Ahad, 12 Juli 2020 WIB

Polisi Gelar Prarekonstruksi Kasus Pembunuhan di Cemara Asri

M JawiKamis, 07 Mei 2020 20:56 WIB
Screenshot Video
Pihak kepolisian menggelar prarekonstruksi kasus pembunuhan di Jalan Duku No 40, Komplek Cemara Asri, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (7/5/2020).

Indomedia.co - Fakta baru terkuak saat pihak kepolisian melaksanakan prarekonstruksi kasus pembunuhan di Komplek Cemara Asri, Jalan Duku No 40, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (7/5/2020).

Dari prarekonstruksi tersebut muncul dugaan peristiwa pembunuhan tersebut dilakukan oleh lebih dari dua orang pelaku.

Dalam prarekonstruksi tersebut selain M (22) ada juga yang dihadirkan pihak kepolisian yakni J (24) penghuni rumah lokasi pembunuhan yang saat prarekonstruksi memakai penutup wajah (sebo). Sedangkan M tidak memakai penutup wajah, namun memakai bet tulisan tersangka di dadanya. Hal itu mengindikasikan pembunuhan ini tidak murni dilatarbelakangi persoalan asmara.

Kasatreskrim Polrestabes Medan AKBP Ronny Nicholas Sidabutar mengatakan bahwa tidak tertutup kemungkinan tersangka berjumlah lebih dari satu orang.

"Bisa dua atau tiga tersangka, masih kita dalami," katanya usai prarekonstruksi.

Dalam prarekonstruksi tersebut ada lima orang yang dihadirkan yakni J dan M, kedua orang tua korban, dan seorang wanita diduga ibu J.

Awal prarekonstruksi, kelima orang yang dihadirkan itu diborgol. Namun seiring berjalannya prarekonstruksi, kedua orang tua korban dilepas diborgolnya, dan hanya memakai bet saksi. Sedangkan, tiga orang lainnya yakni J, M, dan seorang wanita diduga ibu J tetap diborgol.

Seperti diberitakan sebelumnya, Elvina (21) diduga dibunuh di rumah J, Jalan Duku, Kompleks Cemara Asri,Rabu (6/5/2020) malam. Dia nyaris tak dikenali. Tubuhnya penuh luka dan terbakar.

Di samping tubuh Elvina didapati M dalam kondisi sekarat. Dia diduga menenggak racun.

Tubuh Elvina ditemukan J yang mengaku meninggalkan keduanya di rumahnya. Dia kemudian memberitahukan kejadian itu kepada kedua orang tuanya.

Dugaan awal, M merupakan pelaku pembunuhan itu, lalu mencoba bunuh diri. Dugaan ini diperkuat dengan adanya secarik kertas yang ditemukan di lokasi kejadian.

"Saya sangat mencintai Elvina sehingga saya membunuh karena pihak dari keluarga tidak menyetujui saya. Saya mau bunuh diri saya. Cinta Elvina (lambang love) Acai," tertulis pada kertas itu.

Kedua korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan. Jasad Elvina diautopsi, sedangkan M diobati. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook