Rabu, 03 Juni 2020 WIB

KNPI Dukung Penetapan Sumut Tanggap Darurat Covid-19

M JawiKamis, 02 April 2020 11:24 WIB
Facebook El Adrian Shah
Ketua KNPI Sumut El Adrian Shah.

Indomedia.co - Provinsi Sumatera Utara kini memasuki masa tanggap darurat setelah sebelumnya pemerintah provinsi menetapkan status siaga darurat bencana nonalam Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Status tanggap darurat tertuang dalam SK Gubernur Sumut Nomor: 188.44/174/KPTS/2020 dengan masa waktu hingga 29 Mei.


Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumut El Adrian Shah dalam keterangan tertulis yang diterima awak media, Kamis (2/4/2020), mengatakan bahwa apa yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam upaya percepatan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 adalah langkah yang tepat.


Menurutnya kenaikan status tersebut didasarkan atas beberapa pertimbangan terutama kenaikan eskalasi orang terjangkit. Maka dari itu dibutuhkan penanganan yang yang cepat, tepat, fokus dan terpadu.


"Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus bergerak cepat. Gugus tugas yang dibentuk oleh gubernur sejauh ini bergerak seirama dan sigap mengambil keputusan. Tentu kami optimis dan siap mendukung upaya tersebut," ungkapnya.


El Adrian Shah juga mengungkapkan bahwa yang paling penting adalah partisipasi masyarakat. Sinergitas antarpihak adalah kunci berakhirnya wabah yang mengancam hidup warga Sumatera Utara bahkan dunia.


"Saat ini di negeri kita sudah ribuan korban yang divonis positif. Karena itu, kami mengajak dan mengimbau kepada masyarakat untuk dapat mengikuti imbauan pemerintah seperti membiasakan pola hidup bersih dan kurangi kontak langsung. Dengan kita menaati imbauan tersebut, kita juga pahlawan buat bangsa ini, penyelamat bangsa ini," ucapnya.


Dia berharap pemerintah untuk memerhatikan kebutuhan masyarakat. Ia tidak ingin dengan diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) malah berdampak pada sebagian warga. Kebutuhan pangan warga dan juga ekonominya mesti diperhatikan terutama warga dengan penghasilan harian.


"Kami berharap kepada pemerintah untuk memprioritaskan warga yang paling terdampak jika adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar. Sebagian warga kita harus bekerja karena berpenghasilan kecil dan harus berjuang di luaran padahal kita tau itu bisa berpotensi penularan darinya," ungkapnya.


Karena itu, El Adrian mengimbau warga yang memang harus keluar rumah untuk bekerja untuk tetap menerapkan physical distancing, menjaga jarak dengan tidak kontak langsung, dan tetap menjaga kesehatan dan sering mencuci tangan. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook