Ahad, 20 Oktober 2019 WIB

ISNU Sumut Gelar Seminar Nasional Evaluasi Publik Penempatan Ruang Ibadah Yang Refresentatif Dalam Gedung, Fasilitas Umum & Tempat Wisata

Suwardi SinagaJumat, 04 Oktober 2019 22:43 WIB
Istimewa
Sekretaris PW ISNU Sumut Imran Simanjuntak MA.

Indomedia.co - PW Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) akan menggelar seminar nasional dengan tema “Evaluasi Publik Penempatan Ruang Ibadah Yang Refresentatif Dalam Gedung, Fasilitas Umum dan Tempat Wisata”, di Tiara Convention Center, Medan, Kamis (10/10/2019) mendatang.


Demikian disampaikan oleh Sekretaris PW ISNU Sumut Imran Simanjuntak MA kepada wartawan, usai rapat teknis panitia pelaksana di Medan, Jumat (4/10/2019).


Imran menjelaskan keynote speaker dalam seminar tersebut adalah Prof Dr KH Said Aqil Siradj MA sedangkan narasumber lainnya yakni Drs H Ahmad Muqowwam, Drs H Musa Rajekshah MHum, Ir H Feby Joko Priharto MBA, Dr H Ardiansyah LC MA, dan Drs Ance Selian  serta moderator Dr Aswan Jaya MIkomi.


Seminar ini digelar sebut Imran karena adanya keresahan dari masyarakat sebab banyaknya hotel, gedung pertemuan, tempat wisata dan fasilitas umum tidak memiliki ruang ibadah yang refresentatif.


"Kita kerap menjumpai ruang ibadah seperti masjid dan musala yang tidak representatif padahal itu berada di gedung mewah, hotel bintang lima, tempat pariwisata, dan fasilitas umum," sebut Imran.


Lebih lanjut Dosen STAI Samora Kota Pematangsiantar ini juga menjelaskan bahwa keberadaan kantor, hotel dan fasilitas publik lainnya yang dijadikan tempat ibadah dan pengajian akan menyulitkan negara dalam hal pendataan rumah ibadah.


"Yang menjadi  kekhawatiran ISNU justru pada pengajian-pengajian secara ekslusif dilakukan oleh para pekerja profesional (kantoran) dengan materi kajian yang tidak mendasar dan tersistematis dalam kajian kajian keislaman. Kelompok profesional ini cenderung berasal dari dasar pemahaman agama yang beraneka ragam. Dengan perbedaan dasar latar belakang pemahaman agama menerima materi pengajian yang tidak terukur dikhawatirkan akan tersugesti dan menerima pemahaman yang keliru. Hingga akhirnya faham faham Islam Transnasional, Islam Fundamentalis dan Islam Radikal  mengejawantah dalam pemikiran profesional profesional ini," ujar Imran kembali.


Sama persis dengan pergumulan munculnya faham faham khilafah yang menjadi musuh utama NKRI saat ini. Pintu masuknya adalah mimbar yang jauh dari pantauan negara dan ulama NU.


"Segmen kampus memiliki pola tersendiri, juga pola pelajar dan para profesional muda. Ada pola masuk kelompok kelompok Islam Transnasional ini. ISNU saat ini fokus mengeliminir kehadiran Islam Transnasional dari kelompok profesional muda melalui kajian kajian ilmiah salah satunya dengan seminar nasional yang akan dilaksanakan ini dengan tujuan menghempang Islam Transnasional menuju Islam Moderat rahmatan lil alamin," pungkas Imran. (***)


Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook