Sabtu, 22 Februari 2020 WIB

ISNU Sumut Gelar Seminar Nasional Evaluasi Publik Penempatan Ruang Ibadah Yang Refresentatif Dalam Gedung, Fasilitas Umum & Tempat Wisata

Suwardi SinagaJumat, 04 Oktober 2019 22:43 WIB
Istimewa
Sekretaris PW ISNU Sumut Imran Simanjuntak MA.

Indomedia.co - PW Ikatan Sarjana
Nahdlatul Ulama (ISNU) akan menggelar seminar nasional dengan tema “Evaluasi
Publik Penempatan Ruang Ibadah Yang Refresentatif Dalam Gedung, Fasilitas Umum
dan Tempat Wisata”, di Tiara Convention Center, Medan, Kamis (10/10/2019)
mendatang.




Demikian disampaikan oleh Sekretaris PW
ISNU Sumut Imran Simanjuntak MA kepada wartawan, usai rapat teknis panitia
pelaksana di Medan, Jumat (4/10/2019).




Imran menjelaskan keynote speaker dalam seminar tersebut adalah Prof Dr KH Said Aqil
Siradj MA sedangkan narasumber lainnya yakni Drs H Ahmad Muqowwam, Drs H Musa
Rajekshah MHum, Ir H Feby Joko Priharto MBA, Dr H Ardiansyah LC MA, dan Drs
Ance Selian  serta moderator Dr Aswan
Jaya MIkomi.




Seminar ini digelar sebut Imran karena
adanya keresahan dari masyarakat sebab banyaknya hotel, gedung pertemuan,
tempat wisata dan fasilitas umum tidak memiliki ruang ibadah yang refresentatif.




"Kita kerap menjumpai ruang ibadah
seperti masjid dan musala yang tidak representatif padahal itu berada di gedung
mewah, hotel bintang lima, tempat pariwisata, dan fasilitas umum," sebut
Imran.




Lebih lanjut Dosen STAI Samora Kota
Pematangsiantar ini juga menjelaskan bahwa keberadaan kantor, hotel dan fasilitas
publik lainnya yang dijadikan tempat ibadah dan pengajian akan menyulitkan
negara dalam hal pendataan rumah ibadah.




"Yang menjadi  kekhawatiran ISNU justru pada pengajian-pengajian
secara ekslusif dilakukan oleh para pekerja profesional (kantoran) dengan materi
kajian yang tidak mendasar dan tersistematis dalam kajian kajian keislaman.
Kelompok profesional ini cenderung berasal dari dasar pemahaman agama yang
beraneka ragam. Dengan perbedaan dasar latar belakang pemahaman agama menerima
materi pengajian yang tidak terukur dikhawatirkan akan tersugesti dan menerima
pemahaman yang keliru. Hingga akhirnya faham faham Islam Transnasional, Islam
Fundamentalis dan Islam Radikal 
mengejawantah dalam pemikiran profesional profesional ini," ujar
Imran kembali.




Sama persis dengan pergumulan munculnya
faham faham khilafah yang menjadi musuh utama NKRI saat ini. Pintu masuknya
adalah mimbar yang jauh dari pantauan negara dan ulama NU.




"Segmen kampus memiliki pola
tersendiri, juga pola pelajar dan para profesional muda. Ada pola masuk
kelompok kelompok Islam Transnasional ini. ISNU saat ini fokus mengeliminir
kehadiran Islam Transnasional dari kelompok profesional muda melalui kajian
kajian ilmiah salah satunya dengan seminar nasional yang akan dilaksanakan ini
dengan tujuan menghempang Islam Transnasional menuju Islam Moderat rahmatan lil alamin," pungkas Imran.
(***)




Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook