Senin, 01 Juni 2020 WIB

Marak Unjuk Rasa, Mendikbud Terbitkan Edaran Minta Kepala Daerah Jaga Keamanan Siswa di Dalam/Luar Sekolah

Senin, 30 September 2019 14:41 WIB
Istimewa
Upacara di SMK Negeri 5 Medan, Jalan Timor, Kelurahan Gaharu, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (30/9/2019) pagi.

Indomedia.co - Merespons maraknya
ajakan dan hasutan kepada siswa atau pelajar untuk mengikuti aksi unjuk rasa di
jalan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meminta
kepada kepala daerah, yaitu: gubernur, bupati/wali kota kepala dinas pendidikan
provinsi, kabupaten/kota untuk menjaga keamanan siswa di dalam dan di luar
lingkungan sekolah.




Permintaah Mendikbud itu tertuang dalam
Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2019 tentang Pencegahan Keterlibatan Peserta Didik
dalam Aksi Unjuk Rasa Berpotensi Kekerasan, tertanggal 27 September 2019, yang
ditujukan kepada kepala daerah dan kepala dinas pendidikan di seluruh
Indonesia.




“Saya ingin mengingatkan peserta didik
kita, siswa kita harus kita lindungi dari berbagai macam tindak kekerasan atau
berada di dalam lingkungan di mana ada kemungkinan mengancam jiwa yang
bersangkutan,” pesan Mendikbud di Jakarta, Sabtu (28/9/2019).




Dilansir dari situs resmi Setkab RI, Senin
(30/9/2019), Mendikbud meminta kepala daerah beserta segenap jajaran, khususnya
kepala dinas pendidikan agar melakukan langkah-langkah pencegahan dan
penanganan.




Yang pertama adalah memastikan pengawas
sekolah, kepala sekolah, dan guru untuk dapat memantau, mengawasi, serta
menjaga keamanan dan keselamatan peserta didik di dalam dan di luar lingkungan
sekolah. Kemudian menjalin kerja sama dengan orang tua/wali murid untuk
memastikan putera/puterinya mengikuti proses pembelajaran sesuai ketentuan.




“Siswa itu masih tanggung jawab guru dan
orang tua, karena menurut undang-undang statusnya masih sebagai warga negara
yang dilindungi. Belum dewasa, belum bisa mengambil keputusannya sendiri,”
terang Mendikbud.




Mendikbud Muhadjir Effendy juga meminta
agar kepala sekolah dan guru juga membangun komunikasi harmonis dengan peserta
didik. Kemudian melaksanakan kegiatan pembelajaran yang dapat menyalurkan
pemikiran kritis, bakat, dan kreativitas peserta didik masing-masing.




Selanjutnya, memastikan pengurus
organisasi siswa intra sekolah (OSIS) khususnya dan peserta didik pada umumnya
untuk tidak mudah terpengaruh dan terprovokasi terhadap informasi yang tidak
dapat dipertanggungjawabkan dan menyesatkan.




Selain itu, Mendikbud juga meminta agar
kepala daerah beserta jajarannya dapat memberikan pendampingan dan pembinaan
kepada peserta didik yang terdampak dalam aksi unjuk rasa.




“Pendidikan tidak main sanksi, kalau
pemberian sanksi namanya bukan pendidikan,” tutur Mendikbud.




Kemudian, Mendikbud juga meminta gubernur,
bupati, wali kota, dan para kepala dinas pendidikan dapat memastikan agar semua
pihak atau siapa saja dengan maksud dan tujuan apa saja, untuk tidak melibatkan
peserta didik dalam kegiatan unjuk rasa yang berpotensi pada tindakan
kekerasan, kekacauan, dan pengrusakan. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook