Sabtu, 11 Juli 2020 WIB

Polisi Tetapkan Dua Tersangka Kasus Pembunuhan di Cemara Asri

M JawiKamis, 07 Mei 2020 21:27 WIB
M Jawi
Pihak kepolisian menggelar prarekonstruksi kasus pembunuhan di Komplek Cemara Asri, Jalan Duku No 40, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (7/5/2020).

Indomedia.co - Pihak kepolisian menggelar prarekonstruksi kasus pembunuhan di Komplek Cemara Asri, Jalan Duku No 40, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (7/5/2020).

Dari prarekonstruksi yang digelar, ditemukan fakta-fakta baru, mulai dari pelaku yang lebih dari dua orang sampai para pelaku pernah satu sel tahanan.

Kasatreskrim Polrestabes Medan AKBP Ronny Nicolas Sidabutar mengatakan bahwa dua orang tersangka yakni M dan J merupakan teman satu sel.

"M dan J adalah teman satu sel, tapi akan kita dalami lagi. Itu yang kita dapat pada saat kita interogasi dan wawancara," katanya usai prarekonstruksi.

Selain itu, menurut Ronny bahwa tersangka J juga pernah menjalin hubungan asmara dengan korban, sebelum korban berpacaran dengan tersangka M.

"J dan korban pernah berhubungan di masa lalu. Ada hubungan pacaran tetapi nanti kita tanyakan lebih lanjut," ucapnya.

Selain tersangka M dan J, pihak kepolisian juga masih menyelidiki keterlibatan seorang wanita yang merupakan orang tua dari salah satu tersangka.

"Saat ini kami masih menggali peran masing-masing orang yang terlibat dalam kejadian tersebut," terang Ronny.

Diberitakan sebelumnya, Elvina (21) diduga dibunuh di rumah J, Jalan Duku, Kompleks Cemara Asri,Rabu (6/5/2020) malam. Dia nyaris tak dikenali. Tubuhnya penuh luka dan terbakar.

Di samping tubuh Elvina didapati M dalam kondisi sekarat. Dia diduga menenggak racun.

Tubuh Elvina ditemukan J yang mengaku meninggalkan keduanya di rumahnya. Dia kemudian memberitahukan kejadian itu kepada kedua orang tuanya.

Dugaan awal, M merupakan pelaku pembunuhan itu, lalu mencoba bunuh diri. Dugaan ini diperkuat dengan adanya secarik kertas yang ditemukan di lokasi kejadian.

"Saya sangat mencintai Elvina sehingga saya membunuh karena pihak dari keluarga tidak menyetujui saya. Saya mau bunuh diri saya. Cinta Elvina (lambang love) Acai," tertulis pada kertas itu.

Kedua korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan. Jasad Elvina diautopsi, sedangkan M diobati. (***)

Editor: Suwardi Sinaga

Komentar
0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
Komentar Facebook