Sabtu, 30 Mei 2020 WIB

KM Sabana Karam Dihantam Ombak Besar di Selat Malaka, 7 Nelayan Selamat

M JawiSabtu, 09 November 2019 16:18 WIB
Istimewa
Lima dari tujuh nelayan yang selamat.

Indomedia.co - Kapal Motor (KM) Sabana PB 2214 yang membawa
tujuh nelayan karam setelah dihantam ombak besar di Selat
Malaka, Jumat (8/11/2019) dini hari.




Informasi diperoleh
bahwa kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Kapal yang membawa
tujuh orang nelayan itu terombang-ambing di laut lepas. Beruntung pada saat
itu, ada kapal motor nelayan yang melihat mereka, dan langsung menyelamatkan
mereka. Saat itu ketujuh nelayan tersebut sedang menyelamatkan diri dengan
berpengangan pada tutup kotak pendingin (cold box) ikan yang terbuat dari
fiber.




Adapun ketujuh nelayan
yang berhasil diselamatkan adalah Zainal Abidin alias Buyung (48) nakhoda
kapal, dan enam enam anak buah kapal (ABK) yaitu Razak (25), M NurLian Syah
(20), Zulham (43) Anarullah Putra (26), M Toha (39) serta M Sofyan (18). Ketujuh
orang itu merupakan warga Jalan Babalan, Kelurahan Brandan Timur, Kecamatan
Babalan, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara.




Nakhoda kapal, Zainal
Abidin mengatakan bahwa saat peristiwa tersebut kapal motor yang dinakhodainya
sedang menuju arah pulang usai melaut. Saat berada di kawasan line dua, kapal
mereka dihantam ombak besar sehingga karam di tengah laut.




"Saat itu, cuaca
sedang hujan deras disertai angin dan berombak. Tiba-tiba ombak besar langsung
datang dan menghantam boat kami yang
di dalamnya penuh dengan muatan ikan. Sehingga kapal tak sanggup bertahan dan
karam," ucapnya di Rumah Sakit Pertamina (RSP) Pangkalan Brandan, Sabtu
(9/11/2019).




Pada saat kapal
dihantam ombak, mereka langsung berusaha mencari pelampung untuk menyelamatkan
diri. Sementara, keadaan saat itu hujan dan badai.




"Beruntung kami
berhasil mendapatkan tutup palka ikan yang terbuat dari sterofoam fiber glass, dan menjadi penyelamat kami, dan kami saling
bergandengan agar tidak hilang satu sama lain," ungkap Zainal.




Sementara itu, salah
satu ABK, Anarullah Putra menuturkan bahwa setelah terombang-ambing di laut,
sekitar pukul 12.00 mereka berhasil diselamatkan oleh kapal nelayan pencari
ikan yang lain.




"Saat itu kondisi
kami sangat lemas dan kedinginan." tuturnya.




Terpisah, pemilik KM
Sabana PB 2214, Syahril Suryadi mengungkapkan bahwa peristiwa yang dialami oleh
para ABK tersebut merupakan musibah yang tidak bisa ditolak.




"Alhamdulillah
mereka semua selamat, saat ini mereka masih mendapatkan perawatan medis. Mereka
harus berjuang selama kurang lebih 10 jam di dalam air. Makanya, mereka harus
diperiksa dan mereka harus istirahat," ungkapnya.




Ketujuh nelayan yang
selamat dari musibah karamnya KM Sabana PB 2214 tersebut berhasil diselamatkan
kapal nelayan lainnya dan tiba di Pangkalan Brandan sekitar pukul 21.00 WIB dan
segera dibawa ke RSP Pangkalan Brandan untuk mendapat perawatan medis. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook