Rabu, 16 Oktober 2019 WIB

Kondisi Stabil, Densus Mulai Gali Keterangan Tersangka Bom Kartasura

Jumat, 07 Juni 2019 15:47 WIB
tribratanews.polri.go.id
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo.

Indomedia.co - Tim Densus 88 Antiteror menggali keterangan dari RA (22), yang merupakan pelaku bom bunuh diri di Pos Pengamanan (Pospam) Tugu Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah.


Kondisi tersangka cukup stabil dan membaik sehingga tim Densus 88 pun menggali keterangan dari yang bersangkutan meski belum secara menyeluruh.


"Saat ini memang kondisi tersangka RA dalam kondisi yang cukup stabil. Kesehatannya membaik namun belum bisa dimintai keterangan secara full. Barusan tim Densus 88AT hari ini memintai keterangan (pada RA) tapi belum full," ungkap Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (7/6/2019).


Mantan Wakapolda Kalteng itu menjelaskan pihaknya berupaya membuka dan menelusuri jaringan komunikasi RA melalui handphone dan akun Facebook (FB) yang bersangkutan.


Dilansir dari situs resmi Polri, pihak Laboratorium Forensik Polri sendiri mengalami sedikit hambatan lantaran handphone RA telah dirusak.


"Namun aparat kepolisian mencoba semaksimal mungkin untuk membuka jaringan komunikasi tersangka RA dengan menggunakan akun FB yang bersangkutan," jelas mantan Kapolres Ponorogo tersebut.


"Yang bersangkutan memang mem-back up diri menggunakan akun FB-nya langsung ke ISIS. Kemudian akan mencoba mendalami jaringan komunikasi yang bersangkutan di akun FB, ini sedang didalami," sambung mantan Kapolres Lumajang tersebut.


Diberitakan sebelumnya, Mabes Polri mengungkap identitas pelaku bom bunuh diri di Pos Pengamanan (Pospam) Tugu Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (3/6/2019) malam.


Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan pelaku berinisial RA itu merupakan kelahiran 1997 atau masih berusia 22 tahun.


"RA, usianya 22 tahun, kelahiran Tahun 1997, yang bersangkutan pekerjaannya adalah swasta," jelas Brigjen Pol Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (4/6/2019).


Karopenmas juga menyebut bahwa RA diketahui belum menikah atau berkeluarga. Selain itu, berdasarkan ijazah yang ditemukan kepolisian, pendidikan terakhir yang ditempuh RA adalah SLTA.


Saat ditegaskan apa sebenarnya pekerjaan dari pelaku, mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu menjawab bahwa yang bersangkutan berjualan gorengan.


"Dodolan (jualan), tukang gorengan," jelas Karopenmas.


Berdasarkan keterangan ayah dan kakak pelaku kepolisian mendapati bahwa RA merupakan sosok pendiam yang jarang bersosialisasi.


Yang bersangkutan juga jarang berpamitan apabila bepergian, seperti saat akan melakukan bom bunuh diri kemarin.


"Kalau (dari keterangan) ayah dan kakak pelaku, memang pelaku lebih banyak memiliki kecenderungan sifat pendiam. Jarang untuk melakukan komunikasi dan bersosialisasi," jelasnya.


"Keluar rumah juga kadang berpamitan, kadang tidak berpamitan. Kejadian penyerangan atau bom bunuh diri yang dilakukan malam hari kemarin itu (RA) tidak berpamitan," sambungnya.


Seperti diketahui, pelaku bom bunuh diri meledakkan diri di Pos Pengamanan (Pospam) Lebaran 2019 di Tugu Kartasura milik Polres Sukoharjo, Senin (3/6/2019) malam pukul 23.00 WIB.


Pelaku melakukan upaya bom bunuh diri di depan Pospam yang terletak di persimpangan di simpang Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook