Rabu, 19 Februari 2020 WIB

Langgar Perda KTR, 18 Warga Jalani Sidang Lapangan di Medan

Suwardi SinagaKamis, 28 November 2019 23:45 WIB
Istimewa
Warga harus menjalani persidangan lapangan karena terbukti melanggar Perda Nomor 3/2014 Tanggal 30 Januari 2014 tentang KTR dan Peraturan Wali Kota Medan No 35/2014 Tanggal 17 Juli 2014 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Medan No 3/2014 tentang KTR, di halaman parkir Masjid Raya Al Mashun, Medan, Sumatera Utara, Kamis (28/11/2019).

Indomedia.co - Sebanyak 18 warga harus
menjalani persidangan lapangan karena terbukti melanggar Peraturan Daerah
(Perda) No
mor 3/2014 Tanggal 30 Januari 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan Peraturan
Wali Kota Medan No
35/2014 Tanggal 17 Juli 2014 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Peraturan
Daerah Kota Medan No
3/2014 tentang KTR, di halaman parkir Masjid Raya Al Mashun, Medan, Sumatera Utara, Kamis
(28/11
/2019).
Persidangan lapangan dilakukan karena warga yang umumnya pria itu kedapatan
merokok di tujuh lokasi yang telah ditetapkan menjadi KTR.




Selain mengikuti persidangan lapangan, warga
yang melakukan pelanggaran tersebut juga divonis majelis hakim untuk membayar
denda. Sebanyak Rp410 ribu uang denda berhasil dikumpulkan dalam sidang
lapangan tersebut. Selanjutnya, seluruh uang hasil denda itu akan diserahkan ke
kas negara.




Sebelum persidangan lapangan dilakukan, Pemko
Medan telah melakukan sosialisasi agar warga tidak merokok di tujuh loksi yang
telah ditetapkan menjadi KTR sesuai Perda No
3/2014 Tanggal 30 Januari 2014
dan Perwal No
35/2014 Tanggal 17 Juli 2014 di Jalan Sisingamangaraja, mulai depan RSU Permata
Bunda hingga Taman Makam Pahlawan (TMP), Rabu (20/11
/2019).




Ada pun tujuh lokasi yang ditetapkan sebagai
KTR itu yakni fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar,
tempat bermain anak, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja dan tempat
umum. Itu sebabnya saat penegakan Perda dan Perwal tentang KTR dilakukan, tim
yang diturunkan dari Pemko Medan yang melibatkan unsur Satpol PP, Dinas
Kesehatan, Dinas Perhubungan serta dibantu personel Polrestabes Medan dan Kodim
0201/BS langsung menyisiri kawasan yang telah menjadi sasaran sosialisasi
sebelumnya.




Seperti biasa sebelum melakukan action, tim lebih dulu melaksanakan apel
guna menjelaskan kepada seluruh tim tentang petunjuk teknis pengamanan warga
yang kedapatan melanggar Perda dan Perwal tentang KTR tersebut. Setelah itu,
tim bergerak menyisiri kawasan yang telah ditetapkan menjadi KTR, di antaranya
hotel, restoran,
kafe,
plaza, kolam renang, angkutan kota (angkot), rumah ibadah, serta perkantoran
baik pemerintah maupun swasta.




Dari penyisiran yang dilakukan, tim berhasil
mendapati 18 warga yang kedapatan merokok di areal KTR. Sempat terjadi
perdebatan sengit antara warga dengan tim, sebab warga menolak untuk ditindak
sesuai dengan sanksi yang ada dalam Perda dan Perwal KTR tersebut. Mereka
beralasan tidak tahu karena belum ada pemberitahuan maupun sosialisasi
sebelumnya. Namun, tim
tetap bertindak
tegas
dan membawa 18 warga yang kedapatan merokok di
kawasan KTR untuk menjalani persidangan lapangan di halaman park
ir Masjid Raya.




Alasan
mereka tidak kita terima, sebab sebelumnya kita telah melakukan sosialisasi
dengan menempelkan stiker yang isinya melarang merokok di tujuh lokasi KTR,
termasuk angkot. Di samping itu juga, dalam sosialisasi kita juga membagikan
foto
kopi Perda No 3/2014 Tanggal 30 Januari 2014
dan Perwal No
35/2014 Tanggal 17 Juli 2014 agar warga dapat mengetahui kawasan mana saja yang
masuk KTR dan sanksi apa yang akan diterima apabila melanggarnya,
kata Kasatpol PP Kota
Medan M Sofyan diwakili Rahmad Doni selaku Kasi Penyidikan, Penuntutan dan
Barang Bukti.




Selanjutnya, 18 warga yang kedapatan merokok
di lokasi KTR selanjutnya dibawa menuju halaman park
ir Masjid Raya Al-Mashun.
Di tempat itu telah disediakan perlengkapan persidangan, termasuk hakim, panit
era serta tata usaha dari
Pengadilan Negeri Medan dan jaksa dari Kejari Medan. Proses persidangan
lapangan dimulai pukul 10.30 WIB, satu persatu dari 18 warga mengikuti
persidangan dan dijatuhi vonis untuk membayar denda.




Usai
persidangan lapangan, berhasil dikumpulkan uang denda sebesar Rp 410.000.
Seluruh  uang hasil denda ini akan kita setor ke kas
negara,
jelas
Doni.




Pasca persidangan, Doni menegaskan, penegakan
Perda Perda No
3/2014 Tanggal 30 Januari 2014 dan Perwal No 35/2014 Tanggal 17 Juli 2014
tentang KTR ini akan terus kita lakukan guna memberikan efek jera kepada
masyarakat.




Kita
bukan melarang warga untuk merokok, mereka harus merokok di luar lokasi KTR
demi menjaga ketertiban sekaligus melindungi kesehatan warga yang tidak
merokok. Sebab, perokok pasif lebih berbahaya dibandingkan perokok aktif,
pungkasnya. (***)



Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook