Kamis, 20 Februari 2020 WIB

Ini Alasan Jokowi Pilih Terawan, Tito, Burhanudin, Hingga Yasonna Jadi Menteri

Jumat, 25 Oktober 2019 16:21 WIB
BPMI Setpres
Presiden Jokowi didampingi Mensesneg Pratikno, buka-bukaan pemilihan anggota Kabinet Indonesia Maju kepada wartawan, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/10/2019) sore.

Indomedia.co - Usai memanggil satu persatu dan memperkenalkan
kepada wartawan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada telah mengangkat dan
mengambil sumpah para menteri Kabinet Indonesia Maju, di Istana Negara,
Jakarta, Rabu (23/10/2019) lalu.




Dilansir dari situs
resmi Setkab RI, dari nama-nama menteri anggota Kabinet Indonesia Maju itu
pemilihan sejumlah nama dianggap cukup mengejutkan. Untuk itu, Presiden Jokowi
menyampaikan penjelasan atas pemilihan sejumlah nama yang dianggap mengejutkan
masyarakat.




1. Menteri Kesehatan dr Terawan Agus Putranto




Presiden Jokowi
menjelaskan, pemilihan dr Terawan Agusputranto sebagai Menteri Kesehatan karena
saat memimpin RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, 
melakukan tugasnya dengan baik.




“Menteri ini titik
beratnya lebih pada pengelolaan, lebih kepada manajemen. Baik itu manajemen
anggaran, baik itu manajemen personalianya yang ada di Kementerian Kesehatan,
baik manajemen mendistribusikan anggaran agar betul-betul bisa dirasakan
manfaatnya oleh masyarakat,” kata Jokowi kepada wartawan, di Istana Merdeka,
Jakarta, Kamis (24/10/2019) sore.




Karena itu, lanjut
Presiden, menterinya harus memiliki pengalaman dan manajemen yang baik.
Presiden mengaku melihat Terawan dalam mengelola RSPAD memiliki kemampuan.




Alasan kedua, Terawan
memiliki rekam jejak yang diakui di dunia internasional, yaitu pernah didaulat
menjadi Ketua International Committee on Military Medicine (ICMM), sebuah
organisasi dokter militer dunia. Selain itu, pengalaman Terawan di lapangan
juga dibutuhkan untuk menghadapi bencana dan ancaman endemik.




“Kita ini selalu
berada dalam posisi bencana dan ancaman endemik di Indonesia masih ada. Saya
lihat waktu beberapa kali saya undang, orientasinya adalah preventif. Itu yang
akan lebih dititikberatkan. Artinya yang berkaitan dengan pola hidup sehat,
pola makan yang sehat, olahraga yang sehat, bukan titik beratnya pada mengurusi
yang telah sakit. Membuat rakyat kita sehat. Saya kira itu,” jelasnya.




2. Jaksa Agung ST Burhanudin




Adapun terkait
pemilihan ST Burhanudin sebagai Jaksa Agung, Jokowi mengatakan ia membutuhkan
orang yang berasal dari internal agar lebih memahami hal-hal di dalam Kejaksaan
Agung. Untuk diketahui, sebelumnya ST Burhanudin pernah menjabat sebagai Jaksa
Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara.




“Pak Jaksa Agung juga
saat bertemu dengan saya menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan
proses-proses perbaikan internal dan juga yang berkaitan dengan pencegahan
korupsi. Saya kira itu yang saya sangat tertarik,” kata Presiden.




3. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian




Untuk posisi Menteri
Dalam Negeri, Presiden menilai Tito Karnavian karena memiliki pengalaman di
lapangan dan hubungan dengan daerah yang baik selama menjabat sebagai Kapolri.
Untuk itu, Presiden memberikan tugas kepada Tito Karnavian untuk mengawal cipta
lapangan kerja agar investasi di daerah bisa berjalan dengan baik.




“Juga saya sampaikan
yang berkaitan dengan pelayanan, utamanya di bidang yang berkaitan dengan
pelayanan publik di daerah-daerah agar bisa dikoordinasi dengan baik dengan
seluruh kepala daerah yang ada sehingga tata kelola dalam pelayanan kepada
dunia usaha, dunia bisnis, dalam investasi, itu betul-betul bisa ramah, cepat,
dan kita harapkan penciptaan lapangan kerja bisa dilakukan,” sambung Presiden.




4. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan
Laoly




Sementara untuk
Menteri Hukum dan HAM, Jokowi memberikan tugas untuk memperbaiki dan mengoreksi
apa yang perlu diperbaiki. Secara khusus, Presiden menugaskan Yasonna untuk
menyelesaikan omnibus law yang
merupakan sebuah pekerjaan besar.




“Bagaimana kurang
lebih 74 UU itu bisa direvisi sekaligus sehingga bisa memperbaiki
pelayanan-pelayanan publik yang ada, pelayanan kepada dunia usaha, sehingga
betul-betul cipta lapangan kerja itu konkret bisa kita lakukan. Saya kira tugas
menteri ada di situ. Termasuk juga yang berkaitan dengan tata kelola yang ada
di lapas,” ungkap Presiden.




Dalam pertemuan
tersebut, Jokowi didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Deputi
bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook