Sabtu, 11 Juli 2020 WIB

Harimau Mangsa Sapi Sekdes di Langkat, Anjing Peladang Juga Dimangsa

Suwardi SinagaSabtu, 02 Mei 2020 17:49 WIB
Istimewa
Beru Tarigan menggendong anjingnya.
Indomedia.co - Seorang warga Dusun Tanjung Naman, Desa Lau Damak, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara harus merelakan satu ekor sapinya dimangsa harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) setelah satu hari dicari tidak ketemu.

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wil V Bahorok BBTNGL Palber Turnip ketika dihubungi via telepon mengatakan, awal mulanya, pemilik ternak bernama Hendry Sembiring (30), seorang Sekretaris Desa, pada Kamis (30/4/2020) sore mencari ternaknya.

"Kamis sore dia nyariin, tidak ketemu. Keesokan paginya, Jumat, dia lihat sudah ada bangkainya di situ. Kepala, badan dan kaki terpisah," katanya, Sabtu (2/5/2020).

Atas informasi tersebut pihaknya, bersama dengan tim dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut), WCS-IP, relawan Sumeco, polsek, koramil, pihak kecamatan dan lainnya langsung mengecek ke lokasi dan menemukan sejumlah bukti berupa bangkai sapi, jejak kaki yang diduga harimau dan lainnya.

Untuk mengetahui apakah sapi tersebut dimangsa harimau, pihaknya memasang camera trap di lokasi penemuan bangkai sapi. Dan hasilnya positif, sapi tersebut dimangsa harimau.

"Positif. Tadi sudah kita cek, ada harimau di situ. Dan harimau itu, berbeda dari harimau yang memangsa sapi pada 2019 lalu. Ini jantan, tapi lebih kecil ukurannya," katanya.

Dijelaskannya, pihaknya juga sudah mengecek kembali keberadaan bangkai sapi tersebut dan ternyata sudah bergeser sejauh 100 meter dari lokasi semula ditemukan. Menurutnya, mangsa harimau akan dibiarkan di lokasi sampai habis dimakan dan tidak akan digeser.

"Akan kita biarkan saja di situ sampai dimakan habis semua. Perkiraannya akan habis sampe besok," katanya.

Saat ini, pihaknya masih tetap berada di desa tersebut untuk menenangkan warga sekaligus memastikan tidak ada yang ke ladang sendirian dan mengambil langkah sendiri. Menurutnya, lokasi penemuan tersebut berjarak sekitar 3-4 km dari Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

Menurutnya, di Kecamatan Bahorok, bukan kali ini saja terjadi kasus sapi dimangsa harimau. Kasus sebelumnya terjadi di Tahun 2014, 2018, 2019.

"Ya, jadi ini kasus keempat yang terjadi di Bahorok. Nah, yang sekarang ini sapi milik Sekdes, kalau yang dulu milik warga. Jadi tak susah komunikasinya," katanya.

Tak hanya sapi. Menurut Turnip, tak jauh dari lokasi penemuan bangkai sapi, ada seorang perempuan peladang, Beru Tarigan, yang mengaku sudah kehilangan empat ekor anjingnya dalam sebulan terakhir. Dia pun mengaku sering mendengar auman harimau dari ladangnya.

"Dia malah sudah kehilangan empat anjing. Satu indukan, tiga anakan. Kepala-kepala anjingnya ditemukan. Tersisa tinggal satu ekorlah yang masih hidup. Itulah yang digendongnya terus itu," katanya. (***)
Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook