Senin, 01 Juni 2020 WIB

KPK OTT di Medan, Satu Orang Melarikan Diri

Suwardi SinagaRabu, 16 Oktober 2019 16:10 WIB
Istimewa
Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Indomedia.co - Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), di Medan, Selasa
(15/10/2019) malam hingga Rabu (16/10/2019) dini hari. Satu orang yang dicari
KPK melarikan diri dan hampir menabrak tim KPK tadi malam.




“Salah satu pihak yang dicari KPK tadi
malam mencoba melarikan diri dan hampir menabrak tim KPK di lapangan,” jelas
Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertluisnya kepada Indomedia.co, Rabu (16/10/2019).




Dijelaskan, tadi malam sekitar pukul 21.25
WIB ketika Tim KPK mendatangi rumah Kepala Dinas PU Medan Isa Ansyari,
terpantau sebuah mobil Avanza silver yang diduga dikendarai oleh staf protokol
Walikota, And. Merasa diikuti, pengemudi melajukan mobil dengan kencang di
salah satu ruas jalan di Medan. Sampai akhirnya dalam posisi yang sudah diapit
oleh tim, mobil berhenti, namun And tidak turun.




Baca: OTT di Medan, KPK Sita Rp200 Juta




Tim menghampiri mobil tersebut dan
menyampaikan bahwa tim berasal dari KPK sekaligus menunjukkan ID/identitas KPK.
Akan tetapi, pengemudi justru memundurkan mobil dan memacu kecepatan hingga
hampir menabrak Tim KPK. Dua orang tim selamat karena langsung meloncat untuk
menghindari kecelakaan.




“Kami ingatkan pada seluruh pihak yang ada
agar tidak mengambat pelaksanaan tugas KPK dan bersikap koperatif. Kepada saudara
And agar segera menyerahkan diri dan tidak berupaya menghindar dari petugas,”
tegas Febri.




Saat ini, tim terus melakukan pencarian
keberadaan yang bersangkutan. AN diduga menerima tambahan Rp50 juta dari Kepala
Dinas yang akan diperuntukkan pada Walikota, pungkas Febri.




Baca: KPK OTT di Medan, 7 Orang Diamankan




Diberitakan sebelumnya, KPK melakukan OTT,
di Medan, Selasa (15/10/2019) malam hingga Rabu (16/10/2019) dini hari.
Sebanyak tujuh orang diamankan.




Tujuh orang yang diamankan yakni, Kepala
Daerah/Walikota, Kepala Dinas PU, protokoler dan ajudan Walikota, swasta.




Uang yang diamankan lebih dari Rp200 juta.
Diduga praktik setoran dari dinas-dinas sudah berlangsung beberapa kali. Tim
sedang mendalami lebih lanjut. (***)




Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook