Sabtu, 30 Mei 2020 WIB

Jokowi Diusulkan Jadi Penerima Nobel

Suwardi SinagaSenin, 14 Oktober 2019 15:34 WIB
Suwardi Sinaga
Kiri-Kanan: Bendahara KPNEJ Elly Haryanto Sinaga, Ketua Yonge LV Sihombing, dan Sekretaris Murniati Huber Lumban Tobing, dalam konferensi pers, di Sekretariat KPNEJ, Hotel Murni Huber, Jalan Sei Asahan No 80, Medan, Senin (14/10/2019).

Indomedia.co - Komite Pengusul Nobel
Ekonomi Untuk Jokowi (KPNEJ) mengusulkan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai
calon penerima Nobel Ekonomi Tahun 2020, ke Komite Nobel di Oslo, Norwegia.




Hal tersebut
disampaikan oleh Ketua KPNEJ Yonge LV Sihombing didampingi Sekretaris Murniati
Huber Lumban Tobing, dan Bendahara Elly Haryanto Sinaga, dalam konferensi pers,
di Sekretariat KPNEJ, Hotel Murni Huber, Jalan Sei Asahan No 80, Medan, Senin
(14/10/2019).




Dasar pemikiran KPNEJ mengusulkan
Jokowi sebagai penerima Nobel Ekonomi Tahun 2020 adalah, karena Jokowi selama
menjabat sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan Republik Indonesia dinilai
telah sungguh-sungguh membangun; mau datang dan melihat secara langsung
(blusukan); cepat bertindak dan melakukan solusi untuk mengatasi permasalahan; selalu
berupaya untuk bertindak secara adil, arif dan bijaksana dalam setiap
melaksanakan tugas; membawa kesederhanaan hidup, kesejukan, kedamaian, dan
perubahan; serta memberikan inspirasi, motivasi, dan semangat kepada masyarakat
ekonomi pinggiran Indonesia.




“Terkait dengan itu,
maka KPNEJ menetapkan, mengusung, dan mengusulkan nama Ir H Joko Widodo,
sebagai sosok Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan Republik Indonesia yang
peduli terhadap masyarakat ekonomi pinggiran Indonesia. Jokowi Membangun
Ekonomi Masyarakat Pinggiran Indonesia (MEMPI)," ujar Sihombing.




Menurut KPNEJ, capaian-capaian
yang telah nyata dapat dirasakan oleh masyarakat ekonomi pinggiran Indonesia
yakni, program redistribusi aset tanah dengan pemberian sertifikat tanah dan
gratis pengurusan sertifikat tanah; pemberian Dana Desa; pemberian KIS; pemberian
KUR; satu harga BBM, semen, dan sembako; pembangunan infrastruktur jalan,
jembatan, waduk, irigasi dan listrik; serta pemberian subsidi pupuk, obat-obatan,
dan alat pertanian kepada kelompok masyarakat ekonomi pinggiran Indonesia,
terutama mereka yang berada di wilayah perbatasan, wilayah tertinggal, dan
wilayah transmigrasi Indonesia.




KPNEJ akan
memproklamirkan, menyampaikan, dan meyakinkan Komite Nobel, pemimpin dunia, dan
masyarakat dunia bahwa Jokowi, Presiden RI telah melakukan sungguh-sungguh melaksanakan
program redistribusi aset tanah dengan pemberian sertifikat tanah dan gratis
pengurusan sertifikat tanah; pemberian Dana Desa; pemberian KIS; pemberian KUR;
satu harga BBM, semen, dan sembako; pembangunan infrastruktur jalan, jembatan,
waduk, irigasi dan listrik; serta pemberian subsidi pupuk, obat-obatan, dan
alat pertanian kepada kelompok masyarakat ekonomi pinggiran Indonesia, terutama
mereka yang berada di wilayah perbatasan, wilayah tertinggal, dan wilayah
transmigrasi Indonesia, papar Sihombing.




Mengapa Komite Nobel
perlu memberikan Nobel Ekonomi Tahun 2020 kepada Jokowi, Presiden RI?




Menurut KPNEJ, karena
Komite Nobel adalah lembaga yang independen, teruji, terpercaya, terhormat
dalam menjalankan visi misi, dan programnya, untuk menganugerahkan hadiah Nobel
kepada setiap orang yang terbukti telah berkontribusi bagi kehidupan, kemanusiaan,
dan perbaikan kesejahteraan masyarakat dunia.




Indonesia adalah
bagian dari kehidupan dan masyarakat dunia, yang telah mengalami banyak
perubahan kesejahteraan, terutama di masa pemerintahan Jokowi.




Jokowi adalah sosok
WNI, putra Indonesia, warga dunia, telah memberikan yang terbaik bagi
masyarakatnya, bangsanya, negaranya, dan tentu secara tidak langsung telah
memberikan yang terbaik bagi masyarakat dunia.




Komite Nobel yang
bijak dan cerdas, maka Komite Nobel perlu menempatkan nama Jokowi sebagai
penerima Nobel Ekonomi Tahun 2020.




“KPNEJ tidak sedikit
pun ragu, dan kami percaya, dan telah mengamini, bahwa Komite Nobel telah
menetapkan nama Jokowi sebagai penerima Nobel Ekonomi Tahun 2020. Dan kami
bekerja karena kami telah percaya dan mengamini bahwa Jokowi akan menerima
Nobel Ekonomi Tahun 2020,” ujar Sihombing.




Adapun dampak
pemberian Nobel Ekonomi kepada Jokowi dan Indonesia, mengangkat citra Indonesia
di mata dunia internasional; mengangkat kepercayaan dunia internasional kepada
Indonesia dan investor; meningkatkan semangat Indonesia dalam berkompetisi di
dunia internasional; mengharumkan nama Indonesia di mata dunia internasional,
dan menjadi motivasi bagi Bangsa Indonesia untuk bangkit dan bangkit meraih
masa depan Indonesia yang lebih baik; serta memantapkan langkah Indonesia
mewujudkan visi 2019-2024, visi 2030, dan visi 2045 menuju Indonesia 5 besa
kekuatan ekonomi dunia, pungkas Sihombing. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook