Jumat, 03 April 2020 WIB

Kejahatan Jalanan Marak, AMP Minta Kapolri Evaluasi Kinerja Kapolda Sumut dan Kapolrestabes Medan

Budi WSenin, 03 Februari 2020 16:02 WIB
Istimewa
Puluhan massa AMP Sumut berunjuk rasa di depan Mapolda Sumut, Jalan Sisingamangaraja Km 10,5, Medan, Senin (3/2/2020).

Indomedia.co - Puluhan massa mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Sumatera Utara (AMP Sumut) berunjuk rasa di depan Mapolda Sumut, Jalan Sisingamangaraja Km 10,5, Medan, Senin (3/2/2020). Mereka menuntut agar pihak kepolisian segera mengambil tindakan atas maraknya kejahatan jalanan seperti begal, jambret dan lainnya.


Koordinator AMP Sumut Rozy Albanjari mengungkapkan, kondisi Sumut saat ini tidak sedang baik-baik saja. Belakangan kamtibmas terganggu dipertontonkan dengan maraknya kriminalitas.


"Seperti begal, jambret, perusakan rumah ibadah, aksi premanisme, bencana dan longsor yang diduga akibat maraknya perambahan hutan sehingga menimbulkan korban jiwa di Labura, dan pembunuhan yang sangat meresahkan masyarakat,"ujar Rozy dalam pernyataanya.


Ia mengyatakan, jargon yang disampaikan oleh Kapolda Sumut bahwa tidak ada tempat bagi pelaku kejahatan di Sumut sebatas hiasan kata demi kata yang tidak terbukti dalam tindakan. Maraknya jambret dan begal, lanjutnya, membuat warga takut bekerja dan beraktifitas.


"Sehingga dapat mengganggu perekonomian. Apalagi aksi kejahatan tersebut menimbulkan korban jiwa, dimana salah satu orang tua dari mahasiswi UIN Sumut tewas karena dibegal atau dijambret pada 26 Januari lalu," terangnya.


AMP Sumut pun menilai, kepolisian di Sumut lambat dalam melakukan pencegahan. Polisi lebih banyak kebobolan, kamtibmas terganggu, padahal selama ini Sumut sangat aman dan nyaman.


"Masyarakat butuh perlindungan dan pelayanan serta merindukan keamanan. Masih banyak lagi kasus yang terjadi, di atas hanyalah sebagian dari kasus yang sangat meresahkan. Maka kami mengadukannya kepada Kapolri Jenderal Idham Aziz. Kalau polisi tak lagi mampu menciptakan rasa aman, pada siapa masyarakat berlindung," tegasnya.


"Maka tuntutan kami, meminta Kapolri Jenderal Idham Aziz mengevaluasi kinerja Kapolda Sumatera Utara Irjen Martuani Sormin, dan Kapolrestabes Medan Kombes Johnny Eddizon Isir. Kami butuh pimpinan Polri di Sumut dan Medan yang mampu menciptakan rasa aman, damai dan kondusif," tandasnya. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook