Sabtu, 14 Desember 2019 WIB

Kutuk Aksi Bom Bunuh Diri, Masyarakat Tolak Jenazah Terduga Teroris Dimakamkan di Medan

Suwardi SinagaAhad, 17 November 2019 13:52 WIB
Dokumentasi
Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto memberikan keterangan kepada awak media terkait penangkapan 18 orang jaringan pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, di RS Bhayangkara Medan, Jalan KH Wahid Hasyim, Medan, Sabtu (16/11/2019).

Indomedia.co - Ketua Komunitas Sepeda Amphibi Medan Zunaidi Kliwon mengutuk keras aksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan beberapa hari lalu.


Zunaidi mengatakan ketenangan dan kondusifnya Kota Medan terganggu akibat aksi teror yang dilakukan kelompok teroris.


"Saat ini masyarakat sudah tenang, namum terusik gara-gara ulah teroris yang sengaja ingin membuat kekacauan," jelasnya.


Masyarakat, khususnya komunitas sepeda Amphibi tidak menerima dan mengutuk keras aksi teror tersebut.


"Kebencian kini timbul di hati masyarakat, sampai kalau bisa jenazah pelaku teror tidak dimakamkan di Kota Medan," jelasnya.


Hal senada diungkapkan Dedi, pengemudi ojek online yang tergabung dalam komunitas pengemudi ojek online.


Aksi yang dilakukan RMN, pelaku bom bunuh diri tidak dapat ditolerir karena sangat merasahkan masyarakat khususnya warga Kota Medan.


"Aksi teror yang dilakukan oleh kelompok ini sudah sangat meresahkan apalagi pelaku mengenakan embel-embel ojek online," kata Dedi kepada wartawan, Ahad (17/11/2019).


Perbuatan tak manusiawi yang dilakukan oleh tersangka bom bunuh dan jaringannya menimbulkan kebencian masyarakat.


"Saya tidak simpati dengan aksi para kelompok radikal yang mengatasnamakan agama," ucapnya.


Secara pribadi, Dedi menolak jenazah ketiga kelompok ini dimakamkan di TPU yang ada di Medan.


"Akibat aksi para pelaku hingga mengakibatkan sejumlah warga yang tak bersalah terluka, lebih baik jenazah para terduga ini jangan dimakamkan di Kota Medan," paparnya.


Aksi teror yang dilakukan RMN dengan  mengenakan atribut ojol juga berdampak pada kepercayaan pada pengemudi ojol.


"Saya dengar di sejumlah daerah, banyak warga menjadi takut untuk menggunakan jasa ojek online," ungkapnya. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook