Ahad, 20 Oktober 2019 WIB

Pemko dan Polda Sumut Gelar Aksi Bersih Bersama, Jadikan Gedung Warenhuis Ikon Kota Medan

Suwardi SinagaJumat, 20 September 2019 23:42 WIB
Istimewa
Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dan Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto berbincang, di Gedung Warenhuis, Jalan Hindu, Medan, Jumat (20/9/2019).

Indomedia.co - Upaya Pemko Medan untuk menata Gedung Warenhuis dan kawasan sekitarnya di Jalan Hindu, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat mendapat dukungan Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto. Pemko Medan dan Polda Sumut bekerja sama melakukan pembersihan di lokasi gedung bersejarah yang dulunya merupakan bangunan supermarket pertama di Kota Medan tersebut, Jumat (20/9/2019).


Sebelum gotong royong dilakukan, Kapolda Sumut lebih dulu memimpin apel yang dihadiri  Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman serta sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan. Sebagai tanda simbolis dimulainya aksi bersih-bersih, Kapolda menyerahkan peralatan gotong royong kepada dua orang personel.


Usai apel, Kapolda dan Wali Kota selanjutnya mendengar penjelasan Kadis Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan Benny Iskandar. Dalam penjelasan singkatnya, Pemko Medan akan mengembalikan Gedung Warenhuis sebagai bangunan heritage, termasuk memperlihatkan gambar Gedung Warenhuis usai ditata nantinya berikut wilayah sekitarnya.


Setelah itu Wali Kota dan Kapolda Sumut memasuki Gedung Warenhuis untuk melihat langsung kondisi bangunan bersejarah tersebut. Keduanya tampak kagum dengan desain dan arsitektur bangunan peninggalan Belanda sekalipun kondisinya sudah banyak yang rusak. Sebagai wujud kepedulian untuk mengembalikan Gedung Warenhuis sebagai salah satu bangunan cagar budaya di Kota Medan, Wali Kota dan Kapolda Sumut sempat mengecat tiang bangunan.


Kemudian Wali Kota dan Kapolda berjalan kaki menuju Pasar Hindu yang lokasinya tidak jauh dari Gedung Warenhuis. Di belakang Pasar Hindu ternyata terdapat bangunan Madrasah Al Washliyah yang dibangun 30 November 1930 dan kini dijadikan sebagai museum. Direcanakan, bangunan madrasah itu juga akan direvitalisasi bersama Masjid Bengkok yang berada di Jalan Masjid.


Aksi bersih-bersih Pemko Medan bekerja sama dengan Polda Sumut berjalan dengan lancar. Seluruh petugas yang terlibat tampak penuh semangat membersihkan Gedung Warenhuis dan kawasan sekitarnya. Di samping itu pembersihan serupa juga dilakukan di seputaran Kantor Pos yang berada di kawasan Titik Nol Kota Medan (kawasan Lapangan Merdeka). Aksi bersih-bersih ini mendapat apresiasi penuh warga sekitar, sebab mereka ingin melihat kembali Gedung Warenhuis seperti masa kejayaannya dulu.


Kapolda Sumut menyampaikan ucapan terima kasih kepada Wali Kota atas dilaksanakannya aksi bersih bersama di lokasi Gedung Warenhuis. Sebab, kegiatan ini dinilai sebagai bentuk kehadiran negara bagi masyarakat dalam upaya menghadirkan kembali Kota Medan yang pernah dijuluki sebagai Parijs Van Sumatera.


"Kita punya banyak warisan bersejarah di Kota Medan, salah satunya Gedung Warenhuis. Apabila kita rawat dengan baik tentunya akan menjadi ikon Kota Medan. Untuk itu mari kita rawat dan lestarikan seluruh bangunan bersejarah sehingga menjadi bangunan heritage. Dengan demikian akan menarik perhatian wisatawan baik lokal maupun mancanegara," kata Kapolda.


Di kesempatan itu Kapolda selanjutnya menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemko Medan dalam melakukan penataan di Kota Medan. Salah satu buktinya hingga kini Pemko Medan telah menumbangkan sekitar 4.500 papan reklame bermasalah yang ada. Atas dasar itulah tegas Kapolda, Polda Sumut beserta seluru jajaran siap mendukung penuh upaya Pemko Medan tersebut.


Sementara itu Wali Kota Medan Dzulmi Eldin juga menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan yang telah diberikan Kapolda Sumut beserta seluruh jajaran dalam rangka melakukan penataan selama ini, termasuk upaya mengembalikan bangunan bersejarah menjadi cagar budaya.


"Dukungan yang telah diberikan Bapak Kapolda beserta seluruh jajaran tentunya semakin memotivasi kita dalam melakukan penataan di Kota Medan. Sebab, Pemko Medan tidak dapat melakukan penataan sendiri tetapi harus mendapat dukungan semua pihak. Tidak hanya Polda Sumut, juga seluruh lapisan masyarakat sehingga Kota Medan akan menjadi lebih baik ke depannya,” ungkap Wali Kota.


Berkat dukungan yang telah diberikan Polda Sumut, jelas Wali Kota, upaya penataan yang dilakukan Pemko Medan bersama OPD terkait mulai membuahkan hasil diantaranya  penertiban papan reklame bermasalah, parkir liar, terminal liar, kebersihan, pedagang kaki lima serta mengembalikan bangunan bersejarah menjadi cagar budaya.


"Alhamdulillah hasil dari penataan yang dilakukan,  kita mulai merasakan hasilnya. Untuk itu kita berharap agar Polda Sumut beserta seluruh jajaran terus mendukung Pemko Medan dalam melakukan penataan sehingga keinginan menjadikan Kota Medan sebagai Parijs Van Sumatera dapat terwujud," harapnya.


Terkait penataan Gedung Warenhuis, Wali Kota ingin menjadikan bangunan bersejarah itu sebagai salah satu ikon membanggakan di Kota Medan. Dengan demikian Kota Medan tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata kuliner saja tetapi juga wisata heritage yang menarik di Tanah Air.


"Jika ini terwujud, saya optimis jumlah wisatawan yang datang mengunjungi Kota Medan akan lebih banyak lagi ke depannya," jelasnya.


Setelah melihat pelaksanaan bersih-bersih di lokasi Gedung Warenhuis berjalan lancar, Wali Kota dan Kapolda Sumut selanjutnya berjalan kaki menuju Kantor Pos yang juga menjadi salah satu objek pembersihan. Kantor pos yang dibuka Tahun 1911 merupakan salah satu bangunan heritage yang dimiliki Kota Medan dan masih berdiri dengan kokoh hingga kini.


Tidak hanya melihat  tim gabungan Pemko Medan dan Polda Sumut tengah bekerja membersihkan seputaran Kantor Pos, Wali Kota dan Kapolda Sumut juga ikut mengecat dinding depan dekat pintu masuk bangunan Kantor Pos yang diarsiteki Snuyp, salah seorang arsitek Belanda. Selain Kantor Pos, air mancur yang berada di depannya juga ikut dibersihkan karena masuk cagar budaya yang dimiliki Kota Medan. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook