Kamis, 23 Januari 2020 WIB

Polisi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Hakim PN Medan

M JawiSenin, 13 Januari 2020 18:28 WIB
Dokumentasi
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja.

Indomedia.co - Polda Sumatera Utara beserta Polrestabes Medan melakukan rekonstruksi pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan Jamaluddin (55) di empat titik lokasi tempat perencana pembunuhan, Senin (13/1/2020).


"Pertama di seputaran Vocal Point, Jalan Ring Road, Medan kemudian dari titik pertama bergeser ke perumahan Mercy, ketiga di Coffee Town, Jalan Ngumban Surbakti dan terakhir di Pasar Melati," jelas Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, di Medan.


Tatan menjelaskan bahwa keempat titik tersebut adalah tempat pelaku pembunuhan merencanakan pembunuhan yang berlangsung pada 29 November 2019 lalu.


"Jadi, ini tahap mereka kumpul sampai di Pasar Melati membeli perlengkapan untuk melakukan pembunuhan," jelasnya.


Terkait berapa adegan yang akan dilakukan, Tatan menuturkan bahwa hal tersebut nantinya dilihat pada saat rekonstruksi berlangsung.


"Beberapa adegan kita lihat saat rekonstruksinya. Karena tersangka juga kita hadirkan dalam rekonstruksi ini," ucapnya.


Sebelumnya, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan bahwa dalam kasus ini pihak kepolisian sudah berhasil mengungkap para pelakunya diantaranya adalah istri korban ZH (41), dan dua orang eksekutor, yakni, JP (42), dan RF (29). Istri korban diketahui sebagai otak pelaku pembunuhan Jamaluddin.


"Dalam kasus ini tiga orang sudah ditetapkan sebagai tersangka," kata Kapolda saat paparan di Mapolda Sumut pada Rabu (8/1/2020) kemarin.


Martuani juga menuturkan bahwa sebelum beraksi, kedua eksekutor yakni JP dan RF sudah berada di rumah korban yang berada di Perumahan Royal Monaco Blok B No 22, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor.


"Para pelaku sudah ada di rumah sebelum korban pulang ke rumah dari kantor," tuturnya.


Kemudian Jamaluddin dibunuh dengan cara dibekap oleh para pelaku. Hal itu menyebabkan korban menjadi lemas dan akhirnya meninggal dunia akibat kehabisan oksigen.


"Korban dibunuh dengan di bekap sehingga kehabisan napas sehingga terbukti dari hasil laboratorium forensik bahwa korban diduga meninggal karena lemas," ujar Martuani.


Jamaluddin (55) merupakan warga Perumahan Royal Monaco Blok B No 22, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan. Korban ditemukan meninggal dunia di jurang areal kebun sawit milik masyarakat di Dusun II Namo Bintang, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (29/11/2019) siang.


Pada saat ditemukan korban berada di dalam mobil Toyota Land Cruiser Prado BK 77 HD dalam keadaan kaku terlentang di bangku mobil nomor dua dengan kondisi tidak bernyawa, posisi miring wajah menghadap ke bagian depan.


Kemudian jasad Jamaluddin diautopsi di RS Bhayangakara Medan pada Jumat (29/11/2019) malam. Jenazahnya kemudian dibawa untuk dimakamkan di Nagan Raya, Aceh, Sabtu (30/11/2019). (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook