Kamis, 04 Juni 2020 WIB

Pemko dan Polda Sumut Gelar Aksi Bersih Bersama, Jadikan Gedung Warenhuis Ikon Kota Medan

Suwardi SinagaJumat, 20 September 2019 23:42 WIB
Istimewa
Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dan Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto berbincang, di Gedung Warenhuis, Jalan Hindu, Medan, Jumat (20/9/2019).

Indomedia.co - Upaya
Pemko Medan untuk menata Gedung Warenhuis dan kawasan sekitarnya di Jalan
Hindu, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat mendapat dukungan Kapolda
Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto. Pemko Medan dan
Polda Sumut bekerja sama melakukan pembersihan di lokasi gedung bersejarah yang
dulunya merupakan bangunan supermarket pertama di Kota Medan tersebut
, Jumat (20/9/2019).




Sebelum gotong royong dilakukan, Kapolda Sumut
lebih dulu memimpin apel yang dihadiri  Wali Kota Medan Dzulmi Eldin,
Sekda Kota Medan Wi
riya Alrahman serta sejumlah pimpinan
OPD di lingkungan Pemko Medan. Sebagai tanda simbolis dimulainya aksi
bersih-bersih, Kapolda menyerahkan peralatan gotong royong kepada dua orang
personel.




Usai apel, Kapolda dan Wali Kota selanjutnya
mendengar penjelasan Kadis Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang
(PKPPR) Kota Medan Benny Iskandar. Dalam penjelasan singkatnya, Pemko Medan
akan mengembalikan Gedung Warenhuis sebagai bangunan heritage, termasuk memperlihatkan gambar Gedung Warenhuis usai
ditata nantinya berikut wilayah sekitarnya.




Setelah itu Wali Kota dan Kapolda Sumut
memasuki Gedung Warenhuis untuk melihat langsung kondisi bangunan bersejarah
tersebut. Keduanya tampak kagum dengan desain dan arsitektur bangunan
peninggalan Belanda sekalipun kondisinya sudah banyak yang rusak. Sebagai wujud
kepedulian untuk mengembalikan Gedung Warenhuis sebagai salah satu bangunan
cagar budaya di Kota Medan, Wali Kota dan Kapolda Sumut sempat mengec
at tiang bangunan.




Kemudian Wali Kota dan Kapolda berjalan kaki
menuju Pasar Hindu yang lokasinya tidak jauh dari Gedung Warenhuis. Di belakang
Pasar Hindu ternyata terdapat bangunan Madrasah Al Washliyah yang dibangun 30
No
vember 1930 dan kini dijadikan sebagai
museum. Direcanakan, bangunan madrasah itu juga akan direvitalisasi bersama
Masjid Bengkok yang berada di Jalan Masjid.




Aksi bersih-bersih Pemko Medan bekerja sama dengan Polda Sumut berjalan
dengan lancar. Seluruh petugas yang terlibat tampak penuh semangat membersihkan
Gedung Warenhuis dan kawasan sekitarnya. Di samping itu pembersihan serupa juga
dilakukan di seputaran Kantor Pos yang berada di kawasan Titik
Nol Kota Medan (kawasan Lapangan Merdeka). Aksi bersih-bersih ini
mendapat apresiasi penuh warga sekitar, sebab mereka ingin melihat kembali
Gedung Warenhuis seperti masa kejayaannya dulu.




Kapolda Sumut menyampaikan ucapan terima kasih
kepada Wali Kota atas dilaksanakannya aksi bersih bersama di lokasi Gedung
Warenhuis. Sebab, kegiatan ini dinilai sebagai bentuk kehadiran negara bagi
masyarakat dalam upaya menghadirkan kembali Kota Medan yang pernah dijuluki
sebagai Parijs Van Sumatera.




"Kita punya banyak warisan bersejarah
di Kota Medan, salah satunya Gedung Warenhuis. Apabila kita rawat dengan
baik tentunya akan menjadi ikon Kota Medan. Untuk itu mari kita rawat dan
lestarikan seluruh bangunan bersejarah sehingga menjadi bangunan heritage. Dengan demikian akan menarik
perhatian wisatawan baik lokal maupun mancanegara," kata Kapolda.




Di kesempatan itu Kapolda selanjutnya
menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemko Medan dalam melakukan penataan di
Kota Medan. Salah satu buktinya hingga kini Pemko Medan telah menumbangkan
sekitar 4.500 papan reklame bermasalah yang ada. Atas dasar itulah tegas
Kapolda, Polda Sumut beserta seluru jajaran siap mendukung penuh upaya Pemko
Medan tersebut.




Sementara itu Wali Kota Medan Dzulmi Eldin juga
menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan yang telah
diberikan Kapolda Sumut beserta seluruh jajaran dalam rangka melakukan penataan
selama ini, termasuk upaya mengembalikan bangunan bersejarah menjadi cagar
budaya.




"Dukungan yang telah diberikan Bapak
Kapolda beserta seluruh jajaran tentunya semakin memotivasi kita dalam
melakukan penataan di Kota Medan.
Sebab,
Pemko Medan tidak dapat melakukan penataan sendiri tetapi harus mendapat
dukungan semua pihak. Tidak hanya Polda Sumut, juga seluruh lapisan masyarakat
sehingga Kota Medan akan menjadi lebih baik ke depannya,” ungkap Wali Kota.




Berkat dukungan yang telah diberikan Polda
Sumut, jelas Wali Kota, upaya penataan yang dilakukan Pemko Medan bersama OPD
terkait mulai membuahkan hasil diantaranya  penertiban papan reklame
bermasalah, parkir liar, terminal liar, kebersihan, pedagang kaki lima serta
mengembalikan bangunan bersejarah menjadi cagar budaya.




"Alhamdulillah hasil dari penataan yang
dilakukan,  kita mulai merasakan hasilnya. Untuk itu kita berharap agar
Polda Sumut beserta seluruh jajaran terus mendukung Pemko Medan dalam melakukan
penataan sehingga keinginan menjadikan Kota Medan sebagai Parijs Van Sumatera
dapat terwujud," harapnya.




Terkait penataan Gedung Warenhuis, Wali Kota
ingin menjadikan bangunan bersejarah itu sebagai salah satu ikon membanggakan
di Kota Medan. Dengan demikian Kota Medan tidak hanya dikenal sebagai destinasi
wisata kuliner saja tetapi juga wisata heritage
yang menarik di Tanah Air.




"Jika ini terwujud, saya optimis jumlah
wisatawan yang datang mengunjungi Kota Medan akan lebih banyak lagi ke
depannya," jelasnya.




Setelah melihat pelaksanaan bersih-bersih di
lokasi Gedung Warenhuis berjalan lancar, Wali Kota dan Kapolda
Sumut selanjutnya berjalan kaki menuju Kantor Pos
yang juga menjadi salah satu objek pembersihan. Kantor pos yang
dibuka 
Tahun 1911 merupakan salah satu
bangunan heritage yang dimiliki Kota
Medan dan masih berdiri dengan kokoh hingga kini.




Tidak hanya melihat  tim gabungan Pemko
Medan dan Polda Sumut tengah bekerja membersihkan seputaran Kantor Pos, Wali
Kota dan Kapolda Sumut juga ikut mengec
at
dinding depan dekat pintu masuk bangunan Kantor Pos yang diarsiteki Snuyp, salah
seorang arsitek Belanda. Selain Kantor Pos, air mancur yang berada di depannya
juga ikut dibersihkan karena masuk cagar budaya yang dimiliki Kota Medan.
(***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook