Selasa, 19 November 2019 WIB

Kemenpora Gelar ‎Pelatihan Kreativitas Bidang IT di Medan

M JawiSenin, 14 Oktober 2019 15:48 WIB
M Jawi
Kepala Subbidang TI Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda Kemenpora M Faisal Alizlami ‎dan GM PT Telkom Witel Medan Sudarto foto bersama peserta Pelatihan Kreativitas Bidang IT pada Sentra Pemberdayaan Pemuda DILo, di ‎DILo Medan, Jalan Mongonsidi, Medan, Senin (14/10/2019) siang.

Indomedia.co - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelar Pelatihan Kreativitas Bidang Informasi dan Teknologi (IT) pada Sentra Pemberdayaan Pemuda DILo, diikuti oleh 40 peserta, di ‎DILo Medan, Jalan Mongonsidi, Medan, Senin (14/10/2019) siang.


Kepala Subbidang Tekonologi dan Informasi Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda Kemenpora M Faisal Alizlami ‎mengatakan kegiatan ini digelar bekerja sama dengan Telkom Witel Medan, selama tiga hari, 14-16 Oktober 2019. Sebelumnya kegiatan serupa digelar di Jakarta, Yogyakarta, Makassar, dan Balikpapan.


"Kami mengharapkan bisa memberdayakan anak-anak ini untuk berkembang di startup‎. Ini merupakan pembinaan dari Kemenpora untuk mengembangkan kreativitas anak-anak ini," ungkap Faisal kepada wartawan, usai membuka pelatihan.


Faisal menjelaskan puluhan startup muda ditargetkan dapat berkembang dengan motto kemerdekan Indonesia tahun ini, yakni SDM Unggul, Indonesia Maju. Melalui kegiatan ini, Kemenpora ingin melihat dan mewadahi potensi yang dimiliki kaum milenial.


"Targetnya kita pengembangan dan pemberdayaan anak-anak muda di bidang IT. Coba kita kembangkan mereka dan kita tanya kebutuhan mereka apa," ungkap Faisal.


Ia mengatakan pihak Kemenpora dalam pengembangan kreativitas pemuda di Indonesia sudah bergerak bersama Telkom sejak Tahun 2018, lalu. Pertama digelar di Jakarta, kini menyasar ke daerah-daerah lain di Indonesia.


"Tahun 2019, kita mulai keluar dari area mainnya di Jakarta aja. Sekarang kita masuk di daerah lain di Indonesia. Karena di Indonesia DILo ada 17 titik," tutur Faisal.


Ia mengatakan di setiap daerah startup berbeda kebutuhan dan potensi. Hal ini menjadi warna keunggulan SDM dimiliki Indonesia untuk menghadapi dunia digital. Dengan itu, Kemenpora mendorong dan memfasilitasi kaum milenial untuk terus berkarya dan berkreasi.


"Setiap daerah, beda-beda kebutuhannya. Jadi tidak sama, kita dari pemerintah hanya bisa menggawangi. Ril kebutuhan apa, komunitas yang tahu," ujarnya.


Ia menambahkan Pemerintah Indonesia akan membuat regulasi untuk membina dan melindungi mereka dalam mengembangkan kemampuan mereka. Jadinya, pemerintah hadir di tengah para kaum milenial tersebut.


"Tapi, cuma mempersiapkan saja bersama Telkom. Kita hanya melahirkan.‎ Pemerintah bermain dengan regulasi, sehingga memproteksi mereka-mereka. Bagaimana kita mengarahkan karya lebih bagus lagi kedepannya. 1.000 startup target nasional, kita sempat diskusi, jangan mereka liar tanpa dipantau. Kita akan buat regulasi untuk melindungi," tandasnya.


Sementara itu, General Manager (GM) PT Telkom Witel Medan Sudarto mengungkapkan mendukung apa dilakukan Kemenpora. Artinya, para startup muda cikal bakal lahirnya konten-konten lifestyle fashion bisnis telekomunikasi nantinya serta sesuai dengan kebutuhan pasar.


“Telkom sifatnya komersial. Jadi kalau kita masih berfikir industri di telekomunikasi itu berarti kita masih menggunakan analog model," kata ‎Sudarto.


Sudarto menjelaskan bila bicara digital model harus fashionable. Artinya setiap konten yang hadir, yang diciptakan yang siap digunakan oleh market dan dibutuhkan oleh market. Pelatihan ini, dinilai mampu melihat pasar yang dibutuhkan saat ini dan mendatang.


"Kalau dulu Telkom punya produk dan produknya disiapkan Telkom, costumer harus dipaksa menggunakan dan beli. Kalau sekarang silahkan gunakan. Karena anak-anak muda yang berkarya tadi sudah menciptakan karya-karya, konten-konten yang fashionable, artinya sesuai dengan kebutuhannya, sesuai dengan bisnisnya dan market yang membutuhkan lapangan kerja," tutur Sudarto.


Dengan adanya kegiatan ini, Sudarto mengatakan kehadiran Pemerintah Indonesia untuk menciptakan seribu startup ‎baru dengan kreasi dan karya mereka ciptakan.


"Sementara, DILo tetap jalan untuk menyediakan fasilitas dengan mengembangkan kreativitas anak-anak muda yang pada akhirnya memunculkan industri yang baru dan mereka percaya bahwa Telkom dengan produknya secara industri itu mampu mendorong fashionable untuk bisnis telekomunikasi dari konten startup yang mereka ciptakan," pungkasnya. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook