Rabu, 15 Juli 2020 WIB

Launching Menuju ITB Perguruan Tinggi Tangguh Bencana, Doni Monardo: ITB Harus Jadi Pelopor

Suwardi SinagaSabtu, 02 November 2019 09:11 WIB
Istimewa
Kepala BNPB Doni Monardo menghadiri FGD dan launching Menuju ITB Perguruan Tinggi Tangguh Bencana, di Gedung Rektorat ITB, Bandung, Jawa Barat, Jumat (1/11/2019).

Indomedia.co -
Guna mendukung upaya
pengurangan
risiko bencana, Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Badan Nasional
Penanggulangan Bencana
(BNPB) menyelenggarakan
Fo
cus Group
Discussion
(FGD) dan launching
Menuju ITB Perguruan Tinggi Tangguh Bencana
,
di Gedung Rektorat ITB, Bandung, Jawa Barat
, Jumat (1/11/2019).




Selain bertujuan untuk membangun Kampus
Tangguh Bencana dan Berkelanjutan, kegiatan FGD
ini juga
dilakukan untuk mendapatkan masukan terkait konsep peran ITB dalam mendukung
Pengurangan Risiko Bencana Nasional.




“Kami berharap bahwa program Menuju ITB
Perguruan Tinggi Tangguh Bencana bisa dikembangkan untuk perguruan tinggi
lainnya di Indonesia, bahkan untuk bangsa dan negara. Kami siap untuk terus
mendukung kegiatan BNPB dalam mengurangi risiko bencana, mitigasi serta
menumbuhkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana,” ujar
Rektor ITB Kadarsah
Suryadi.




Berdasarkan potensi bencana di Indonesia,
khususnya Jawa Barat, ITB juga memiliki Pusat Penelitian Mitigasi Bencana
(PPMB) dan Keamanan, Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan (K3L) yang
diharapkan dapat terus mengembangkan kapasitas dalam membangun kesiapsiagaan
menghadapi bencana serta mampu menjalin kerja
sama dengan pemerintah daerah dalam menanggulangi ancaman bencana
di Jawa Barat, terutama di Bandung.




“Tidak hanya membangun kapasitas di internal
ITB, tetapi ITB harus menjadi pelopor, menjadi motor penggerak bagi perguruan
tinggi di Indonesia untuk membangun kesiapsiagaan, aktivitas mitigasi hingga
pengurangan risiko bencana,” ujar Kepala B
NPB Doni
Monardo.




Doni juga mengharapkan peran ITB untuk menjadi
prototype dan sumber daya manusia
yang menjadi pion
ir sehingga mampu meningkatkan
ketangguhan masyarakat dan menjadikan Pentahelix sebagai ujung tombak dalam
penanggulangan bencana.




Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB B Wisnu Widjaja mengatakan bahwa membangun ketangguhan dalam menghadapi bencana
memerlukan proses, mulai dari memahami risiko di
sekitar kita, meningkatkan ketahanan serta membentuk sikap
kesiapsiagaan. Bukan hanya dilakukan oleh pihak-pihak tertentu, tetapi
oleh seluruh elemen masyarakat.




“Kami sangat setuju dengan ITB menjadi
perguruan tinggi tangguh bencana, namun mahasiswa juga perlu dilibatkan secara
aktif dan dibutuhkan kerja
sama
lintas prodi untuk dapat menerapkan kesiapsiagaan bencana kepada para mahasiswa,”
ungkap Presiden Keluarga Mahasiswa ITB
Royyan
A Dzakiy.




Menumbuhkan kesiapsiagaan harus terus
dilakukan dari tahun ke tahun sehingga dapat melahirkan p
erilaku yang tanggap terhadap bencana. BNPB mendukung ITB dalam
membangun kampus tangguh bencana dengan mengembangkan semangat merubah perilaku
serta kolaborasi dalam melakukan mitigasi dan pencegahan.




Selain Kepala BNPB, Rektor ITB, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB B Wisnu Widjaja, turut hadir Deputi
Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan
Lilik
Kurniawan, Plt Deputi Bidang Penanganan Darurat
Dody Ruswandi beserta jajaran, Wakil Rektor ITB, Dekan ITB, Direktur, Kepala Pusat, UPT K3L,
PPMB ITB, PUI-PT Sains dan Teknologi Kegempaan ITB, Pakae Kebencanaan di ITB
serta Perwakilan dari Kabinet Mahasiswa.
(***)




Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook