Ahad, 05 Juli 2020 WIB

Panen Padi di Simalungun, Gubernur Sumut Minta Tidak Ada IMB di Lahan Pertanian

Suwardi SinagaSelasa, 10 Desember 2019 01:29 WIB
Istimewa
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi didampingi Ketua TP PKK Sumut Nawal Edy Rahmayadi menghadiri gerakan panen padi, panen cabe dan tanam jagung, di Nagori (Desa) Maligas Bayu dan Nagori Mancuk, Kecamatan Hutabayu Raja, Kabupaten Simalungun, Senin (9/12/2019).

Indomedia.co - Pemerintah kabupaten/kota diharapkan dapat
bersinergi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) dalam
upaya membangun desa menata kota, menuju Sumut yang agraris dan bermartabat.
Antara lain dengan melestarikan lahan pertanian dan tidak memberikan Izin
Mendirikan Bangunan (IMB) di lahan pertanian.




Hal itu disampaikan oleh
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat menghadiri Gerakan Panen Padi di Nagori
(Desa) Maligas Bayu dan Nagori Mancuk, Kecamatan Hutabayu Raja, Kabupaten
Simalungun, Senin (9/12/2019).




Menurut Gubernur,
kebutuhan bahan pangan khususnya beras, terus meningkat, seiring bertambahnya
jumlah penduduk di daerah ini. Namun di sisi yang lain, luas lahan pertanian
terus berkurang dan semakin menyempit.




Karena itu, pemerintah
kabupaten/kota diminta kerja samanya untuk tidak memberikan IMB kepada siapa
pun yang ingin mendirikan bangunan di atas lahan pertanian. Karena, biasanya,
kalau jalannya sudah bagus, orang akan berlomba mendirikan bangunan di daerah
tersebut.




"Saya minta, Pak
Bupati (Simalungun) agar jangan dikasi itu IMB. Nanti bisa habis lahan
kita," tegas Gubernur yang hadir bersama Ketua TP PKK Sumut Nawal Edy
Rahmayadi.




Gubernur juga
menyampaikan, pertanian atau tanaman pangan sejatinya menjadi andalan Provinsi
Sumut yang begitu subur tanahnya. Karena itu, dirinya memberikan perhatian
lebih kepada masyarakat yang berkecimpung di sektor ini.




“Kita sudah mulai
harus ke sana (pertanian) semua. Inilah hidup kita, bertani. Dulu kenapa
Belanda datang menjajah, karena suburnya tanah ini. Tetapi sekarang kita
(banyak) hampir lupa,” ujar Gubernur di hadapan ribuan warga yang memadati
lokasi acara di atas lahan jagung pasca panen.




Diakui Gubernur,
undangan menanam atau memanen di lahan pertanian rakyat, lebih ia senangi.
Sebab dari sektor pertanian, Sumut harus bisa maju dan semakin bermartabat di
masa mendatang. Untuk itu pula, dirinya meminta agar ada pembagian bibit padi
kepada petani di sana.




“Nanti saya minta ditanam
serentak. Dihitung dulu berapa yang harus ditanam. Nanti saya datang ke sini
lagi,” kata Edy Rahmayadi didampingi Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura
Dahler Lubis yang menyebutkan tanam serentak direncanakan Januari 2020.




Selain itu, Edy juga
menyampaikan rencana pemberian bantuan ternak sebanyak 50 ekor sapi dan 100
ekor domba. Tujuannya tidak hanya untuk menambah pasokan daging di Sumut,
tetapi juga dari aktivitas sektor peternakan, bisa menghasilkan pupuk organik
dari kotoran hewan tersebut.




“Kalau ini kita
hidupkan, kita akan makmur. Tanah kita luas kok kekurangan (pasokan daging
sapi). Makanya saya mau bangun pabrik pupuk (organik) di sini. Tapi pupuknya
organik, dan jangan pakai pestisida, bisa merusak tanah,” jelas Edy.




Sementara Bupati
Simalungun JR Saragih dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran Gubernur ke
tempat atau nagori yang lokasinya cukup jauh dari jalan umum. Apalagi
memberikan perhatian lebih untuk para petani khususnya di Simalungun.




“Terima kasih untuk
kehadiran Bapak Gubernur dan juga para petani. Mohon maaf kalau penyambutan
kami banyak kekurangan,” kata JR Saragih.




Dalam kegiatan itu,
selain memanen padi dan cabai, Gubernur juga melakukan penanaman jagung,  serta penandatanganan prasasti Agro Wisata
Nagori Maligas Bayu, dan dilanjutkan 
penyerahan bantuan bibit kepada kelompok tani di sana.




Turut hadir perwakilan
Unsur Forkopimda Sumut, Kadis Pendidikan Arsyad Lubis, Kadis Ketahanan Pangan
dan Peternakan Azhar Harahap, Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Fadly, tokoh
masyarakat, para petani dan masyarakat setempat. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook