Sabtu, 22 Februari 2020 WIB

Mendagri Dorong Pembentukan SDM Unggul dan Pancasilais Untuk Indonesia Aman

Suwardi SinagaJumat, 08 November 2019 22:32 WIB
Istimewa
Mendagri Tito Karnavian di acara Seminar Sekolah Sespimti Polri, di The Opus Grand Ballroom The Tribata, Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Indomedia.co - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito
Karnavian mendorong pembentukan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan
Pancasilais. Menurutnya, kedua variabel tersebut dibutuhkan menuju Indonesia
yang semakin aman.




Hal itu dikatakannya
dalam Seminar Sekolah Sespimti Polri, di The Opus Grand Ballroom The Tribata,
Jakarta, Jumat (8/11/2019).




"Saya melihat
topik SDM itu ada dua variabel besar, yakni SDM yang unggul dan Pancasilais
serta variabel aman, saya melihat ini sebagai sesuai yang real (nyata) bukan hanya sebagai slogan," kata Mendagri.




Ia menambahkan, dengan
prediksi terkait potensi bangsa Indonesia ke depan, dibutuhkan tiga kekuatan
utama yang akan menunjang hal tersebut.




"Para peneliti
yang future atau prediksi ke depan di
antaranya Indonesia akan menjadi negara dominan, bahkan di tahun 2045 negara
Indonesia akan menjadi negara keempat kekuatan ekonomi di dunia di bawah Cina,
USA, India, dan Indonesia keempat, ini didukung oleh tiga syarat, yakni
angkatan kerja yang besar, SDA yang melimpah, dan memiliki luas wilayah yang
besar untuk mengakomodir mesin produksi," jelasnya.




Dalam menunjang hal
tersebut, stabilitas politik dan keamanan menjadi kunci penting yang tak dapat
dilepaskan.




"Syaratnya untuk
mencapai itu adalah stabilitas politik dan keamanan, sepanjang tidak terjadi
konflik di antara kita maka akan aman saja, ini menjadi persyaratan yang paling
penting," terang Mendagri.




Namun, keadaan yang
demikian, akan mudah diwujudkan dengan kekuatan SDM yang berkualitas. Oleh
karena itu, ia mendorong untuk membuat program-program yang dapat meningkatkan
kapasitas SDM.




"Kuncinya di mana
SDM jauh lebih penting dari SDA. Oleh karena itu, kita harus menggenjot SDM
melalui program-program baik formal maupun informal. Kita menghadapi bonus
demografi yang besar, kalau dimanfaatkan maka kita akan memiliki SDM yang
berkualitas, kalau tidak maka akan menjadi bencana demografi," tutur
Mendagri.




Tak hanya berkaitan
dengan SDM unggul yang berkualitas, ia juga menekankan asas Pancasila dalam
pembangunan SDM. Menurutnya, Pancasila dapat menjadi border agar SDM dan demokrasi di Indonesia tak menjadi bebas.




"Kuncinya kita
kembali ke demokrasi yang Pancasila, pada nilai-nilai asli kita, Pancasila
harus digalakkan pada semua tingkatan strategis operasional sampai ke law (hukum). Adanya BPIP, empat pilar
oleh MPR, program tepat sasaran dalam rangka untuk menguatkan kembali termasuk
regulasi yang dibatasi berdasarkan lima sila yang ada, sehingga tidak terlalu
liberal atau bebas," tegasnya. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook