Kamis, 14 November 2019 WIB

KM Sabana Karam Dihantam Ombak Besar di Selat Malaka, 7 Nelayan Selamat

M JawiSabtu, 09 November 2019 16:18 WIB
Istimewa
Lima dari tujuh nelayan yang selamat.

Indomedia.co - Kapal Motor (KM) Sabana PB 2214 yang membawa tujuh nelayan karam setelah dihantam ombak besar di Selat Malaka, Jumat (8/11/2019) dini hari.


Informasi diperoleh bahwa kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Kapal yang membawa tujuh orang nelayan itu terombang-ambing di laut lepas. Beruntung pada saat itu, ada kapal motor nelayan yang melihat mereka, dan langsung menyelamatkan mereka. Saat itu ketujuh nelayan tersebut sedang menyelamatkan diri dengan berpengangan pada tutup kotak pendingin (cold box) ikan yang terbuat dari fiber.


Adapun ketujuh nelayan yang berhasil diselamatkan adalah Zainal Abidin alias Buyung (48) nakhoda kapal, dan enam enam anak buah kapal (ABK) yaitu Razak (25), M NurLian Syah (20), Zulham (43) Anarullah Putra (26), M Toha (39) serta M Sofyan (18). Ketujuh orang itu merupakan warga Jalan Babalan, Kelurahan Brandan Timur, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara.


Nakhoda kapal, Zainal Abidin mengatakan bahwa saat peristiwa tersebut kapal motor yang dinakhodainya sedang menuju arah pulang usai melaut. Saat berada di kawasan line dua, kapal mereka dihantam ombak besar sehingga karam di tengah laut.


"Saat itu, cuaca sedang hujan deras disertai angin dan berombak. Tiba-tiba ombak besar langsung datang dan menghantam boat kami yang di dalamnya penuh dengan muatan ikan. Sehingga kapal tak sanggup bertahan dan karam," ucapnya di Rumah Sakit Pertamina (RSP) Pangkalan Brandan, Sabtu (9/11/2019).


Pada saat kapal dihantam ombak, mereka langsung berusaha mencari pelampung untuk menyelamatkan diri. Sementara, keadaan saat itu hujan dan badai.


"Beruntung kami berhasil mendapatkan tutup palka ikan yang terbuat dari sterofoam fiber glass, dan menjadi penyelamat kami, dan kami saling bergandengan agar tidak hilang satu sama lain," ungkap Zainal.


Sementara itu, salah satu ABK, Anarullah Putra menuturkan bahwa setelah terombang-ambing di laut, sekitar pukul 12.00 mereka berhasil diselamatkan oleh kapal nelayan pencari ikan yang lain.


"Saat itu kondisi kami sangat lemas dan kedinginan." tuturnya.


Terpisah, pemilik KM Sabana PB 2214, Syahril Suryadi mengungkapkan bahwa peristiwa yang dialami oleh para ABK tersebut merupakan musibah yang tidak bisa ditolak.


"Alhamdulillah mereka semua selamat, saat ini mereka masih mendapatkan perawatan medis. Mereka harus berjuang selama kurang lebih 10 jam di dalam air. Makanya, mereka harus diperiksa dan mereka harus istirahat," ungkapnya.


Ketujuh nelayan yang selamat dari musibah karamnya KM Sabana PB 2214 tersebut berhasil diselamatkan kapal nelayan lainnya dan tiba di Pangkalan Brandan sekitar pukul 21.00 WIB dan segera dibawa ke RSP Pangkalan Brandan untuk mendapat perawatan medis. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook