Ahad, 12 Juli 2020 WIB

Lolos Dari Penjambretan, IRT Jadi Korban Penipuan Oknum Mengaku Polisi

M JawiKamis, 16 April 2020 17:35 WIB
Istimewa
Korban Ramahdina saat menjalani perawatan di RS Mitra Sejati, Medan.

Indomedia.co - Setelah lolos dari aksi penjambretan, seorang ibu rumah tangga (IRT) menjadi korban penipuan oleh seorang pria yang mengaku sebagi oknum polisi sehingga sepeda motornya raib dibawa kabur.


Informasi diperoleh korban adalah Ramahdina (35) warga Komplek Palem Indah Racident Blok C No 1, Jalan Karya Kasih, Medan Johor, Medan, Sumatera Utara.

Peristiwa bermula saat wanita yang sering dipanggil Dina mengantar anaknya ke rumah mertua di Jalan Brigjen Katamso, Medan, pada Rabu (15/4/2020) sekira pukul 20.30 WIB. Korban mengantar putrinya itu mengendarai sepeda motor matic Honda Beat BK 2915 AHW.

"Memang perasaan sudah tidak enak, tapi anak saya terus nangis karena ingin jumpa dengan neneknya. Karena nangis terus terpaksa saya antar," kata Dina kepada wartawan, Kamis (16/4/2020).

Usai mengantar anaknya, korban pun segera pulang ke rumah.

"Saya langsung pulang. Anak saya tinggal di tempat mertua," ucap Dina.

Ketika melintas di Jalan AH Nasution Medan tepatnya di Underpass Titi Kuning, korban tiba-tiba dipepet oleh dua pria berboncengan sambil merampas tasnya. Dengan cepat Dina pun berhasil mempertahankan tasnya meski dirinya terjatuh sehingga mengalami luka-luka di sekujur tubuh.

"Saya tidak sadar lagi disitu, tapi saya masih memegang tas dan motor saya masih saya lihat," ungkapnya.

Lantaran aksinya gagal, dua pria itu langsung melarikan diri. Sedangkan korban masih tergeletak di jalan.

"Disinilah pelaku datang menjumpai saya yang mengaku sebagai polisi, dialah yang menolong saya. Dia yang bawa ke rumah sakit. Inilah mungkin modusnya," terangnya.

Dengan kondisi yang masih lemas, Dina kemudian dibawa pria itu ke RS Mitra Sejati untuk mendapatkan perawatan.

"Di rumah sakit dia mau sebagai penanggung jawab dan dia bilang mau bantu biar pelakunya dapat karena kata dia dari Polda Sumut," kata Dina.

Namun, tanpa disadari korban, saat di rumah sakit, pria yang mengaku anggota Polda Sumut mengambil kunci sepeda motor dan STNK serta anting yang ada di tas Dina.

"Kondisi saya kan masih lemas, otomatis tas dia yang pegang," ucapnya.

Untuk meyakinkan korbannya, pelaku juga ikut mendampingi korban masuk ke ruangan setelah dari IGD rumah sakit.

"Tapi dia tidak memperkenalkan siapa namanya," sebut Dina.

Begitu keluarga korban hendak datang ke rumah sakit, pelaku pun permisi keluar untuk membeli makanan.

"Bahkan dia menawarkan makanan kepada saya. Ketika dia pergi, saya baru teringat dengan kereta (sepeda motor) saya. Terus saya cek tas kondisi sudah acak-acakan dan sudah tidak ada lagi STNK dan kunci sepeda motor," jelasnya.

Setelah hampir dua jam ditunggu pelaku tak kunjung datang lagi.

"Saya suruh suami cek motor di parkiran sudah tak ada lagi," terangnya sembari menduga pria itu komplotan jambret.

Menyadari dirinya menjadi korban kejahatan, ia pun rencananya akan membuat laporan ke polisi.

"Rencananya saya keluar dari rumah sakit akan mengadu ke polisi," tegas Dina. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook