan kepanikan maupun ketakutan. Pastikan informasi resmi, seperti yang
bersumber dari pemerintah daerah setempat dan BMKG. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook