Jumat, 03 April 2020 WIB

Patut Ditiru, Begini Cara Kemendagri Cegah Covid-19

Suwardi SinagaSenin, 23 Maret 2020 21:28 WIB
Istimewa
Pejabat Kemendagri disterilisasi di pintu masuk ruang rapat dengan semprotan disinfektan, Senin (23/3/2020).

Indomedia.co - Beberapa cara jitu mencegah penyebaran Covid 19 adalah melalui sterilisasi badan dengan semprotan disinfektan, khususnya di sekitar baju dan sepatu, mengenakan masker penutup mulut, dan menjaga jarak agar kontak fisik antartubuh manusia atau dengan medium yang berpotensi dihinggapi Virus Corona.


Demikian disampaikan oleh Staf Khusus Mendagri Kastorius Sinaga dalam keterangan tertulis kepada Indomedia.co, Senin (23/3/2020) malam.


Anjuran sederhana namun penting ini merupakan protokol dasar pencegahan penularan Covid-19 yang diperintahkan WHO (World Health Organization). Protokol ini juga telah diadopsi sebagai panduan oleh Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Indonesia.


Protokol ini, imbuh Kastorius, tentu membutuhkan sikap displin dan konsistensi untuk dilaksanakan dan perlu dituangkan di dalam tata aturan berperilaku, baik di tingkat individual maupun organisasi.


Sejak Senin (23/3/2020), Kemendagri yang dipimpin oleh Tito Karnavian mulai menerapkan protokol tersebut di lingkungan organisasinya.


Mendagri Tito Karnavian memimpin rapat, di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (23/3/2020).


Sesuai aturan internal Kemendagri, tidak semua pegawai di Kemendagri menjalani kebijakan work from home. Dua eselon tertinggi di kementerian Yang membina seluruh pemerintah daerah tersebut tetap masuk kantor seperti biasa. Ini untuk menjamin kelangsungan roda organisasi dan menjaga agar pelayanan publik tetap berlangsung. Terlebih di saat kritis seperti sekarang ini akibat Covid-19, aneka rapat pimpinan, rapat koordinasi dengan pemerintah daerah lewat teleconference dilakukan dan dipimpin langsung oleh Mendagri Tito setiap hari, jelas Kastorius.


Berbeda dari hari-hari sebelumnya, dimulai hari Senin ini, seperti dapat dilihat di foto, sebelum memasuki ruang rapat, setiap pejabat harus disterilisasi di pintu masuk ruang rapat dengan semprotan disinfektan. Disamping itu masker, sarung tangan plastik juga diwajibkan dikenakan sebelum memasuki ruang rapat. Protokol ini dilakukan secara ketat tanpa terkecuali. Disamping itu medium penular seperti gelas, kertas dan sebagainya drastis dikurangi dari ruang rapat.


Tak hanya itu, jarak kursi antara peserta rapat juga ditata hingga masing-masing berjarak minimal 1,5 meter. Untuk mengurangi kemungkinan droplet mikrofon dan meja rapat untuk peserta ditiadakan, papar Kastorius.


"Gerakan displin dan contoh pencegahan harus dimulai dari kantor ini," jelas Mendagri Tito saat memulai rapat pimpinan eselon 1 yang dilakukan rutin setiap hari Senin pukul 09.00 pagi.


"Saya sudah berkeliling ke empat provinsi, melakukan videoconference dengan para pejabat daerah dan selalu menganjurkan aspek pencegahan guna memutus mata rantai penularan Covid-19 dengan cara-cara sederhana namun penuh tanggung jawab dan disiplin seperti suasana rapat kita hari ini," lanjut Tito.


"Contoh perilaku pencegahan Covid-19 seperti ini harus kita mulai dan lakukan dari diri kita sendiri," kata Tito.


Tito kemudian mengumumkan bahwa hasil tes Covid-19 yang diwajibakan oleh Presiden bagi semua para pembantunya, menteri dan ketua lembaga negara, di RSPAD, Ahar (15/3/2020) lalu telah keluar pada Ahad (22/3/2020) sore dengan hasil Mendagri Tito dan istri Tri Duswati Karnavian dinyatakan negatif atau tidak terinfeksi Covid-19.


Mendengar hasil tes tersebut sontak peserta rapat bertepuk tangan mengucapkan selamat, pungkas Kastorius. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook