Rabu, 15 Juli 2020 WIB

Kasus Jiwasraya, Kejagung Periksa 7 Saksi

Suwardi SinagaRabu, 03 Juni 2020 17:39 WIB
kejaksaan.go.id
Kejaksaan RI.

Indomedia.co - Tim Jaksa Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung RI kembali melakukan pemeriksaan tujuh orang saksi yang terkait dengan perkara tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print-33/F.2/Fd.1 /12/2019 Tanggal 27 Desember 2019, Rabu, 3 Juni 2020.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono menjelaskan, saksi yang diperiksa atau diminta keterangannya hari ini yaitu Wilianto selakui Direktur Utama PT Maybank Kim Eng Sekuritas, HR Yudha Satya Amdarmo selaku Direktur Utama PT CIMB Sekuritas, Kim Siah Lim selaku salah satu direktur dari CGS CIMB Sekuritas, Sugiharto Widjaja selaku salah satu Direktur dari CGS CIMB Sekuritas, Irawan Gunari selaku Direktur Utama PT Dhanawibawa Sekuritas, Harsono selaku Direktur Utama PT Pasific 2000 Sekuritas, dan Iwanho selaku Direktur Utama PT RHB Sekuritas Indonesia.

Sebagai direktur utama perusahaan sekuritas, keterangan ketiga saksi dianggap perlu untuk mengetahui tentang bagaimana proses jual beli saham dalam pengelolaan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya pada saat yang bersangkutan menjabat atau bertindak sebagai pengurus perusahaan guna mencari dan menemukan pihak-pihak lain yang dapat dimintakan pertanggungjawaban atas kerugian keuangan negara pada pengelonaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya, baik secara perdata maupun secara pidana.

Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19, antara lain dengan memperhatikan jarak aman antara saksi dengan Penyidik yang sudah menggunakan alat pelindung diri lengkap serta bagi para saksi wajib mengenakan masker dan selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan, pungkas Kapuspenkum. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook