Sabtu, 11 Juli 2020 WIB

Kejagung Geledah Rumah Kepala Bea Cukai Batam

Suwardi SinagaSelasa, 12 Mei 2020 18:51 WIB
Istimewa
Tim Jaksa Penyidik Direktorat Penyidikan Jampidsus Kejagung RI menggeledah rumah Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam Susila Brata, di Komplek Bea Cukai, Jalan Bunga Raya, Baloi Indah, Kota Batam, dan rumah Kepala Bidang P2 Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam M Munif, Senin (11/5/2020).

Indomedia.co - Tim Jaksa Penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Jampidsus Kejagung) RI menggeledah rumah Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam Susila Brata, di Komplek Bea Cukai, Jalan Bunga Raya, Baloi Indah, Kota Batam, dan rumah Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan (P2) Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam M Munif, Senin (11/5/2020).

Penggeledahan terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) penyalahgunaan kewenangan dalam importasi tekstil pada Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Tahun 2018-2020.

"Dari penggeledahan tersebut untuk sementara diamankan tiga buah hand phone, satu buah flasdisk," jelas Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung RI Hari Setiyono menjelaskan dalam keterangan tertulis kepada awak media, Selasa (12/5/2020).

Sementara itu, hari ini, Tim Jaksa Penyidik Direktorat Penyidikan Jampidsus Kejagung RI, kembali melaksanakan pemeriksaan lima orang saksi yang terkait dengan perkara dugaan tipikor penyalahgunaan kewenangan dalam importasi tekstil pada Ditjen Bea dan Cukai Tahun 2018-2020.

Tim Jaksa Penyidik Direktorat Penyidikan Jampidsus Kejagung RI menggeledah rumah Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam Susila Brata, di Komplek Bea Cukai, Jalan Bunga Raya, Baloi Indah, Kota Batam, dan rumah Kepala Bidang P2 Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam M Munif. (Istimewa)

Pemeriksaan yang dilaksanakan di Kejaksaan Negeri Batam berhasil meminta keterangan para saksi yakni Susila Brata selaku Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Batam, Yosef Hendriyansah selaku Kepala Bidang Pelayanan Fasilitas Kepabeanan dan Cukai I Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Batam, Rully Ardian sebagai Kepala Fasilitas Pabean dan Cukai Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Batam, Bambang Lusanto Gustomo sebagai Kepala Bidang Pelayanan Fasilitas Kepabeanan dan Cukai II Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Batam, dan M Munif Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan I Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Batam.

Sebelumnya, Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung RI, pada Senin (27/4/2020) telah menerbitkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print-22/F.2/Fd,2/04/2020 guna melakukan penyidikan Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Penyalahgunaan Kewenangan Dalam Importasi Tekstil pada Direktorat Jendral (Dirjen) Bea dan Cukai Tahun 2018 s/d 2020.

Dugaan adanya tindak pidana korupsi dalam proses import tekstil tersebut berawal pada 2 Maret 2020, ditemukan 27 kontainer milik PT Flemings Indo Batam (FIB), dan PT Peter Garmindo Prima (PGP) dicegah oleh Bidang Penindakan dan Penyidikan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok dan didapati ketidaksesuaian mengenai jumlah dan jenis barang antara dokumen PPFTZ-01 Keluar dengan isi muatan hasil pemeriksaan fisik barang oleh Bidang Penindakan dan Penyidikan KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok. Setelah dihitung terdapat kelebihan fisik barang, masing-masing untuk PT PGP sebanyak 5.075 roll, dan PT FIB sebanyak 3.075 roll.

Barang bukti yang disita. (Istimewa)

Selain itu di dokumen pengiriman disebutkan kain tersebut berasal dari Shanti Park, Myra Road, India, dan kapal pengangkut berangkat dari Pelabuhan Nhava Sheva di Timur Mumbai, India. Namun faktanya kapal pengangkut tersebut tidak pernah singgah di India dan kain-kain tersebut ternyata berasal dari China.

Fakta yang sebenarnya kontainer berisi kain brokat, sutra, dan satin tersebut berangkat dari Pelabuhan Hongkong, singgah di Malaysia dan berakhir di Batam. Pada saat kapal tiba di Batam, kontainer berisi tekstil milik importir PT FIB, dan PT PGP tersebut kemudian dibongkar dan dipindahkan ke kontainer yang berbeda di Tempat Penimbunan Sementara (TPS) di Kawasan Pabean Batu Ampar tanpa pengawasan oleh Bidang P2 dan Bidang Kepabeanan dan Cukai Kantor Pelayanan Utama Batam.

Selanjutnya setelah seluruh muatan dipindahkan ke kontainer yang berbeda, kemudian kontainer asal tersebut diisi dengan kain lain yang berbeda dengan muatan awalnya, yaitu diisi dengan kain polister yang harganya lebih murah dan kemudian diangkut menggunakan kapal lain menuju Pelabuhan Tanjung Priok. Sesampainya di Pelabuhan Tanjung Priok kontainer tersebut rencananya akan dikirim ke alamat tujuan yaitu Kompleks Pergudangan Green Sedayu Bizpark, Cakung, Jakarta Timur. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook