Kamis, 04 Juni 2020 WIB

Penderita ISPA Akibat Karhutla Kalteng Menerima Pelayanan Kesehatan

Suwardi SinagaSelasa, 17 September 2019 10:08 WIB
Istimewa
Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo memeriksakan kesehatan, di Pekanbaru, Riau, Senin (16/9/2019).



Indomedia.co - Satuan Tugas Perawatan
dan Pelayanan Kesehatan terus memberikan pelayanan kesehatan penderita ISPA
akibat kebakaran hutan dan lahan (
Karhutla) di Kalimantan Tengah. Data Posko Satgas Siaga Darurat Karhutla
Wilayah Kalimantan Tengah pada Senin (16/9
/2019) mencatat lebih dari 2.000 penderita ISPA.




Hal itu disampaikan
oleh
Plt Kepala
Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
Agus Wibowo dalam
keterangan tertulisnya kepada wartawan, Selasa (17/9/2019).




Data Pos Komando (Posko) mengidentifikasi
sebanyak 2.637 jiwa sebagai penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Penderita terbanyak tercatat di Kota Palangkaraya dengan 829 jiwa, sedangkan
wilayah lain sebagai berikut Kotawaringin TImur 513, Murung Raya 394, Barito
Utara 227, Kapuas 161, dan Kotawaringin Barat 147. Wilayah lain seperti Barito
Timur, Barito Selatan, Gunung Mas, Katingan, Lamandau, Pulang Pisau, Sukamara,
penderita ISPA kurang dari 100 jiwa.




Masih
menurut Agus, m
enghadapi dampak asap akibat karhutla,
pelayanan kesehatan di bawah kendali Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah
diintensifkan. Pelayanan diberikan tidak hanya kepada masyarakat tetapi juga
petugas pemadam di lapangan. Dinas kesehatan setempat menyediakan ruang oksigen
atau rumah singgah, seperti di Kota Palangkaraya, dengan menyiagakan 11
puskesmas, 2 rumah sakit umum daerah dan 1 pelayanan dari Palang Merah
Indonesia.




Sementara itu, pantauan titik panas atau hotspot berdasarkan citra satelit Aqua,
Terra dan SNPP sebanyak 140 titik. Wilayah dengan hotspot tertinggi berada di wilayah Kotawaringin Timur dengan 32
titik, Pulang Pisau 30, Kapuas 23, Seruyan 17, Murung Raya 16, Katingan 9,
Barito Selatan 5, Barito Timur 4, Gunung Mas 3 dan Barito Utara 1. Prakiraan
tingkat kemudahan terjadinya kebakaran di wilayah Kalteng masih dalam kategori
sangat mudah terbakar.




Hingga kini upaya penanganan karhutla masih
terus dilakukan dengan strategi pemadaman darat, udara dan penegakan hukum.
Pada
Senin
(16/9
/2019)
tidak semua helikopter yang disiagakan mampu untuk melakukan pengemboman air di
beberapa titik teridentifikasi titik panas. Hal tersebut disebabkan jarak
pandang. Sedangkan pemadaman darat, satuan tugas (Satgas) Darat melakukan
pemadaman, pendinginan maupun pencegahan melalui patrol
i darat. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook