Jumat, 10 Juli 2020 WIB

Kejari Tebing Tinggi Tangkap Buronan Kasus Korupsi

Suwardi SinagaJumat, 08 Mei 2020 19:06 WIB
Istimewa
Tersangka S menjalani rapid test Covid-19 di ruangan Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Tebing Tinggi, Kamis (7/5/2020) malam.

Indomedia.co - Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebing Tinggi menangkap buronan kasus dugaan korupsi inisial S, di kediamannya, Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, Kamis (7/5/2020) malam sekitar pukul 20.30 WIB. Penangkapan S dipimpin langsung Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Tebing Tinggi Chandra Syahputra.

Tersangka S sebelumnya masuk dalam pencarian orang (DPO) Kejari Tebing Tinggi atas kasus dugaan korupsi pembuatan tanggul Sungai Sei Padang Tebing Tinggi senilai Rp1,4 miliar yang bersumber dari APBD Kota Tebing Tinggi Tahun 2013 lalu.

"Tersangka S ditangkap di rumahnya pada pukul 20.30 WIB. Setelah diamankan, S kemudian diboyong ke Kantor Kejari Tebing Tinggi untuk menjalani pemeriksaan," terang Kasi Pidsus Kejari Tebing Tinggi Chandra Syaputra, Jumat (8/5/2020).

Setelah menjalani pemeriksaan secara intensif, termasuk rapid test Covid-19, tersangka S selanjutnya dibawa ke Lapas Tebing Tinggi sebagai tahanan titipan Kejari Tebing Tinggi pada pukul 23.00 WIB.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tebing Tinggi Mustaqfirin menambahkan penangkapan S untuk menuntaskan tunggakan perkara yang ada di Kejari Tebing Tinggi.

S merupakan tersangka kasus korupsi pembangunan tanggul sungai Sei Padang, Tebing Tinggi, yang anggarannya bersumber dari APBD Kota Tebing Tinggi Tahun 2013 sebesar Rp1,4 miliar berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor 04/N.2.14/Fd.1/06/2016 tertanggal 6 Juni 2016.

S, sebut Kajari Tebing Tinggi, adalah Wakil Direktur CV Safitri, perusahan atau rekanan yang memenangkan lelang pekerjaan proyek pembuatan tanggul Sungai Sei Padang, Kota Tebingtinggi saat itu.

Kasus tersebut telah diproses Kejari Tebing Tinggi sejak Tahun 2016 yang merupakan pengaduan dari masyarakat.

"Dalam proses penyidikan kita menemukan ada tindak pidana korupsi dalam proyek itu. Kerugian keuangan negara dalam perkara ini senilai Rp150 juta," kata Kajari Mustaqfirin.

Kasi Pidsus Chandra Syahputra menambahkan, ada dua orang tersangka dalam kasus tersebut. Satu orang tersangka atas nama Muhammad Yusuf telah divonis Pengadilan Tipikor Medan, dan kasusnya telah inkrah Tahun 2017 lalu dengan putusan hukuman 1 tahun 6 bulan penjara. Sementara S sedari awal telah mangkir hingga akhirnya ditetapkan sebagai DPO.

"Setelah ditangkap, S selanjutnya akan kita limpahkan untuk digelarnya persidangannya di Pengadilan Tipikor Medan," pungkas Kasi Pidsus Chandra Syahputra. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook