Kamis, 14 November 2019 WIB

Jokowi Diusulkan Jadi Penerima Nobel

Suwardi SinagaSenin, 14 Oktober 2019 15:34 WIB
Suwardi Sinaga
Kiri-Kanan: Bendahara KPNEJ Elly Haryanto Sinaga, Ketua Yonge LV Sihombing, dan Sekretaris Murniati Huber Lumban Tobing, dalam konferensi pers, di Sekretariat KPNEJ, Hotel Murni Huber, Jalan Sei Asahan No 80, Medan, Senin (14/10/2019).

Indomedia.co - Komite Pengusul Nobel Ekonomi Untuk Jokowi (KPNEJ) mengusulkan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon penerima Nobel Ekonomi Tahun 2020, ke Komite Nobel di Oslo, Norwegia.


Hal tersebut disampaikan oleh Ketua KPNEJ Yonge LV Sihombing didampingi Sekretaris Murniati Huber Lumban Tobing, dan Bendahara Elly Haryanto Sinaga, dalam konferensi pers, di Sekretariat KPNEJ, Hotel Murni Huber, Jalan Sei Asahan No 80, Medan, Senin (14/10/2019).


Dasar pemikiran KPNEJ mengusulkan Jokowi sebagai penerima Nobel Ekonomi Tahun 2020 adalah, karena Jokowi selama menjabat sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan Republik Indonesia dinilai telah sungguh-sungguh membangun; mau datang dan melihat secara langsung (blusukan); cepat bertindak dan melakukan solusi untuk mengatasi permasalahan; selalu berupaya untuk bertindak secara adil, arif dan bijaksana dalam setiap melaksanakan tugas; membawa kesederhanaan hidup, kesejukan, kedamaian, dan perubahan; serta memberikan inspirasi, motivasi, dan semangat kepada masyarakat ekonomi pinggiran Indonesia.


“Terkait dengan itu, maka KPNEJ menetapkan, mengusung, dan mengusulkan nama Ir H Joko Widodo, sebagai sosok Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan Republik Indonesia yang peduli terhadap masyarakat ekonomi pinggiran Indonesia. Jokowi Membangun Ekonomi Masyarakat Pinggiran Indonesia (MEMPI)," ujar Sihombing.


Menurut KPNEJ, capaian-capaian yang telah nyata dapat dirasakan oleh masyarakat ekonomi pinggiran Indonesia yakni, program redistribusi aset tanah dengan pemberian sertifikat tanah dan gratis pengurusan sertifikat tanah; pemberian Dana Desa; pemberian KIS; pemberian KUR; satu harga BBM, semen, dan sembako; pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, waduk, irigasi dan listrik; serta pemberian subsidi pupuk, obat-obatan, dan alat pertanian kepada kelompok masyarakat ekonomi pinggiran Indonesia, terutama mereka yang berada di wilayah perbatasan, wilayah tertinggal, dan wilayah transmigrasi Indonesia.


KPNEJ akan memproklamirkan, menyampaikan, dan meyakinkan Komite Nobel, pemimpin dunia, dan masyarakat dunia bahwa Jokowi, Presiden RI telah melakukan sungguh-sungguh melaksanakan program redistribusi aset tanah dengan pemberian sertifikat tanah dan gratis pengurusan sertifikat tanah; pemberian Dana Desa; pemberian KIS; pemberian KUR; satu harga BBM, semen, dan sembako; pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, waduk, irigasi dan listrik; serta pemberian subsidi pupuk, obat-obatan, dan alat pertanian kepada kelompok masyarakat ekonomi pinggiran Indonesia, terutama mereka yang berada di wilayah perbatasan, wilayah tertinggal, dan wilayah transmigrasi Indonesia, papar Sihombing.


Mengapa Komite Nobel perlu memberikan Nobel Ekonomi Tahun 2020 kepada Jokowi, Presiden RI?


Menurut KPNEJ, karena Komite Nobel adalah lembaga yang independen, teruji, terpercaya, terhormat dalam menjalankan visi misi, dan programnya, untuk menganugerahkan hadiah Nobel kepada setiap orang yang terbukti telah berkontribusi bagi kehidupan, kemanusiaan, dan perbaikan kesejahteraan masyarakat dunia.


Indonesia adalah bagian dari kehidupan dan masyarakat dunia, yang telah mengalami banyak perubahan kesejahteraan, terutama di masa pemerintahan Jokowi.


Jokowi adalah sosok WNI, putra Indonesia, warga dunia, telah memberikan yang terbaik bagi masyarakatnya, bangsanya, negaranya, dan tentu secara tidak langsung telah memberikan yang terbaik bagi masyarakat dunia.


Komite Nobel yang bijak dan cerdas, maka Komite Nobel perlu menempatkan nama Jokowi sebagai penerima Nobel Ekonomi Tahun 2020.


“KPNEJ tidak sedikit pun ragu, dan kami percaya, dan telah mengamini, bahwa Komite Nobel telah menetapkan nama Jokowi sebagai penerima Nobel Ekonomi Tahun 2020. Dan kami bekerja karena kami telah percaya dan mengamini bahwa Jokowi akan menerima Nobel Ekonomi Tahun 2020,” ujar Sihombing.


Adapun dampak pemberian Nobel Ekonomi kepada Jokowi dan Indonesia, mengangkat citra Indonesia di mata dunia internasional; mengangkat kepercayaan dunia internasional kepada Indonesia dan investor; meningkatkan semangat Indonesia dalam berkompetisi di dunia internasional; mengharumkan nama Indonesia di mata dunia internasional, dan menjadi motivasi bagi Bangsa Indonesia untuk bangkit dan bangkit meraih masa depan Indonesia yang lebih baik; serta memantapkan langkah Indonesia mewujudkan visi 2019-2024, visi 2030, dan visi 2045 menuju Indonesia 5 besa kekuatan ekonomi dunia, pungkas Sihombing. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook