Ahad, 08 Desember 2019 WIB

Launching Menuju ITB Perguruan Tinggi Tangguh Bencana, Doni Monardo: ITB Harus Jadi Pelopor

Suwardi SinagaSabtu, 02 November 2019 09:11 WIB
Istimewa
Kepala BNPB Doni Monardo menghadiri FGD dan launching Menuju ITB Perguruan Tinggi Tangguh Bencana, di Gedung Rektorat ITB, Bandung, Jawa Barat, Jumat (1/11/2019).

Indomedia.co - Guna mendukung upaya pengurangan risiko bencana, Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dan launching Menuju ITB Perguruan Tinggi Tangguh Bencana, di Gedung Rektorat ITB, Bandung, Jawa Barat, Jumat (1/11/2019).


Selain bertujuan untuk membangun Kampus Tangguh Bencana dan Berkelanjutan, kegiatan FGD ini juga dilakukan untuk mendapatkan masukan terkait konsep peran ITB dalam mendukung Pengurangan Risiko Bencana Nasional.


“Kami berharap bahwa program Menuju ITB Perguruan Tinggi Tangguh Bencana bisa dikembangkan untuk perguruan tinggi lainnya di Indonesia, bahkan untuk bangsa dan negara. Kami siap untuk terus mendukung kegiatan BNPB dalam mengurangi risiko bencana, mitigasi serta menumbuhkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana,” ujar Rektor ITB Kadarsah Suryadi.


Berdasarkan potensi bencana di Indonesia, khususnya Jawa Barat, ITB juga memiliki Pusat Penelitian Mitigasi Bencana (PPMB) dan Keamanan, Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan (K3L) yang diharapkan dapat terus mengembangkan kapasitas dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana serta mampu menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah dalam menanggulangi ancaman bencana di Jawa Barat, terutama di Bandung.


“Tidak hanya membangun kapasitas di internal ITB, tetapi ITB harus menjadi pelopor, menjadi motor penggerak bagi perguruan tinggi di Indonesia untuk membangun kesiapsiagaan, aktivitas mitigasi hingga pengurangan risiko bencana,” ujar Kepala BNPB Doni Monardo.


Doni juga mengharapkan peran ITB untuk menjadi prototype dan sumber daya manusia yang menjadi pionir sehingga mampu meningkatkan ketangguhan masyarakat dan menjadikan Pentahelix sebagai ujung tombak dalam penanggulangan bencana.


Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB B Wisnu Widjaja mengatakan bahwa membangun ketangguhan dalam menghadapi bencana memerlukan proses, mulai dari memahami risiko di sekitar kita, meningkatkan ketahanan serta membentuk sikap kesiapsiagaan. Bukan hanya dilakukan oleh pihak-pihak tertentu, tetapi oleh seluruh elemen masyarakat.


“Kami sangat setuju dengan ITB menjadi perguruan tinggi tangguh bencana, namun mahasiswa juga perlu dilibatkan secara aktif dan dibutuhkan kerja sama lintas prodi untuk dapat menerapkan kesiapsiagaan bencana kepada para mahasiswa,” ungkap Presiden Keluarga Mahasiswa ITB Royyan A Dzakiy.


Menumbuhkan kesiapsiagaan harus terus dilakukan dari tahun ke tahun sehingga dapat melahirkan perilaku yang tanggap terhadap bencana. BNPB mendukung ITB dalam membangun kampus tangguh bencana dengan mengembangkan semangat merubah perilaku serta kolaborasi dalam melakukan mitigasi dan pencegahan.


Selain Kepala BNPB, Rektor ITB, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB B Wisnu Widjaja, turut hadir Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Lilik Kurniawan, Plt Deputi Bidang Penanganan Darurat Dody Ruswandi beserta jajaran, Wakil Rektor ITB, Dekan ITB, Direktur, Kepala Pusat, UPT K3L, PPMB ITB, PUI-PT Sains dan Teknologi Kegempaan ITB, Pakae Kebencanaan di ITB serta Perwakilan dari Kabinet Mahasiswa. (***)


Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook