Senin, 01 Juni 2020 WIB

Kemenpora Gelar ‎Pelatihan Kreativitas Bidang IT di Medan

M JawiSenin, 14 Oktober 2019 15:48 WIB
M Jawi
Kepala Subbidang TI Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda Kemenpora M Faisal Alizlami ‎dan GM PT Telkom Witel Medan Sudarto foto bersama peserta Pelatihan Kreativitas Bidang IT pada Sentra Pemberdayaan Pemuda DILo, di ‎DILo Medan, Jalan Mongonsidi, Medan, Senin (14/10/2019) siang.

Indomedia.co - Kementerian Pemuda
dan Olahraga (Kemenpora) menggelar Pelatihan Kreativitas Bidang Informasi dan
Teknologi (IT) pada Sentra Pemberdayaan Pemuda DILo, diikuti oleh 40 peserta,
di ‎DILo Medan, Jalan Mongonsidi, Medan, Senin (14/10/2019) siang.




Kepala Subbidang Tekonologi dan Informasi Asdep
Peningkatan Kreativitas Pemuda Kemenpora M Faisal Alizlami ‎mengatakan kegiatan
ini digelar bekerja sama dengan Telkom Witel Medan, selama tiga hari, 14-16
Oktober 2019. Sebelumnya kegiatan serupa digelar di Jakarta, Yogyakarta,
Makassar, dan Balikpapan.




"Kami mengharapkan bisa memberdayakan
anak-anak ini untuk berkembang di startup‎.
Ini merupakan pembinaan dari Kemenpora untuk mengembangkan kreativitas
anak-anak ini," ungkap Faisal kepada wartawan, usai membuka pelatihan.




Faisal menjelaskan puluhan startup muda ditargetkan dapat
berkembang dengan motto kemerdekan Indonesia tahun ini, yakni SDM Unggul,
Indonesia Maju. Melalui kegiatan ini, Kemenpora ingin melihat dan mewadahi
potensi yang dimiliki kaum milenial.




"Targetnya kita pengembangan dan
pemberdayaan anak-anak muda di bidang IT. Coba kita kembangkan mereka dan kita
tanya kebutuhan mereka apa," ungkap Faisal.




Ia mengatakan pihak Kemenpora dalam
pengembangan kreativitas pemuda di Indonesia sudah bergerak bersama Telkom
sejak Tahun 2018, lalu. Pertama digelar di Jakarta, kini menyasar ke
daerah-daerah lain di Indonesia.




"Tahun 2019, kita mulai keluar dari
area mainnya di Jakarta aja. Sekarang kita masuk di daerah lain di Indonesia.
Karena di Indonesia DILo ada 17 titik," tutur Faisal.




Ia mengatakan di setiap daerah startup berbeda kebutuhan dan potensi.
Hal ini menjadi warna keunggulan SDM dimiliki Indonesia untuk menghadapi dunia
digital. Dengan itu, Kemenpora mendorong dan memfasilitasi kaum milenial untuk
terus berkarya dan berkreasi.




"Setiap daerah, beda-beda
kebutuhannya. Jadi tidak sama, kita dari pemerintah hanya bisa menggawangi. Ril
kebutuhan apa, komunitas yang tahu," ujarnya.




Ia menambahkan Pemerintah Indonesia akan
membuat regulasi untuk membina dan melindungi mereka dalam mengembangkan
kemampuan mereka. Jadinya, pemerintah hadir di tengah para kaum milenial
tersebut.




"Tapi, cuma mempersiapkan saja
bersama Telkom. Kita hanya melahirkan.‎ Pemerintah bermain dengan regulasi,
sehingga memproteksi mereka-mereka. Bagaimana kita mengarahkan karya lebih
bagus lagi kedepannya. 1.000 startup
target nasional, kita sempat diskusi, jangan mereka liar tanpa dipantau. Kita
akan buat regulasi untuk melindungi," tandasnya.




Sementara itu, General Manager (GM) PT
Telkom Witel Medan Sudarto mengungkapkan mendukung apa dilakukan Kemenpora.
Artinya, para startup muda cikal
bakal lahirnya konten-konten lifestyle
fashion
bisnis telekomunikasi nantinya serta sesuai dengan kebutuhan pasar.




“Telkom sifatnya komersial. Jadi kalau
kita masih berfikir industri di telekomunikasi itu berarti kita masih
menggunakan analog model," kata ‎Sudarto.




Sudarto menjelaskan bila bicara
digital model harus fashionable.
Artinya setiap konten yang hadir, yang diciptakan yang siap digunakan oleh market dan dibutuhkan oleh market. Pelatihan ini, dinilai mampu
melihat pasar yang dibutuhkan saat ini dan mendatang.




"Kalau dulu Telkom punya produk dan
produknya disiapkan Telkom, costumer harus
dipaksa menggunakan dan beli. Kalau sekarang silahkan gunakan. Karena anak-anak
muda yang berkarya tadi sudah menciptakan karya-karya, konten-konten yang fashionable, artinya sesuai dengan
kebutuhannya, sesuai dengan bisnisnya dan market
yang membutuhkan lapangan kerja," tutur Sudarto.




Dengan adanya kegiatan ini, Sudarto
mengatakan kehadiran Pemerintah Indonesia untuk menciptakan seribu startup ‎baru dengan kreasi dan karya
mereka ciptakan.




"Sementara, DILo tetap jalan untuk
menyediakan fasilitas dengan mengembangkan kreativitas anak-anak muda yang pada
akhirnya memunculkan industri yang baru dan mereka percaya bahwa Telkom dengan
produknya secara industri itu mampu mendorong fashionable untuk bisnis telekomunikasi dari konten startup yang mereka ciptakan,"
pungkasnya. (***)



Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook