Ahad, 08 Desember 2019 WIB

Pemprov Sumut Dukung SM Amin Nasution Jadi Pahlawan Nasional

Suwardi SinagaKamis, 23 Agustus 2018 20:56 WIB
Istimewa
Pj Gubernur Sumut Eko Subowo menerima buku tentang SM Amin Nasution, di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Kamis (23/8/2018).

Indomedia.co - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mendukung dan berterima kasih atas upaya untuk menjadikan Sutan Muhammad Amin Nasution sebagai pahlawan nasional. Terutama kepada tim panitia dan verifikasi daerah SM Amin Nasution.

Hal itu disampaikan oleh Penjabat Gubernur Sumut Eko Subowo ketika menerima audiensi Tim Verifikasi Lapangan dari Tim Penilai Pahlawan dan Gelar Pusat (TP2GP) serta  Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Provinsi Sumatera Utara, di ruang kerjanya, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, Kamis (23/8/2018).

"Kami merasa bangga ada satu lagi tokoh Sumatera Utara yang menjadi pahlawan nasional, tentu saja ia menjadi panutan masyarakat khususnya generasi muda Sumatera Utara. Bahkan bangsa Indonesia secara keseluruhan bisa menjadikannya teladan," ujar Eko.

Generasi muda, kata Eko, membutuhkan figur untuk membentuk karakternya. Dengan dijadikannya SM Amin Nasution sebagai pahlawan nasional, keteladanannya bisa diketahui banyak orang.

"Jasa-jasanya untuk Indonesia bisa menjadi contoh untuk ditiru generasi muda," katanya.

Dikatakan juga, Bangsa Indonesia tidak boleh lupa sejarah.

"Seperti yang dikatakan Soekarno, jangan sekali-kali melupakan sejarah," ujarnya.

Selain diberi gelar, nama pahlawan nasional seharusnya diabadikan menjadi nama gedung, jalan, bandara atau sebagainya.

"Hal tersebut bertujuan agar nama pahlawan tersebut bisa populer di masyarakat, kemudian masyarakat mengetahui Sang Pahlawan dan bisa mencari tahunya lebih lanjut," harap Eko.


Pj Gubernur Sumut Eko Subowo menerima audiensi tim verifikasi lapangan dari TP2GP dan TP2GD Provinsi Sumatera Utara. (Istimewa)

Anggota Tim Penilai Pahlawan dan Gelar Pusat Sudarnoto Abdul Hakim mengatakan kedatangannya di Sumut guna memperoleh informasi yang meyakinkan tentang SM Amin Nasution layak sebagai pahlawan nasional.

"Informasi yang kita dapatkan nantinya semakin meyakinkan bahwa Alm SM Amin ini memang sangat layak untuk dijadikan pahlawan nasional," katanya.

Dikatakan Sudarnoto, nama SM Amin telah lolos berkas untuk dijadikan pahlawan nasional. Seluruh dokumen yang telah diserahkan tim dari Sumatera Utara telah dikaji oleh tim pusat.

"Selanjutnya jika sudah meyakinkan, kita rekomendasikan nanti ke Menteri Sosial untuk selanjutnya diajukan kepada Presiden sebagai calon pahlawan nasional. Itu yang paling penting," katanya.

Saat ini, Tim Penilai Pahlawan dan Gelar Pusat (TP2GP) melakukan verifikasi lapangan di Sumatera Utara. Untuk itu, tim bertemu dengan Gubernur Sumatera Utara.

"Selain itu, tim juga melakukan kunjungan dengan tokoh-tokoh yang mengenal beliau, akademisi, keluarga, hingga kita memperoleh masukan-masukan baru yang mungkin belum tercover di dalam dokumen yang sebelumnya kita terima, informasi dari orang yang dikenal bisa lebih meyakinkan kami untuk merekomendasikan beliau nanti," ujarnya.

Selanjutnya, tim pusat dan daerah akan mengunjungi museum uang yang berada di Jalan Pemuda, Medan.

"Ini bertujuan untuk melihat peran beliau saat mengatasi krisis ekonomi dengan menolak uang NICA dan tetap menggunakan uang republik pada masa itu, ini merupakan langkah berani dan patriotis bagi seorang gubernur pada saat itu," kata Sejawaran Universitas Medan Ichwan Azhari.

Sutan Muhammad Amin Nasution lahir di Aceh, 22 Februari 1904. Pada awal kemerdekaan, SM Amin pernah menjabat gubernur di Provinsi Sumatera Utara, Aceh dan Riau. SM Amin merupakan salah satu tokoh yang berperan  penting dalam sejarah pergerakan pemuda. SM Amin adalah salah satu tokoh  mengkonsepkan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

Turut hadir pada kesempatan itu Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumut Rajali, Kepala Biro Humas dan Keprotkolan Setdaprov Sumut Ilyas Sitorus, Direktorat Kepahlawanan Kemensos RI Emmi Destiatmi, dan Peneliti Unimed Ida Liana. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook