Rabu, 16 Oktober 2019 WIB

Korban Tsunami Selat Sunda: 429 Orang Meninggal, 154 Orang Hilang, 1.485 Orang Luka-luka

Suwardi SinagaSelasa, 25 Desember 2018 17:38 WIB
Istimewa
Dampak tsunami di Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten pada Sabtu (22/12/2018) malam lalu.

Indomedia.co - Korban tsunami Selat Sunda di Provinsi Banten dan Provinsi Lampung pada Sabtu (22/12/2018) malam lalu terus bertambah. Hingga Selasa (25/12/2018) pukul 13.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia 429 orang, 154 orang hilang, 1.485 orang luka-luka, dan 16.082 orang mengungsi.


Hal itu disampaikan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Selasa (24/12/2018).


Sutopo merinci, di Provinsi Lampung, Kabupaten Pandeglang: 290 orang meninggal dunia, 77 orang hilang, 1.143 Orang luka-luka, 14.395 orang mengungsi, 443 unit rumah rusak, 350 unit perahu dan rusak, 69 unit hotel rusak berat, 24 unit mobil rusak, dan 41 unit sepeda motor rusak. Kabupaten Serang: 29 orang meninggal dunia, 68 orang hilang, 62 orang luka-Luka, 83 orang mengungsi, dan 40 unit rumah rusak.


Di Provinsi Lampung, Kabupaten Lampung Selatan: 108 orang meninggal dunia, 279 orang luka-Luka, 9 orang hilang, 1.373 jiwa mengungsi, 302 unit rumah rusak berat, dan 200 unit rumah terdampak. Kabupaten Tanggamus: 1 orang meninggal dunia, 4 rnit rumah rusak berat, 4 unit penginapan rusak berat, 1 unit shelter rusak berat, 1 unit dermaga rusak berat, dan 70 unit perahu nelayan rusak berat. Kabupaten Pesawaran: 1 orang meninggal dunia, 1 orang luka-luka, 231 orang mengungsi, 53 unit rumah rusak berat, 82 unit rumah rusak ringan, dan 14 unit perahu nelayan rusak.


"Total 429 orang meninggal dunia, 154 orang hilang, 1.485 orang luka-luka, 16.082 orang mengungsi. 882 unit rumah rusak, 73 penginapan rusak, 60 warung rusak, 434 perahu dan kapal rusak, 24 kendaraan roda 4 rusak, 41 kendaraan roda 2 rusak, 1 dermaga rusak, 1 shelter rusak berat," papar Sutopo.


Kebutuhan mendesak, alat berat, bahan kebutuhan sehari-hari (permakanan, air bersih, sanitasi, layanan kesehatan, selimut, tikar, tenda keluarga, sandang, peralatan dapur, pembalut, peralatan bayi, makanan penambah gizi, family kit, dll), tenda pengungsi, MCK, genset dan BBM, trauma healing, kantong jenazah, dan perbaikan listrik, pungkas Sutopo. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook